Harun
Khawatir SARS Masuk NTB
Mataram
(Bali Post) -
Pemerintah Propinsi NTB sangat mengkhawatirkan munculnya
kasus sindrom pernapasan sangat akut (SARS) masuk ke
wilayah NTB. Untuk itu Gubernur H. Harun Al Rasyid,
memerintahkan instansi terkait melakukan koordinasi dan
meningkatkan kewaspadaan.
"Walau belum
terjangkit, ini daerah turis. Jadi kita sangat khawatir,
karena penyakit ini risiko matinya besar," kata Harun
menjawab wartawan usai didata petugas BPS, berkaitan
dengan pendataan pemilih dan penduduk berkelanjutan (P4B),
di Pendopo Gubernur, Selasa (1/4).
Harun meminta,
beberapa dinas, seperti Dinas Kesehatan, Dinas Perhubungan
dan Dinas Pariwisata, aktif menjalin komunikasi dengan
pelaku pariwisata (hotel dan restoran) dan pihak bandara
maupun pelabuhan. Apalagi NTB kini terbuka masuknya
wisatawan mencanegara, seperti melalui penerbangan
langsung Silk Air dari Singapura ke Mataram. Antisipasi
kemungkinan SARS, menurut Harun, tak hanya dari bandara
atau pelabuhan, tetapi perlu diwaspadai juga muncul di
hotel-hotel. Untuk itu Harun mengimbau hotel-hotel untuk
berkoordinasi dengan pemprop dan segera melaporkan kalau
menemukan adanya tanda-tanda SARS pada tamunya.
Kekhawatiran Harun
bukan saja dari masuknya wisman ke NTB, tetapi penyakit
mematikan ini sulit terdeteksi, apalagi penularannya di
antaranya lewat udara. Makanya semua pihak harus
mewaspadainya dan unsur terkait proaktif memberikan
penjelasan kepada masyarakat.
Dicatat BPS
Pelaksanaan P4B di
NTB telah dimulai, Selasa (1/4) pagi lalu. Untuk Kota
Mataram, petugas pencatat yang dikontrak BPS bergerak
mendatangi para pejabat teras NTB, seperti Gubernur Harun
Al Rasyid, Wali Kota Mataram H.Moh.Ruslan, S.H., dan Ketua
DPRD NTB, Drs. HL Serinata serta sejumlah pejabat lainnya.
Harun dan istri Hj.
Siti Nurainy, didatangi petugas pencatat, Rita Hendrawati,
S.P., sekitar pukul 07.30 pagi, di pendopo Gubernur. Rita
saat itu didampingi Kepala BPS NTB, Muchsin Ayub, dan
Sekretaris Perwakilan Sekretariat Umum KPU NTB, Drs. I
Gst. Putu Supartha.
Wawancara dilakukan
Rita mulai dari nama keluarga, pekerjaan hingga adanya
keluarga yang mengalami cacat. Bahkan akte kelahiran dan
surat nikah Harun pun dipertanyakan. Saat itu Harun dengan
penuh guyonan mengatakan kalau akte kelahirannya
tertinggal di Jakarta.
Dalam waktu yang
bersamaan, Wali Kota Mataram H.Moh.Ruslan, S.H., bersama
istri juga menerima sejumlah petugas P4B di Pendopo Wali
Kota. Petugas P4B dari KPU Kota Mataram mencatat secara
rinci identitas Wali Kota beserta istri dan anak-anaknya.
Setelah melakukan pendataan pertama di Pendopo Wali Kota,
petugas tadi kemudian melanjutnya tugasnya di tempat
lainnya.
Sementara itu kepada
wartawan, Harun mengimbau masyarakat untuk menyambut baik
kedatangan para petugas P4B. Ini penting agar potensi SDM
NTB bisa terdata dengan baik dan informasi masyarakat
sangat bermanfaat bagi proses pembangunan di daerah ini.
(046/049)
|