kembali ke halaman depan

 

 

 

 

Jumat Kliwon, 4 April 2003

 Nusatenggara


Aksi Solidaritas Irak...

Muhammadiyah Turun ke Jalan,
Ponpes Qomarul Huda Istigotsah

Mataram (Bali Post) -
Aksi solidaritas untuk Irak, Selasa (1/4) dilakukan keluarga besar organisasi otonom Muhammadiyah dan Pondok Pesantren Qomarul Huda Bagu Lombok Tengah. Namun aksi keduanya berbeda, Muhammadiyah berunjuk rasa ke kantor Gubernur, sedangkan Ponpes Qomarul Huda melakukan istigotsah di pesantrennya.

Tidak kurang dari seribu pelajar, mahasiswa, pemuda, dan keluarga panti asuhan Muhammadiyah turun ke jalan, dan berunjuk rasa menentang agresi militer Amerika Serikat (AS) dan sekutunya ke Irak. Menurut Ketua PW Pemuda Muhammadiyah NTB Khalid Fajri, pemerintah RI lebih baik keluar dari PBB jika organisasi negara-negara dunia itu tak mampu menghentikan kebiadaban AS dan sekutunya.

Khalid yang juga korlap aksi melihat dampaknya ke Indonesia jika AS tidak segera menghentikan keangkuhannya ke Irak. Pasalnya, serangan ke Irak persoalan kemanusiaan dan pelanggaran terhadap HAM, yang tentunya umat muslim di Indonesia ikut prihatin.

Pagi itu Khalid dan pasukannya diterima Asisten Tata Praja Setda NTB, Drs. HL Bakri. Ingin bertemu Gubernur, namun Harun saat itu harus ke Bagu Loteng untuk menghadiri hari lahir ke-41 Ponpes Qomarul Huda, yang dirangkai dengan acara istigotsah dan kuliah perdana program diploma dua (D2) di ponpes pimpinan TGH. L.M. Tudmudzi Badruddin tersebut.

Bakri menyampaikan bahwa Pemprop NTB sangat mendukung aksi solidaritas terhadap Irak. Sebab, perang Teluk yang berkepanjangan sangat tidak baik bagi perkembangan dunia, termasuk Indonesia. Namun Bakri berharap kepada masyarakat, khususnya umat Islam agar lebih banyak berdoa di masjid-masjid.

Sementara Gubernur Harun saat di Ponpes Qomarul Huda kembali menekankan, dirinya mengutuk dan sangat menyesalkan serangan ke Irak. Harun meminta masyarakat untuk banyak berdoa, beristigotsah dan melakukan qunut nazilah agar kedzoliman ini segera berakhir.

Terkait dengan pendidikan di ponpes, Harun mengingatkan dua hal. Pertama hendaknya mengembangkan pola pendidikan masyarakat Islam dalam lingkungan ponpes menjadi pola pengembangan perubahan masyarakat maju, dengan memperhatikan faktor sosial dan lingkungannya. Kemudian pengembangan pola pengabdian masyarakat melalui sistem ponpes dan mempedomani kebijakan pemerintah. (046)

 

CUACA


ACARA TV & RADIO


Radio Global FM 99,15 (LIVE)