kembali ke halaman depan
bunga2.gif (1033 bytes)   Minggu Umanis, 29 Juni 2003 tarukan valas
 

BERITA


Pasar Seririt Hangus Terbakar

80 Toko Rata dengan Tanah

Seririt (Bali Post) -
Masyarakat Seririt yang sedang khusyuk merayakan hari suci Kuningan, Sabtu (28/6) kemarin, sekitar pukul 11.00 wita, tiba-tiba dikagetkan dengan kebakaran yang menimpa Pasar Seririt yang disebut-sebut sebagai pasar terbesar kedua di Buleleng. Akibat kejadian itu, diperkirakan 80 toko dan 500 los pasar rata dengan tanah setelah dilalap si jago merah. Selain itu, banyak barang dagangan tidak bisa diselamatkan sehingga kerugian diperkirakan mencapai milyaran rupiah. Informasi yang dikumpulkan Bali Post menyebutkan, kebakaran pasar yang diapit Jl. A Yani dan Jl. Suprapto Seririt itu terjadi ketika situasi di pasar itu sedang kosong karena pedagang dan masyarakat sedang melakukan persembahyangan Kuningan di pura di areal pasar itu. Saat itu hanya sebagian kecil pedagang, terutama pedagang yang sudah tua saja yang masih berada di areal pasar. Sementara sebagian besar pedagang melakukan persembahyangan di pura di ujung timur kawasan pasar itu yang dipimpin Jro Mangku Nyoman Dira.

Menurut pengakuan Ketut Geria (65), kebakaran bermula dari lorong antara toko milik Muliari dan Nengah Gelis. Saat itu, pedagang asal Dusun Solekan Desa Subuk, Kecamatan Busungbiu itu melihat api sudah besar. Ia mengaku langsung berteriak dan ditarik Jro Mami untuk cepat keluar dari pasar itu. "Karena api sudah besar dan tinggi sekali," ungkapnya. Lebih lanjut diceritakan, saat itu Muliari juga tidak tahu asal-usul api yang kemudian menjalar ke toko dan los lainnya. Muliari saat itu sedang membawa sarana persembahyangan ke pura di pasar tersebut. Namun baru saja Muliari menaruh sarana persembahyangan itu, api sudah berkobar tinggi.

Kepala UPT Pasar Buleleng Putu Mara menjelaskan, dalam musibah itu si jago merah meratakan 80 toko dan 500 los pasar, belum termasuk pedagang-pedagang yang tidak memiliki tempat permanen di tengah areal pasar.

Setelah melalap puluhan toko dan los, api baru bisa dipadamkan sekitar pukul 17.00 wita. Wabup Buleleng Gede Wardana langsung meninjau lokasi kejadian. Ditemui wartawan di tengah kerumunan massa, Wardana mengatakan, musibah tersebut merupakan sebuah musibah besar yang menghancurkan sendi-sendi perekonomian Seririt dan Buleleng secara keseluruhan. "Apalagi Seririt ini letaknya di segitiga emas Buleleng," jelasnya.

Sementara Kapolres AKBP Drs. Moh. Safei mengatakan, pihaknya belum bisa memastikan sebab-sebab kebakaran itu termasuk berapa kerugian yang diderita para pedagang dalam musibah ini karena pihaknya belum melakukan pendataan. "Nanti kami akan berkoordinasi dengan Pemkab," kata Safei. (kmb15)

 


 

ke atas

 
LIVE RADIO GLOBAL
Live Radio Global FM Kinijani

 

ACARA RADIO & TV

 

CUACA

www.bali-travelnews.com