Gubernur Puji
Strategi Pembagian Wilayah Badung
Denpasar (Bali
Post) -
HUT ke-97 Puputan Badung, Sabtu (20/9) kemarin diperingati di
lapangan Puputan Badung dengan inspektur upacara Gubernur Bali
Drs. Dewa Beratha. Peringatan kali ini meski tak terbilang
terlalu istimewa, namun yang mengesankan semua tokoh puri di
Badung hadir.
Gubernur pada kesempatan
itu memberikan nasi tumpeng kepada empat tokoh puri yang hadir
masing-masing Ida Tjokorda Ngurah Mayun Samirana dari Puri
Denpasar, Ida Tjokorda Pemecutan (Puri Pemecutan), AAN Kusuma
Wardana (Puri Kesiman) dan AA Gde Agung dari Puri Mengwi.
Penyerahan itu disaksikan
Bupati Badung Ratmadi, Ketua DPRD Badung IBG Suryatmaja. Selain
dihadiri sekitar 500 undangan serta ribuan warga masyarakat,
tampak hadir pula sejumlah bupati termasuk Wali Kota Purpayoga.
Peringatan yang
dimeriahkan dengan gelar tarian kolosal di bawah asuhan IB Anom
Ranuara juga diisi dengan pembacaan sejarah Puputan Badung.
Gubernur Dewa Beratha pada kesempatan itu mengingatkan,
peringatan ini merupakan bukti nyata semangat patriotisme
masyarakat Badung.
Mengingat makna tersebut
maka sepatutnya yang hidup di alam kemerdekaan ini memiliki rasa
hormat, tanggung jawab dan sanggup bekerja keras melanjutkan
cita-cita perjuangan untuk membangun masyatakat sejahtera. ''Peringatan
ini hendaknya dapat dijadikan tonggak baru untuk lebih
meningkatkan heroisme patriotisme Puputan Badung pada masyarakat
sebab perjuangan masih panjang,'' ujar Gubernur.
Menyingkap pembangunan
Badung saat ini, Gubernur mengingatkan otonomi daerah yang sudah
berjalan dua tahun ini jangan dipandang hanya sebagai hak dan
wewenang. Tetapi merupakan tanggung jawab untuk memandirikan
daerah. Gubernur memuji strategi yang diterapkan pemerintah di
Badung yang membagi tiga wilayah pengembangan daerah ini untuk
bisa mempercepat kemajuannya.
''Pembangunan Badung Utara,
Tengah, dan Selatan merupakan strategi yang tepat,'' ujarnya.
Badung Utara dalam pengembangannya ke depan memprioritaskan
sektor pertanian. Sedangkan Tengah menggarap sektor pangan dan
industri rumah tangga. Khusus Badung Selatan dengan pusatnya di
Kuta diprioritaskan bagi pengembangan pariwisata, perdagangan
dan pendidikan.
Strategi ini sangat tepat
bukan saja untuk mempercepat perkembangan wilayah itu sendiri,
juga meningkatkan perkembangan sektor unggulan lainnya. Strategi
ini akan makin baik bila didukung pula oleh daerah-daerah
sekitarnya. Karena itu, kerja sama antardaerah menjadi sangat
penting dan perlu dibina terus. (031)
|