kembali ke halaman depan
bunga2.gif (1033 bytes)   Minggu Umanis, 29 Juni 2003 tarukan valas
 

POTRET


Cenk Blonk Berharap Ditiru

SEBUAH papan triplek dibingkai kayu berukir ditempeli kertas putih. Inti pesan di papan itu, "jika ingin merekam pementasan dalang Cenk Blonk dalam bentuk apa pun, harus minta izin!" Papan itu dipampangkan pada setiap pementasan wayang Cenk Blonk.

Ini peringatan keras bagi siapa saja, tidak peduli perorangan maupun perusahaan rekaman bahkan media elektronik pun mendapat peringatan yang sama, misalnya ketika sang media mem-video-kan pementasan dalang asal Belayu itu. "Bukan saya tidak senang direkam, tetapi ada aturannya. Kita harus profesional. Kita tidak senang sembarang nyontek," tandas dalang bernama asli I Wayan Nardayana ini.

Lantas, apa sanksi bagi perekam pementasan yang sembunyi-sembunyi? Dalang kelahiran Tabanan, 5 Juli 1966, ini pernah memergoki seseorang yang merekam pementasannya tanpa izin serta diedarkan dalam VCD. Saat ini kasusnya telah dilaporkan ke Polres Tabanan. "Jadi kalau dia merekam harus mendapat izin dari dalang," tandasnya seraya menyebutkan ada pula sebuah badan penyiaran yang pernah secara sembunyi-sembunyi merekam pementasannya dan disiarkan tanpa izin.

"Karya seni harus dihargai, karenanya setiap perekaman harus ada perjanjian," sekali lagi dalang muda itu menegaskan. a mengaku telah terikat kontrak dengan perusahaan rekaman Bali Record dan telah mengeluarkan VCD berjudul "Rano Taksehi". "Mengapa saya bikin VCD? Mungkin suatu saat saya tidak bisa mendalang, barangkali karena faktor usia, maka generasi kita bisa melihat pementasan kita," begitu alasan dalang yang pentas rata-rata 20 kali per bulan ini.

Jika ia ngotot tak mau di-video-kan, dalang yang juga almuni SMA Dwi Tunggal Tabanan ini lebih suka gaya mendalangnya ditiru oleh orang lain. Bahkan dengan terang-terangan ia memberikan ilmu-ilmu dalangnya pada dalang dari Tegal Jadi, IB Mantra Manuaba. Dalang yang mengajak sanggar-sanggar di seputar desanya untuk berkolaborasi dalam pewayangan ini berharap suatu saat apa yang dia bawakan bisa ditiru oleh orang lain. Menurutnya, seniman Bali memang memiliki keyakinan seperti itu, apa yang dia bawakan kalau ditiru orang lain tidak masalah. "Menurut saya, kalau tidak ditiru berarti tidak bagus, kalau ada yang meniru berarti bagus," katanya mantap. Keyakinan ini merontokkan aturan tentang hak cipta, tetapi itulah keyakinan sang dalang. (mus)

 


 

ke atas

 
LIVE RADIO GLOBAL
Live Radio Global FM Kinijani

 

ACARA RADIO & TV

 

CUACA

www.bali-travelnews.com