Psikologi oleh I Made Rustika
Semangat Belajar
Menurun Setelah Berpacaran
Sebuah ikatan pacaran akan
bisa harmonis apabila kedua belah pihak mempunyai banyak
persamaan. Masing-masing orang mempunyai kepribadian yang unik,
latar belakang keluarga yang berbeda-beda. Pada saat orang
menjalin suatu ikatan pacaran, perasaan saling tertarik akan
bisa dikembangkan kalau kedua belah pihak mempunyai banyak
persamaan.
SAYA
mempunyai masalah yang sulit, yaitu kurang semangat untuk
belajar karena terlalu banyak pikiran sejak saya mempunyai pacar,
apalagi saat pacar saya mengatakan putus dengan saya, saya
langsung tak semangat untuk pergi ke kampus. Pacar saya keras
kepala dan tak bisa diurus, tapi saya sangat sayang padanya
walaupun dia juga sering berjudi dan pergi ke tempat hiburan
mencari wanita lain. Apakah yang harus saya lakukan sekarang ini?
Bagaimana caranya supaya semangat belajar saya tinggi?
P, Denpasar.
Saudari P, apabila
ditelusuri kembali permasalahan yang Anda kemukakan, nampak
bahwa di satu sisi Anda merasa sangat sayang pada pacar, tapi di
sisi lain Anda juga mengatakan bahwa pacar Anda tidak bisa
diurus, suka berjudi dan juga suka ke tempat hiburan mencari
wanita lain. Bahkan Anda juga mengatakan bahwa pacar Anda juga
mengatakan putus dengan Anda sehingga Anda merasa tidak semangat
untuk pergi ke kampus. Dari informasi-informasi yang Anda
kemukakan nampak bahwa cukup banyak terdapat ketidaksesuaian
antara Anda dan pacar.
Terkait dengan pertanyaan
Anda yang pertama, apakah yang harus dilakukan sekarang?
Mengingat gejolak emosi cukup menguasai diri Anda sekarang maka
sangat penting Anda mengevaluasi langkah-langkah yang telah
dilakukan atau merenungi kembali arti sebuah hubungan pacaran
yang merupakan dasar untuk melangkah ke jenjang pernikahan.
Dalam hal ini Anda diharapkan mulai memikirkan bahwa sebuah
ikatan pacaran akan bisa harmonis apabila kedua belah pihak
mempunyai banyak persamaan. Seperti diketahui bahwa
masing-masing orang mempunyai kepribadian yang unik, mempunyai
latar belakang keluarga yang berbeda-beda, pada waktu orang
menjalin suatu ikatan pacaran, perasaan saling tertarik akan
bisa dikembangkan kalau kedua belah pihak mempunyai banyak
persamaan. Semakin banyak persamaan yang dimiliki maka semakin
mudah bisa mengembangkan perasaan tertariknya.
Persamaan di sini baik
dalam hal kegemaran atau hobi, kebanggaan-kebanggaan,
norma-norma yang dianut, dan sebagainya. Sebaliknya apabila
sangat sedikit ada persamaan maka akan sulit mengembangkan
perasaan tertarik. Dalam hal ini saudari P penting untuk
merenungi lebih mendalam dengan bertanya dalam hati: ''apakah
cukup banyak terdapat persamaan-persamaan dengan pacar, atau
Anda terlalu memaksakan diri untuk menjalin hubungan?'' Dalam
hal ini sangat penting Anda mengevaluasi diri secara objektif (apa
adanya) pergunakan akal sehat untuk mengevaluasi tindakan yang
telah dilakukan. Pertimbangan juga tindakan-tindakan yang telah
dilakukan oleh pacar Anda selama ini, salah satunya yaitu pergi
ke tempat hiburan mencari wanita lain. Apabila ini benar, maka
Anda bisa bertanya dalam hati: ''kalau sekarang saja ia sudah
menunjukkan tindakan yang tidak setia dengan mencari wanita lain
di tempat hiburan, bagaimana nanti setelah menikah bukankah hal
yang sama akan diulang lagi, bukankah keharmonisan akan sulit
bisa dipertahankan apabila salah satu pihak sudah tidak dapat
dipercaya?'' Pertanyaan-pertanyaan seperti itu bisa diulang
berkali-kali sehingga akal sehat bisa menilai dengan jernih,
sehingga penilaian tidak hanya berdasarkan gejolak perasaan.
Apabila dari introspeksi itu Anda memperoleh jawaban bahwa Anda
terlalu dibawa perasaan selama ini sehingga mempunyai perasaan
tertarik yang berlebihan pada pacar, maka selanjutnya Anda
diharapkan berani untuk mengambil keputusan, tidak memaksakan
diri melanjutkan hubungan dengan pacar yang sekarang dan mencari
orang lain yang lebih sesuai dengan diri Anda. Dalam hal ini
Anda diharapkan mampu menguasai diri dalam menentukan langkah
hidup ke depan bukan sebaliknya Anda dikuasai oleh perasaan
sehingga merasa tidak mempunyai arah yang pasti. Lebih-lebih
lagi pacar Anda sudah mengatakan putus, maka diharapkan Anda
berani menunjukkan diri bahwa Anda tidak bisa diperlakukan
seenaknya, Anda juga mempunyai harga diri. Untuk menguatkan diri
berbisiklah dalam hati: ''untung saya mengetahui lebih dini
perilaku negatif pacar saya, kalau saya mengetahui kebiasaan
buruknya setelah menikah maka akibatnya akan lebih buruk.''
Sebaliknya apabila dari
perenungan, Anda menyimpulkan bahwa antara Anda dan pacar Anda
banyak terdapat persamaan-persamaan, serta Anda bisa memaafkan
perilaku kurang baiknya, maka keputusan yang Anda ambil tentu
bisa berbeda. Dalam hal ini Anda diharapkan memilih pilihan yang
lebih banyak sisi positifnya. Mengenai pertanyaan kedua tentang
meningkatkan semangat belajar, langkah-langkahnya antara lain.
Meningkatkan
tanggung jawab pada diri sendiri
Dalam perjalanan hidup manusia ia mempunyai tugas-tugas yang
harus diselesaikan, salah satu tugas dalam masa remaja adalah
menemukan identitas diri (mau jadi apa nanti). Untuk bisa
mewujudkan hal ini orang diharapkan bertanggung jawab pada
dirinya sendiri, apabila ia mau menggeluti suatu profesi
tertentu maka diharapkan mau menggelutinya dengan serius, mau
belajar atau kuliah dengan serius. Apabila orang tidak
bertanggung jawab pada dirinya sendiri maka ia tidak terlalu
memikirkan masa depannya. Dalam kaitannya dengan meningkatkan
semangat belajar berbisiklah dalam hati; ''masa depan saya
sangat tergantung pada usaha yang saya lakukan sekarang, apabila
saya malas belajar sekarang maka saya akan kalah bersaing dengan
orang lain di masa yang akan datang''. Setiap kali dorongan
untuk belajar menurun berbisiklah dalam hati: ''saya harus
bertanggung jawab pada masa depan saya''.
Membuat
keselarasan antara dorongan berpacaran dan dorongan belajar
Dalam kegiatan belajar kadangkala orang merasa semangat
belajarnya dihambat oleh dorongan untuk berpacaran (dorongan
berpacaran dipandang negatif sehingga harus dihindari). Apabila
tepat menempatkan atau memandangnya dorongan berpacaran bisa
juga meningkatkan semangat untuk menyelesaikan studi. Untuk itu
diharapkan mampu menguasai diri, bisa memilah-milah dengan baik
permasalahan yang dihadapi, tidak diombang-ambingkan oleh
perasaan, sehingga dorongan berpacaran berjalan dengan baik
sejalan dengan berkobarnya semangat belajar.
|