kembali ke halaman depan

 

 

 

 

Jumat Kliwon, 4 April 2003

 Nusatenggara


Harun Khawatir SARS Masuk NTB

Mataram (Bali Post) -
Pemerintah Propinsi NTB sangat mengkhawatirkan munculnya kasus sindrom pernapasan sangat akut (SARS) masuk ke wilayah NTB. Untuk itu Gubernur H. Harun Al Rasyid, memerintahkan instansi terkait melakukan koordinasi dan meningkatkan kewaspadaan.

"Walau belum terjangkit, ini daerah turis. Jadi kita sangat khawatir, karena penyakit ini risiko matinya besar," kata Harun menjawab wartawan usai didata petugas BPS, berkaitan dengan pendataan pemilih dan penduduk berkelanjutan (P4B), di Pendopo Gubernur, Selasa (1/4).

Harun meminta, beberapa dinas, seperti Dinas Kesehatan, Dinas Perhubungan dan Dinas Pariwisata, aktif menjalin komunikasi dengan pelaku pariwisata (hotel dan restoran) dan pihak bandara maupun pelabuhan. Apalagi NTB kini terbuka masuknya wisatawan mencanegara, seperti melalui penerbangan langsung Silk Air dari Singapura ke Mataram. Antisipasi kemungkinan SARS, menurut Harun, tak hanya dari bandara atau pelabuhan, tetapi perlu diwaspadai juga muncul di hotel-hotel. Untuk itu Harun mengimbau hotel-hotel untuk berkoordinasi dengan pemprop dan segera melaporkan kalau menemukan adanya tanda-tanda SARS pada tamunya.

Kekhawatiran Harun bukan saja dari masuknya wisman ke NTB, tetapi penyakit mematikan ini sulit terdeteksi, apalagi penularannya di antaranya lewat udara. Makanya semua pihak harus mewaspadainya dan unsur terkait proaktif memberikan penjelasan kepada masyarakat.

Dicatat BPS

Pelaksanaan P4B di NTB telah dimulai, Selasa (1/4) pagi lalu. Untuk Kota Mataram, petugas pencatat yang dikontrak BPS bergerak mendatangi para pejabat teras NTB, seperti Gubernur Harun Al Rasyid, Wali Kota Mataram H.Moh.Ruslan, S.H., dan Ketua DPRD NTB, Drs. HL Serinata serta sejumlah pejabat lainnya.

Harun dan istri Hj. Siti Nurainy, didatangi petugas pencatat, Rita Hendrawati, S.P., sekitar pukul 07.30 pagi, di pendopo Gubernur. Rita saat itu didampingi Kepala BPS NTB, Muchsin Ayub, dan Sekretaris Perwakilan Sekretariat Umum KPU NTB, Drs. I Gst. Putu Supartha.

Wawancara dilakukan Rita mulai dari nama keluarga, pekerjaan hingga adanya keluarga yang mengalami cacat. Bahkan akte kelahiran dan surat nikah Harun pun dipertanyakan. Saat itu Harun dengan penuh guyonan mengatakan kalau akte kelahirannya tertinggal di Jakarta.

Dalam waktu yang bersamaan, Wali Kota Mataram H.Moh.Ruslan, S.H., bersama istri juga menerima sejumlah petugas P4B di Pendopo Wali Kota. Petugas P4B dari KPU Kota Mataram mencatat secara rinci identitas Wali Kota beserta istri dan anak-anaknya. Setelah melakukan pendataan pertama di Pendopo Wali Kota, petugas tadi kemudian melanjutnya tugasnya di tempat lainnya.

Sementara itu kepada wartawan, Harun mengimbau masyarakat untuk menyambut baik kedatangan para petugas P4B. Ini penting agar potensi SDM NTB bisa terdata dengan baik dan informasi masyarakat sangat bermanfaat bagi proses pembangunan di daerah ini. (046/049)

 

CUACA


ACARA TV & RADIO


Radio Global FM 99,15 (LIVE)