Pasar
Seririt Hangus Terbakar
80
Toko Rata dengan Tanah
Seririt (Bali
Post) -
Masyarakat Seririt yang sedang khusyuk merayakan hari suci
Kuningan, Sabtu (28/6) kemarin, sekitar pukul 11.00 wita,
tiba-tiba dikagetkan dengan kebakaran yang menimpa Pasar Seririt
yang disebut-sebut sebagai pasar terbesar kedua di Buleleng.
Akibat kejadian itu, diperkirakan 80 toko dan 500 los pasar rata
dengan tanah setelah dilalap si jago merah. Selain itu, banyak
barang dagangan tidak bisa diselamatkan sehingga kerugian
diperkirakan mencapai milyaran rupiah. Informasi yang
dikumpulkan Bali Post menyebutkan, kebakaran pasar yang diapit
Jl. A Yani dan Jl. Suprapto Seririt itu terjadi ketika situasi
di pasar itu sedang kosong karena pedagang dan masyarakat sedang
melakukan persembahyangan Kuningan di pura di areal pasar itu.
Saat itu hanya sebagian kecil pedagang, terutama pedagang yang
sudah tua saja yang masih berada di areal pasar. Sementara
sebagian besar pedagang melakukan persembahyangan di pura di
ujung timur kawasan pasar itu yang dipimpin Jro Mangku Nyoman
Dira.
Menurut pengakuan Ketut
Geria (65), kebakaran bermula dari lorong antara toko milik
Muliari dan Nengah Gelis. Saat itu, pedagang asal Dusun Solekan
Desa Subuk, Kecamatan Busungbiu itu melihat api sudah besar. Ia
mengaku langsung berteriak dan ditarik Jro Mami untuk cepat
keluar dari pasar itu. "Karena api sudah besar dan tinggi
sekali," ungkapnya. Lebih lanjut diceritakan, saat itu
Muliari juga tidak tahu asal-usul api yang kemudian menjalar ke
toko dan los lainnya. Muliari saat itu sedang membawa sarana
persembahyangan ke pura di pasar tersebut. Namun baru saja
Muliari menaruh sarana persembahyangan itu, api sudah berkobar
tinggi.
Kepala UPT Pasar Buleleng
Putu Mara menjelaskan, dalam musibah itu si jago merah meratakan
80 toko dan 500 los pasar, belum termasuk pedagang-pedagang yang
tidak memiliki tempat permanen di tengah areal pasar.
Setelah melalap puluhan
toko dan los, api baru bisa dipadamkan sekitar pukul 17.00 wita.
Wabup Buleleng Gede Wardana langsung meninjau lokasi kejadian.
Ditemui wartawan di tengah kerumunan massa, Wardana mengatakan,
musibah tersebut merupakan sebuah musibah besar yang
menghancurkan sendi-sendi perekonomian Seririt dan Buleleng
secara keseluruhan. "Apalagi Seririt ini letaknya di
segitiga emas Buleleng," jelasnya.
Sementara Kapolres AKBP
Drs. Moh. Safei mengatakan, pihaknya belum bisa memastikan
sebab-sebab kebakaran itu termasuk berapa kerugian yang diderita
para pedagang dalam musibah ini karena pihaknya belum melakukan
pendataan. "Nanti kami akan berkoordinasi dengan Pemkab,"
kata Safei. (kmb15)
|