Jika
''Charlie's Angels'' Beraksi lagi
DUA
cincin perak di tangan dua tokoh yang berbeda, hilang dicuri.
Ini bukan cincin biasa, karena bila digabung akan dapat membaca
kode untuk mengungkap database satu dokumen rahasia. Banyak
pihak bahkan sampai kalangan kejahatan internasional
menginginkan dokumen berisikan data mengenai mereka yang masuk
dalam program perlindungan saksi pemerintah federal. Ketika
korban mulai berjatuhan, Dylan Sanders, Natalie Cook, dan Alex
Munday (tiga agen khusus dari biro detektif partikelir Townsend
Detective Agency pimpinan Charlie) ditugaskan untuk turun tangan.
Beratnya, kali ini masalah
sedikit melibatkan masa lalu Dylan yang ternyata salah satu
saksi yang masuk program perlindungan dan masih dikejar-kejar
mantan pacarnya yang hendak balas dendam, Seamus. Selain itu
lawan utama mereka yang menjadi dalang di balik semua kejadian
bukan orang asing bagi mereka, bahkan mengetahui seluk-beluk dan
banyak hal tentang Charlie's Angels. Dia tak lain Madison Lee,
mantan salah satu angel yang ambisius dan berubah jahat. Boleh
juga, jagoannya wanita, lawan utamanya juga wanita.
Ketika ''Charlie's
Angels'' dirilis dua tahun silam, sejumlah kalangan menganggap
film yang diangkat dari serial televisi populer itu sebagai satu
karya yang tidak ada apa-apanya. Ia tak bedanya dengan film laga
kebanyakan yang menjual gelegar baku ledak dan baku tembak,
serta pertarungan antartokohnya. Ia menarik ditonton karena
kecantikan dan kesan seksi tiga pemeran utamanya, Cameron Diaz,
Drew Barrymore dan Lucy Liu. Orang boleh saja menilai demikian,
namun tak bisa dimungkiri, sebagai sebuah barang dagangan,
Charlie's Angels termasuk laku keras dan memberi keuntungan tak
sedikit bagi studio pembuatnya. Itu pula alasannya mengapa
produsernya begitu semangat untuk menggarap sekuel atau
kelanjutannya.
Seperti sekuel film lain
yang diharapkan bisa lebih bagus dan lebih sukses dari film
sebelumnya, "Charlie's Angels: Full Throttle" (CAFT)
ini juga punya beban yang sama. Dari segi pemasukan memang belum
bisa diketahui seberapa jauh film ini mampu menyedot uang,
karena pemutaran perdana secara resmi di Amerika dan beberapa
negara lain (termasuk di Bali) baru dimulai Jumat (27/6) lalu.
Namun menyimak garapan McG (nama samaran Joseph McGinty Nicol)
ini, bukan tak mungkin akan lebih berhasil dari film pertamanya.
Ada beberapa alasan untuk itu bisa terjadi.
Dari segi bintang, selain
tiga bidadari yang masih utuh tanpa penggantian pemain (Drew
Barrymore, Cameron Diaz dan Lucy Liu), film ini juga menampilkan
sederetan bintang yang cukup familiar di kalangan penggemar
film, seperti Luke Wilson (sebagai pacar Cameron Diaz), Matt
LeBlanc (sebagai pacar Lucy Liu), juga aktor kawakan Inggris
John Cleese (sebagai ayah Lucy Liu).
Lain dari itu, perhatian
pastilah tertuju pada munculnya aktris yang pernah menikmati
bayaran tertinggi setelah melejit dengan film "Ghost",
yakni Demi Moore. Sudah lama penggemar mantan istri aktor Bruce
Willis ini tidak muncul dengan film terbaru yang mampu menyedot
perhatian. Meskipun dalam CAFT porsinya bukan sebagai pemeran
utama, malah menjadi tokoh antagonis yang harus dilenyapkan oleh
trio bidadari jagoan. Sebagai pemeran Madison Lee, penampilan
Demi Moore cukup mencuri perhatian, apalagi ia sempat terlibat
duel tangan kosong dengan para bidadari jagoan. Suguhan adegan
laga dalam CAFT juga digarap dengan apik, meskipun untuk
beberapa bagian perkelahian maupun baku ledak film ini sangat
mirip dengan gaya-gaya dalam film James Bond, Mission
Impossible, atau perkelahian ala film The Matrix. Perhatikan
saja prolognya yang mencekam ketika ketiga bidadari kabur dengan
truk raksasa yang memuat helikopter, sementara di kedua ujung
jembatan, dua bazoka siap menghantam.
Itu rada-rada mirip dengan
prolog film "Die Another Day", "XXX", atau
"The Transporter". Kalau gaya perkelahian para
bidadari yang bisa berjumpalitan sambil menendang mengingatkan
pada film laga Hongkong atau gaya The Matrix, maklum saja,
karena penata kelahinya memang dari Hongkong, yakni Yuen Cheung
Yan. Boleh disimak adegan yang tak kalah serunya di arena
motocross, ketika tiga bidadari mengejar penjahat yang tengah
memburu korban, sementara ada pihak ketiga yang berusaha
menghabisi si penjahat untuk menghilangkan jejak. Semuanya
berlangsung dari atas motor, sambil menendang juga jumpalitan
lalu menembak dengan dua pistol.
CAFT bisa dibilang
berhasil menjadi tontonan yang menghibur. Selain serangkaian
adegan seru dan memanjakan mata (meskipun kadang terkesan muskil,
lupakan saja dulu), film ini juga berhasil mencuatkan
humor-humor segar. Lihat saja misalnya ketika Cameron Diaz
kebelet buang air kecil dan terpaksa masuk kamar kecil pria, ia
dengan santainya duduk di atas closet lalu memelorotkan celana
dalam yang ternyata bergambar Spider-Man!
Kesan parodi yang juga
mengundang senyum, ketika Jason (pacar Alex Munday yang
diperankan Matt LeBlanc) diceritakan menjadi aktor dan sedang
merilis film terbaru berjudul ''Measures Extreme 2" (ME-2),
ada poster film dan baliho gede di depan gedung bioskop.
Perhatikan saja, baik gambar maupun warna, posternya mencangkok
film sukses Mission: Impossible 2 (MI-2). Menarik juga ketika
adegan ayah Alex Munday yang diperankan John Cleese datang
menjenguk putrinya, sang ayah mengatakan kalau hendak menjenguk
ibu Alex yang sedang ada di Bali. Sayang tidak jadi, karena
penerbangan ditunda. Hm, ditunda karena bom Bali atau karena
SARS ya?
* Adnyana
|