kembali ke halaman depan
bunga2.gif (1033 bytes)   Minggu Umanis, 29 Juni 2003 tarukan valas
 

CERMIN


Psikologi oleh I Made Rustika

Semangat Belajar Menurun Setelah Berpacaran

Sebuah ikatan pacaran akan bisa harmonis apabila kedua belah pihak mempunyai banyak persamaan. Masing-masing orang mempunyai kepribadian yang unik, latar belakang keluarga yang berbeda-beda. Pada saat orang menjalin suatu ikatan pacaran, perasaan saling tertarik akan bisa dikembangkan kalau kedua belah pihak mempunyai banyak persamaan.

SAYA mempunyai masalah yang sulit, yaitu kurang semangat untuk belajar karena terlalu banyak pikiran sejak saya mempunyai pacar, apalagi saat pacar saya mengatakan putus dengan saya, saya langsung tak semangat untuk pergi ke kampus. Pacar saya keras kepala dan tak bisa diurus, tapi saya sangat sayang padanya walaupun dia juga sering berjudi dan pergi ke tempat hiburan mencari wanita lain. Apakah yang harus saya lakukan sekarang ini? Bagaimana caranya supaya semangat belajar saya tinggi?
P, Denpasar.

Saudari P, apabila ditelusuri kembali permasalahan yang Anda kemukakan, nampak bahwa di satu sisi Anda merasa sangat sayang pada pacar, tapi di sisi lain Anda juga mengatakan bahwa pacar Anda tidak bisa diurus, suka berjudi dan juga suka ke tempat hiburan mencari wanita lain. Bahkan Anda juga mengatakan bahwa pacar Anda juga mengatakan putus dengan Anda sehingga Anda merasa tidak semangat untuk pergi ke kampus. Dari informasi-informasi yang Anda kemukakan nampak bahwa cukup banyak terdapat ketidaksesuaian antara Anda dan pacar.

Terkait dengan pertanyaan Anda yang pertama, apakah yang harus dilakukan sekarang? Mengingat gejolak emosi cukup menguasai diri Anda sekarang maka sangat penting Anda mengevaluasi langkah-langkah yang telah dilakukan atau merenungi kembali arti sebuah hubungan pacaran yang merupakan dasar untuk melangkah ke jenjang pernikahan. Dalam hal ini Anda diharapkan mulai memikirkan bahwa sebuah ikatan pacaran akan bisa harmonis apabila kedua belah pihak mempunyai banyak persamaan. Seperti diketahui bahwa masing-masing orang mempunyai kepribadian yang unik, mempunyai latar belakang keluarga yang berbeda-beda, pada waktu orang menjalin suatu ikatan pacaran, perasaan saling tertarik akan bisa dikembangkan kalau kedua belah pihak mempunyai banyak persamaan. Semakin banyak persamaan yang dimiliki maka semakin mudah bisa mengembangkan perasaan tertariknya.

Persamaan di sini baik dalam hal kegemaran atau hobi, kebanggaan-kebanggaan, norma-norma yang dianut, dan sebagainya. Sebaliknya apabila sangat sedikit ada persamaan maka akan sulit mengembangkan perasaan tertarik. Dalam hal ini saudari P penting untuk merenungi lebih mendalam dengan bertanya dalam hati: ''apakah cukup banyak terdapat persamaan-persamaan dengan pacar, atau Anda terlalu memaksakan diri untuk menjalin hubungan?'' Dalam hal ini sangat penting Anda mengevaluasi diri secara objektif (apa adanya) pergunakan akal sehat untuk mengevaluasi tindakan yang telah dilakukan. Pertimbangan juga tindakan-tindakan yang telah dilakukan oleh pacar Anda selama ini, salah satunya yaitu pergi ke tempat hiburan mencari wanita lain. Apabila ini benar, maka Anda bisa bertanya dalam hati: ''kalau sekarang saja ia sudah menunjukkan tindakan yang tidak setia dengan mencari wanita lain di tempat hiburan, bagaimana nanti setelah menikah bukankah hal yang sama akan diulang lagi, bukankah keharmonisan akan sulit bisa dipertahankan apabila salah satu pihak sudah tidak dapat dipercaya?'' Pertanyaan-pertanyaan seperti itu bisa diulang berkali-kali sehingga akal sehat bisa menilai dengan jernih, sehingga penilaian tidak hanya berdasarkan gejolak perasaan. Apabila dari introspeksi itu Anda memperoleh jawaban bahwa Anda terlalu dibawa perasaan selama ini sehingga mempunyai perasaan tertarik yang berlebihan pada pacar, maka selanjutnya Anda diharapkan berani untuk mengambil keputusan, tidak memaksakan diri melanjutkan hubungan dengan pacar yang sekarang dan mencari orang lain yang lebih sesuai dengan diri Anda. Dalam hal ini Anda diharapkan mampu menguasai diri dalam menentukan langkah hidup ke depan bukan sebaliknya Anda dikuasai oleh perasaan sehingga merasa tidak mempunyai arah yang pasti. Lebih-lebih lagi pacar Anda sudah mengatakan putus, maka diharapkan Anda berani menunjukkan diri bahwa Anda tidak bisa diperlakukan seenaknya, Anda juga mempunyai harga diri. Untuk menguatkan diri berbisiklah dalam hati: ''untung saya mengetahui lebih dini perilaku negatif pacar saya, kalau saya mengetahui kebiasaan buruknya setelah menikah maka akibatnya akan lebih buruk.''

Sebaliknya apabila dari perenungan, Anda menyimpulkan bahwa antara Anda dan pacar Anda banyak terdapat persamaan-persamaan, serta Anda bisa memaafkan perilaku kurang baiknya, maka keputusan yang Anda ambil tentu bisa berbeda. Dalam hal ini Anda diharapkan memilih pilihan yang lebih banyak sisi positifnya. Mengenai pertanyaan kedua tentang meningkatkan semangat belajar, langkah-langkahnya antara lain.

Meningkatkan tanggung jawab pada diri sendiri
Dalam perjalanan hidup manusia ia mempunyai tugas-tugas yang harus diselesaikan, salah satu tugas dalam masa remaja adalah menemukan identitas diri (mau jadi apa nanti). Untuk bisa mewujudkan hal ini orang diharapkan bertanggung jawab pada dirinya sendiri, apabila ia mau menggeluti suatu profesi tertentu maka diharapkan mau menggelutinya dengan serius, mau belajar atau kuliah dengan serius. Apabila orang tidak bertanggung jawab pada dirinya sendiri maka ia tidak terlalu memikirkan masa depannya. Dalam kaitannya dengan meningkatkan semangat belajar berbisiklah dalam hati; ''masa depan saya sangat tergantung pada usaha yang saya lakukan sekarang, apabila saya malas belajar sekarang maka saya akan kalah bersaing dengan orang lain di masa yang akan datang''. Setiap kali dorongan untuk belajar menurun berbisiklah dalam hati: ''saya harus bertanggung jawab pada masa depan saya''.

Membuat keselarasan antara dorongan berpacaran dan dorongan belajar
Dalam kegiatan belajar kadangkala orang merasa semangat belajarnya dihambat oleh dorongan untuk berpacaran (dorongan berpacaran dipandang negatif sehingga harus dihindari). Apabila tepat menempatkan atau memandangnya dorongan berpacaran bisa juga meningkatkan semangat untuk menyelesaikan studi. Untuk itu diharapkan mampu menguasai diri, bisa memilah-milah dengan baik permasalahan yang dihadapi, tidak diombang-ambingkan oleh perasaan, sehingga dorongan berpacaran berjalan dengan baik sejalan dengan berkobarnya semangat belajar.

 


 

ke atas

 
LIVE RADIO GLOBAL
Live Radio Global FM Kinijani

 

ACARA RADIO & TV

 

CUACA

www.bali-travelnews.com