Aksi Solidaritas Irak...
Muhammadiyah
Turun ke Jalan,
Ponpes Qomarul Huda Istigotsah
Mataram
(Bali Post) -
Aksi solidaritas untuk Irak, Selasa (1/4) dilakukan
keluarga besar organisasi otonom Muhammadiyah dan Pondok
Pesantren Qomarul Huda Bagu Lombok Tengah. Namun aksi
keduanya berbeda, Muhammadiyah berunjuk rasa ke kantor
Gubernur, sedangkan Ponpes Qomarul Huda melakukan
istigotsah di pesantrennya.
Tidak kurang dari
seribu pelajar, mahasiswa, pemuda, dan keluarga panti
asuhan Muhammadiyah turun ke jalan, dan berunjuk rasa
menentang agresi militer Amerika Serikat (AS) dan
sekutunya ke Irak. Menurut Ketua PW Pemuda Muhammadiyah
NTB Khalid Fajri, pemerintah RI lebih baik keluar dari PBB
jika organisasi negara-negara dunia itu tak mampu
menghentikan kebiadaban AS dan sekutunya.
Khalid yang juga
korlap aksi melihat dampaknya ke Indonesia jika AS tidak
segera menghentikan keangkuhannya ke Irak. Pasalnya,
serangan ke Irak persoalan kemanusiaan dan pelanggaran
terhadap HAM, yang tentunya umat muslim di Indonesia ikut
prihatin.
Pagi itu Khalid dan
pasukannya diterima Asisten Tata Praja Setda NTB, Drs. HL
Bakri. Ingin bertemu Gubernur, namun Harun saat itu harus
ke Bagu Loteng untuk menghadiri hari lahir ke-41 Ponpes
Qomarul Huda, yang dirangkai dengan acara istigotsah dan
kuliah perdana program diploma dua (D2) di ponpes pimpinan
TGH. L.M. Tudmudzi Badruddin tersebut.
Bakri menyampaikan
bahwa Pemprop NTB sangat mendukung aksi solidaritas
terhadap Irak. Sebab, perang Teluk yang berkepanjangan
sangat tidak baik bagi perkembangan dunia, termasuk
Indonesia. Namun Bakri berharap kepada masyarakat,
khususnya umat Islam agar lebih banyak berdoa di
masjid-masjid.
Sementara Gubernur
Harun saat di Ponpes Qomarul Huda kembali menekankan,
dirinya mengutuk dan sangat menyesalkan serangan ke Irak.
Harun meminta masyarakat untuk banyak berdoa,
beristigotsah dan melakukan qunut nazilah agar kedzoliman
ini segera berakhir.
Terkait dengan
pendidikan di ponpes, Harun mengingatkan dua hal. Pertama
hendaknya mengembangkan pola pendidikan masyarakat Islam
dalam lingkungan ponpes menjadi pola pengembangan
perubahan masyarakat maju, dengan memperhatikan faktor
sosial dan lingkungannya. Kemudian pengembangan pola
pengabdian masyarakat melalui sistem ponpes dan
mempedomani kebijakan pemerintah. (046)
|