Ukuran tak Sama dan
Kekhawatiran Mengidap Penyakit
Wimpie
Pangkahila
Kekhawatiran mengidap
penyakit kelamin saya pikir tidak beralasan karena Anda tidak
pernah melakukan hubungan seksual. Andaikata mengidap penyakit
kelamin akibat melakukan hubungan seksual, tentu Anda akan
merasa sakit pada buah pelir sebelum terjadi perubahan ukuran.
SAYA pria
berusia 22 tahun belum menikah dan belum pernah melakukan
hubungan seksual. Namun ada keluhan pada alat vital saya yaitu
pada testis (buah pelir) saya tepatnya yang sebelah kiri lebih
besar daripada yang kanan dan terkadang muncul rasa nyeri
sedikit. Tetapi sejauh ini tidak ada gangguan pada penis dan
fungsinya. Ini terjadi sejak saya berumur 20 tahun.
Yang ingin saya tanyakan,
apakah itu semua bisa disebabkan saat dulu saya sering melakukan
onani? Apakah karena sering tidak mengenakan celana dalam,
sehingga buah pelir saya turun? Ataukah ada kelainan pada buah
pelir saya tapi mengapa baru terjadi saat saya sudah dewasa?
Atau mungkinkah saya mengidap penyakit kelamin yang berbahaya,
padahal saya belum pernah melakukan hubungan seksual.
JL, Renon.
Saya pikir harus
dipastikan dulu apakah benar ukuran kedua buah pelir Anda tidak
sama. Apakah bukan ada gangguan pada bagian lain di luar buah
pelir sehingga terkesan seolah-olah ukuran buah pelir yang
berubah. Tidak sedikit orang beranggapan seperti Anda. Tetapi
setelah mendapat pemeriksaan, ternyata normal saja, walaupun
sebagian memang ada yang mengalami gangguan. Atau sebagian lain
mengalami gangguan bukan di buah pelir, melainkan di luar buah
pelir. Diperlukan pemeriksaan dengan alat bantu untuk mengukur
volume buah pelir dengan benar. Melalui pemeriksaan juga dapat
diketahui ada tidaknya gangguan di sekitar buah pelir, seperti
pembuluh darah, saluran sperma, dan kemungkinan adanya timbunan
cairan. Tanpa pemeriksaan yang benar, sulit menentukan ada
tidaknya gangguan pada buah pelir dan sekitarnya. Sebagai contoh,
cukup banyak remaja yang mengalami pelebaran pembuluh darah di
sekitar buah pelir, yang disebut varikokel. Sepintas, mungkin
tampak sebagai pembesaran ukuran buah pelir, sehingga yang
bersangkutan menganggap ukuran buah pelirnya berubah.
Tetapi andaikata benar
kedua buah pelir Anda tidak berukuran sama, yang pasti itu tidak
disebabkan karena sering melakukan masturbasi. Tidak ada akibat
fisik apa pun karena melakukan masturbasi. Tidak mengenakan
celana dalam juga tidak akan mengakibatkan ukuran buah pelir
terganggu sehingga berbeda dengan yang satu lagi.
Kekhawatiran mengidap
penyakit kelamin saya pikir tidak beralasan karena Anda tidak
pernah melakukan hubungan seksual. Andaikata mengidap penyakit
kelamin akibat melakukan hubungan seksual, tentu Anda akan
merasa sakit pada buah pelir sebelum terjadi perubahan ukuran.
Daripada Anda terganggu
perasaan khawatir berkepanjangan, saya sarankan Anda
memeriksakan diri untuk mengetahui ada tidaknya gangguan itu.
Dengan demikian, kalau memang ada gangguan, dapat segera diatasi.
Saya seorang gadis berusia
19 tahun dan masih berstatus mahasiswa. Saya mempunyai pacar dan
sudah pernah melakukan hubungan seksual sejak saya berumur 17
tahun. Saat saya melakukan hubungan seksual, pacar saya tidak
pernah mengeluarkan spermanya di dalam. Dia selalu mengeluarkan
di luar.
Pertanyaan saya, apakah
pacar saya merasa puas saat melakukan hubungan seksual karena
spermanya dikeluarkan di luar? Apakah saya bisa hamil jika
sperma dikeluarkan di dalam vagina saya jika hanya sekali?
Ada salah satu teman saya
mempunyai problem, yaitu saat melakukan hubungan seksual selalu
mengeluarkan darah yang cair, apakah itu menunjukkan ada masalah?
Dok, setelah saya sering
melakukan hubungan seksual, saya merasa bentuk tubuh saya
berubah seperti semakin kurus dan pantat mengecil, apakah itu
ada pengaruhnya.
WNL, Denpasar
Apa yang dilakukan oleh
pacar Anda adalah suatu cara pencegahan kehamilan yang sederhana,
disebut sanggama terputus. Dengan mengatur ejakulasi terjadi di
luar vagina, maka dapat dihindari terjadinya kehamilan. Tetapi
cara ini tidak selalu mudah dilakukan karena tidak selalu mudah
mengontrol terjadinya ejakulasi di luar vagina. Karena itu
keberhasilannya untuk mencegah kehamilan tidak dapat diandalkan.
Kalau sampai terjadi
ejakulasi di dalam vagina pada saat Anda mengalami masa subur,
maka kehamilan mungkin terjadi. Jadi walaupun hanya sekali
terjadi ejakulasi di dalam vagina, kemungkinan terjadi kehamilan
tetap ada, kalau berlangsung pada saat subur Anda.
Mengenai puas tidaknya
pacar Anda karena melakukan sanggama terputus, tentu sangat
relatif. Sebagian orang menyatakan cukup puas dengan melakukan
sanggama terputus. Tetapi sebagian lain menyatakan tidak puas
karena merasa terganggu ketika harus melakukan tindakan itu.
Entah, pacar Anda termasuk kelompok yang mana. Tetapi yang pasti,
hubungan seksual tidak menyebabkan bentuk tubuh langsung berubah
seperti yang Anda sebutkan. Kecuali kalau karena melakukan
hubungan seksual, Anda menjadi terganggu, misalnya sampai kurang
istirahat sehingga menjadi kurus.
Mengenai darah yang selalu
keluar setiap kali melakukan hubungan seksual, tentu itu bukan
sesuatu yang normal. Hubungan seksual yang normal tidak akan
mengakibatkan selalu keluar darah. Berarti ada sesuatu gangguan
yang dialami oleh teman Anda itu. Mungkin dia tidak siap atau
tidak cukup terangsang. Mungkin juga dia mengalami gangguan
berupa keradangan pada kelamin, misalnya pada mulut rahim.
Sarankan agar dia tidak membiarkan gangguan itu terus terjadi.
|