Lawan Persela Sore ini.
Pertarungan Hidup Mati
Persekaba
Denpasar (Bali
Post) -
Ibarat terjun ke medan laga, hanya ada dua pilihan hidup atau
mati sekalian. Sepertinya persamaan itu kini melekat pada tim
Persekaba Badung yang kini berjuang lewat pertarungan hidup-mati
dari posisi ambang kritis degradasi pada lanjutan kompetisi
divisi satu di Stadion Samudra Kuta, Minggu (29/6) sore ini.
Mereka hanya memiliki satu
alternatif agar tim Keris Lanata ini bisa lebih bernapas yakni
kemenangan penuh melawan pimpinan puncak grup B Persela Lamongan
yang sudah merebut tiket delapan besar. ''Kami dalam posisi di
ujung tanduk. Ya, hanya kemenangan saja yang bisa membantu kami.
Karena kalah berarti tamat alias siap-siap lagi merangkak dari
divisi II. Mengingat pentingnya pertandingan ini, kami minta
Agus Santiko dkk. tampil maksimal untuk membalas budi baik
pengurus,'' harap Ketua Harian Persekaba A.A. Ngurah Sudiarsa
yang juga manajer tim Persekaba, Sabtu (28/6) kemarin.
Impian Sudiarsa agar
timnya bisa memetik kemenangan sehingga kian jauh dari jurang
degradasi, sama dengan harapan pengurus lainnya dan masyarakat
Badung termasuk trio pelatih Iwan Setiawan, Sujata dan Muska Adi.
''Segalanya sudah kami
bekali teknik, fisik, mental dan taktik. Kami hanya berharap
anak-anak siap mental, tampil penuh all out guna memenangkan
partai keramat ini,'' tukas pelatih kepala Iwan Setiawan.
Cederanya Hariman Siregar
dan Julianhar yang terkena akumulasi, memaksa Iwan menempatkan
gelandang Jae Young Jin berperan di second striker, mendukung
upaya duet bomber Amsar dan Agus Santiko. Jae disupport dua
gelandang Gangga Mudana dan Untung Sudrajat.
''Formasi menyerang sejak
awal dengan 3-4-2-3 tetap kami pilih tampil di kandang. Tetapi
karena dua pemain pilar absen, kami terpaksa optimalkan Jae di
tengah,'' ujar Iwan menjawab bagaimana taktik yang akan
diterapkan. Perubahan materi itu diyakini Iwan tidak terlalu
berpengaruh. Walau dominan menyerang sebagai bagian taktiknya,
Iwan mengaku tidak melupakan pertahanan yang kokoh dan solid. Di
lini belakang gelandang jangkung Wayan Mudita akan mengawal
gawang kiper Anisyah bersama Indrahadi dan Lukit. Sementara dua
wing back yang memiliki mobilitas tinggi dipercayakan kepada
Samsul (kanan) dan Fabanyo di kiri.
Tentang kekuatan Persela
diakui materinya merata dan solid di semua lini. Jatmiko dkk.
bahkan memiliki serangan balik yang mematikan. Tetapi Iwan tetap
tenang, dia percaya penuh dengan racikannya meladeni tim tamu
yang ditukangi Riono Asnan.
Agus Santiko striker
gempal Persekaba, berharap mendapat umpan-umpan matang. Striker
yang telah mengoleksi tiga gol itu bertekad membawa timnya
merebut poin penuh. ''Semoga impian saya jadi nyata,'' harap
Agus Santiko diamini Jae Young Jin dan juga pemain asal
Kedonganan Gangga Mudana.
''All Out''
Manajer tim Persela Fadli
dan pelatih Riono Asnan mengaku tetap mengintruksikan timnya
tampil all out, walau pihaknya sudah pasti merebut tiket delapan
besar. Alasannya, selain ingin mencetak kemenangan sempurna,
juga merasa malu kepada 300 lebih La Mania kalau tampil
asal-asalan.
''Kami tidak ada kompromi.
Anak-anak kami pikir begitu juga karena jika menang tentu bisa
lebih banyak dapat bonus. Wajar tuan rumah ingin menang, tidak
salah juga jika kami pun bermaksud sama,'' urai Fadli dan Riono.
Tetapi yang jelas karena kedua tim bertekad menang, pertandingan
pasti akan seru dan menarik. Tetapi kalau toh juga perjuangan
Persela gagal, hal itu sudah pasti diterima dengan lapang dada.
''Olah raga sportif, karena itu jangan dikotori,'' tambah Riono
Asnan. (kmb11)
|