kembali ke halaman depan
bunga2.gif (1033 bytes)   Minggu Umanis, 29 Juni 2003 tarukan valas
 

OLAH RAGA


Lawan Persela Sore ini.

Pertarungan Hidup Mati Persekaba

Denpasar (Bali Post) -
Ibarat terjun ke medan laga, hanya ada dua pilihan hidup atau mati sekalian. Sepertinya persamaan itu kini melekat pada tim Persekaba Badung yang kini berjuang lewat pertarungan hidup-mati dari posisi ambang kritis degradasi pada lanjutan kompetisi divisi satu di Stadion Samudra Kuta, Minggu (29/6) sore ini.

Mereka hanya memiliki satu alternatif agar tim Keris Lanata ini bisa lebih bernapas yakni kemenangan penuh melawan pimpinan puncak grup B Persela Lamongan yang sudah merebut tiket delapan besar. ''Kami dalam posisi di ujung tanduk. Ya, hanya kemenangan saja yang bisa membantu kami. Karena kalah berarti tamat alias siap-siap lagi merangkak dari divisi II. Mengingat pentingnya pertandingan ini, kami minta Agus Santiko dkk. tampil maksimal untuk membalas budi baik pengurus,'' harap Ketua Harian Persekaba A.A. Ngurah Sudiarsa yang juga manajer tim Persekaba, Sabtu (28/6) kemarin.

Impian Sudiarsa agar timnya bisa memetik kemenangan sehingga kian jauh dari jurang degradasi, sama dengan harapan pengurus lainnya dan masyarakat Badung termasuk trio pelatih Iwan Setiawan, Sujata dan Muska Adi.

''Segalanya sudah kami bekali teknik, fisik, mental dan taktik. Kami hanya berharap anak-anak siap mental, tampil penuh all out guna memenangkan partai keramat ini,'' tukas pelatih kepala Iwan Setiawan.

Cederanya Hariman Siregar dan Julianhar yang terkena akumulasi, memaksa Iwan menempatkan gelandang Jae Young Jin berperan di second striker, mendukung upaya duet bomber Amsar dan Agus Santiko. Jae disupport dua gelandang Gangga Mudana dan Untung Sudrajat.

''Formasi menyerang sejak awal dengan 3-4-2-3 tetap kami pilih tampil di kandang. Tetapi karena dua pemain pilar absen, kami terpaksa optimalkan Jae di tengah,'' ujar Iwan menjawab bagaimana taktik yang akan diterapkan. Perubahan materi itu diyakini Iwan tidak terlalu berpengaruh. Walau dominan menyerang sebagai bagian taktiknya, Iwan mengaku tidak melupakan pertahanan yang kokoh dan solid. Di lini belakang gelandang jangkung Wayan Mudita akan mengawal gawang kiper Anisyah bersama Indrahadi dan Lukit. Sementara dua wing back yang memiliki mobilitas tinggi dipercayakan kepada Samsul (kanan) dan Fabanyo di kiri.

Tentang kekuatan Persela diakui materinya merata dan solid di semua lini. Jatmiko dkk. bahkan memiliki serangan balik yang mematikan. Tetapi Iwan tetap tenang, dia percaya penuh dengan racikannya meladeni tim tamu yang ditukangi Riono Asnan.

Agus Santiko striker gempal Persekaba, berharap mendapat umpan-umpan matang. Striker yang telah mengoleksi tiga gol itu bertekad membawa timnya merebut poin penuh. ''Semoga impian saya jadi nyata,'' harap Agus Santiko diamini Jae Young Jin dan juga pemain asal Kedonganan Gangga Mudana.

''All Out''

Manajer tim Persela Fadli dan pelatih Riono Asnan mengaku tetap mengintruksikan timnya tampil all out, walau pihaknya sudah pasti merebut tiket delapan besar. Alasannya, selain ingin mencetak kemenangan sempurna, juga merasa malu kepada 300 lebih La Mania kalau tampil asal-asalan.

''Kami tidak ada kompromi. Anak-anak kami pikir begitu juga karena jika menang tentu bisa lebih banyak dapat bonus. Wajar tuan rumah ingin menang, tidak salah juga jika kami pun bermaksud sama,'' urai Fadli dan Riono. Tetapi yang jelas karena kedua tim bertekad menang, pertandingan pasti akan seru dan menarik. Tetapi kalau toh juga perjuangan Persela gagal, hal itu sudah pasti diterima dengan lapang dada. ''Olah raga sportif, karena itu jangan dikotori,'' tambah Riono Asnan. (kmb11)

 


 

ke atas

 
LIVE RADIO GLOBAL
Live Radio Global FM Kinijani

 

ACARA RADIO & TV

 

CUACA

www.bali-travelnews.com