Sandro Tobing
Masih Bercabang
CUKUP
lama nama Sandro Tobing seakan "lenyap" dari blantika
musik Indonesia. Kendati begitu, juara Bintang Radio dan
Televisi (BRTV) pada tahun 1980-an dan sempat merajai kancah
penyanyi solo pria saat itu, kini tetap punya obsesi tersendiri
di dunia musik Indonesia. Pria yang juga sempat membintangi
beberapa judul film dan sinetron ini mengaku tetap tidak
melupakan obsesi lama tarik suaranya, ingin tetap eksis dan
memberi sesuatu buat perkembangan musik Indonesia.
"Untuk saat ini,
karir yang saya geluti masih bercabang. Ya nyanyi, jadi pemain
sinetron dan mengisi acara tertentu," tandas Sandro Tobing
di sela acara final lomba menyanyi solo tingkat nasional yang
digelar Yayasan Adhi Mekar Indonesia (AMI) di Hotel Nikki
Denpasar, belum lama ini.
Apa komentar penyanyi
kelahiran Medan, 17 Maret 1963 ini, tentang potensi para
penyanyi muda Bali saat ini? Secara umum ia menilai, potensi
vokal anak sekarang lebih baik dibanding dulu. "Dari segi
teknik dan penguasaan vokal, anak sekarang banyak mengalami
kemajuan. Ini mungkin didukung teknologi musik dan informasi
yang terbukti mempengaruhi bakat dan potensi mereka musik sangat
cepat," papar pria yang punya motto "tidak ada yang
sempurna di dunia" ini.
Lalu, bagi Sandro, apa
yang perlu dilakukan untuk memajukan dunia musik anak ke depan?
"Kalau itu, kembali ke individu masing-masing anak. Ya,
kita hanya men-support dan memberi wadah untuk berkompetisi yang
akan menciptakan kemajuan tersendiri," komentar penyanyi
yang telah menelorkan 13 album solo dan berencana akan
berkalaborasi dengan musisi Fariz RM pada albumnya yang ke-14
nanti.
Selain itu, penyanyi yang
punya hobi makan serba enak ini mengaku punya keinginan yang
belum tercapai. Apa lagi? "Saya ingin memiliki studio
rekaman sendiri dan ingin sekali berbuat sosial di saat
menjelang usia lanjut nanti," ungkapnya. Bolehlah.
(adri)
|