kembali ke halaman depan
bunga2.gif (1033 bytes)   Minggu Umanis, 29 Juni 2003 tarukan valas
 

CERMIN


Ukuran tak Sama dan Kekhawatiran Mengidap Penyakit

Wimpie Pangkahila

Kekhawatiran mengidap penyakit kelamin saya pikir tidak beralasan karena Anda tidak pernah melakukan hubungan seksual. Andaikata mengidap penyakit kelamin akibat melakukan hubungan seksual, tentu Anda akan merasa sakit pada buah pelir sebelum terjadi perubahan ukuran.

SAYA pria berusia 22 tahun belum menikah dan belum pernah melakukan hubungan seksual. Namun ada keluhan pada alat vital saya yaitu pada testis (buah pelir) saya tepatnya yang sebelah kiri lebih besar daripada yang kanan dan terkadang muncul rasa nyeri sedikit. Tetapi sejauh ini tidak ada gangguan pada penis dan fungsinya. Ini terjadi sejak saya berumur 20 tahun.

Yang ingin saya tanyakan, apakah itu semua bisa disebabkan saat dulu saya sering melakukan onani? Apakah karena sering tidak mengenakan celana dalam, sehingga buah pelir saya turun? Ataukah ada kelainan pada buah pelir saya tapi mengapa baru terjadi saat saya sudah dewasa? Atau mungkinkah saya mengidap penyakit kelamin yang berbahaya, padahal saya belum pernah melakukan hubungan seksual.

JL, Renon.

Saya pikir harus dipastikan dulu apakah benar ukuran kedua buah pelir Anda tidak sama. Apakah bukan ada gangguan pada bagian lain di luar buah pelir sehingga terkesan seolah-olah ukuran buah pelir yang berubah. Tidak sedikit orang beranggapan seperti Anda. Tetapi setelah mendapat pemeriksaan, ternyata normal saja, walaupun sebagian memang ada yang mengalami gangguan. Atau sebagian lain mengalami gangguan bukan di buah pelir, melainkan di luar buah pelir. Diperlukan pemeriksaan dengan alat bantu untuk mengukur volume buah pelir dengan benar. Melalui pemeriksaan juga dapat diketahui ada tidaknya gangguan di sekitar buah pelir, seperti pembuluh darah, saluran sperma, dan kemungkinan adanya timbunan cairan. Tanpa pemeriksaan yang benar, sulit menentukan ada tidaknya gangguan pada buah pelir dan sekitarnya. Sebagai contoh, cukup banyak remaja yang mengalami pelebaran pembuluh darah di sekitar buah pelir, yang disebut varikokel. Sepintas, mungkin tampak sebagai pembesaran ukuran buah pelir, sehingga yang bersangkutan menganggap ukuran buah pelirnya berubah.

Tetapi andaikata benar kedua buah pelir Anda tidak berukuran sama, yang pasti itu tidak disebabkan karena sering melakukan masturbasi. Tidak ada akibat fisik apa pun karena melakukan masturbasi. Tidak mengenakan celana dalam juga tidak akan mengakibatkan ukuran buah pelir terganggu sehingga berbeda dengan yang satu lagi.

Kekhawatiran mengidap penyakit kelamin saya pikir tidak beralasan karena Anda tidak pernah melakukan hubungan seksual. Andaikata mengidap penyakit kelamin akibat melakukan hubungan seksual, tentu Anda akan merasa sakit pada buah pelir sebelum terjadi perubahan ukuran.

Daripada Anda terganggu perasaan khawatir berkepanjangan, saya sarankan Anda memeriksakan diri untuk mengetahui ada tidaknya gangguan itu. Dengan demikian, kalau memang ada gangguan, dapat segera diatasi.

Saya seorang gadis berusia 19 tahun dan masih berstatus mahasiswa. Saya mempunyai pacar dan sudah pernah melakukan hubungan seksual sejak saya berumur 17 tahun. Saat saya melakukan hubungan seksual, pacar saya tidak pernah mengeluarkan spermanya di dalam. Dia selalu mengeluarkan di luar.

Pertanyaan saya, apakah pacar saya merasa puas saat melakukan hubungan seksual karena spermanya dikeluarkan di luar? Apakah saya bisa hamil jika sperma dikeluarkan di dalam vagina saya jika hanya sekali?

Ada salah satu teman saya mempunyai problem, yaitu saat melakukan hubungan seksual selalu mengeluarkan darah yang cair, apakah itu menunjukkan ada masalah?

Dok, setelah saya sering melakukan hubungan seksual, saya merasa bentuk tubuh saya berubah seperti semakin kurus dan pantat mengecil, apakah itu ada pengaruhnya.

WNL, Denpasar

Apa yang dilakukan oleh pacar Anda adalah suatu cara pencegahan kehamilan yang sederhana, disebut sanggama terputus. Dengan mengatur ejakulasi terjadi di luar vagina, maka dapat dihindari terjadinya kehamilan. Tetapi cara ini tidak selalu mudah dilakukan karena tidak selalu mudah mengontrol terjadinya ejakulasi di luar vagina. Karena itu keberhasilannya untuk mencegah kehamilan tidak dapat diandalkan.

Kalau sampai terjadi ejakulasi di dalam vagina pada saat Anda mengalami masa subur, maka kehamilan mungkin terjadi. Jadi walaupun hanya sekali terjadi ejakulasi di dalam vagina, kemungkinan terjadi kehamilan tetap ada, kalau berlangsung pada saat subur Anda.

Mengenai puas tidaknya pacar Anda karena melakukan sanggama terputus, tentu sangat relatif. Sebagian orang menyatakan cukup puas dengan melakukan sanggama terputus. Tetapi sebagian lain menyatakan tidak puas karena merasa terganggu ketika harus melakukan tindakan itu. Entah, pacar Anda termasuk kelompok yang mana. Tetapi yang pasti, hubungan seksual tidak menyebabkan bentuk tubuh langsung berubah seperti yang Anda sebutkan. Kecuali kalau karena melakukan hubungan seksual, Anda menjadi terganggu, misalnya sampai kurang istirahat sehingga menjadi kurus.

Mengenai darah yang selalu keluar setiap kali melakukan hubungan seksual, tentu itu bukan sesuatu yang normal. Hubungan seksual yang normal tidak akan mengakibatkan selalu keluar darah. Berarti ada sesuatu gangguan yang dialami oleh teman Anda itu. Mungkin dia tidak siap atau tidak cukup terangsang. Mungkin juga dia mengalami gangguan berupa keradangan pada kelamin, misalnya pada mulut rahim. Sarankan agar dia tidak membiarkan gangguan itu terus terjadi.

 


 

ke atas

 
LIVE RADIO GLOBAL
Live Radio Global FM Kinijani

 

ACARA RADIO & TV

 

CUACA

www.bali-travelnews.com