kembali ke halaman depan

 

 

 

 

Jumat Kliwon, 4 April 2003

 Nusatenggara


Nyepi, Momentum Tepat untuk Pengendalian Diri

Mataram (Bali Post) -
Renungan dan introspeksi diri adalah hal penting dari brata penyepian. Orang tidak pernah melakukan instrospeksi bisa bersifat jumawa (menang sendiri) dan sulit mendengarkan nasihat apalagi kritik orang lain.

Wakil Sekretaris Jenderal (Sekjen) Pengurus Pusat Kesatuan Mahasiswa Hindu Dharma Indonesia (PP KMHDI) I.Gde Wiska mengatakan hal itu, di Mataram, Selasa (1/4). Wiska menyebut invasi Amerika Serikat (AS) ke Irak sebagai salah satu contoh. "Jika seluruh umat manusia di muka bumi ini melaksanakan brata penyepian, melakukan perenungan dan introspeksi diri, maka agresi yang menelan korban jiwa tak berdosa itu tidak akan terjadi," ujarnya.

Menurut Wiska dalam Nyepi, umat Hindu selain melakukan instrospeksi diri, juga diharapkan mengasah kepedulian pada sesama manusia dan membantu penderitaan mereka yang terkena musibah. "Pada saat Nyepi kali ini, marilah kita berdoa semoga penderitaan rakyat Irak segera berlalu," ajaknya.

Ditambahkan, makna Nyepi juga mengajarkan agar umat Hindu melakukan kerja sama yang baik dan menggalang solidaritas antarsesama manusia. "Sebagai manusia kita tidak bisa hidup sendiri-sendiri. Kita selalu tergantung pada pihak lain, tetapi kita pun harus bisa melepaskan ketergantungan itu jika tidak diperlukan," katanya.

Ribuan Umat

Sementara itu, ribuan umat Hindu di Lombok merayakan Nyepi dengan damai. Perayaan catur brata penyepian sesuai dengan prosesi yang dilakukan umat Hindu di Bali yang diawali dengan pawai ogoh-ogoh sehari menjelang Nyepi. Sejumlah perkampungan Hindu pada perayaan Nyepi 2 April 2003 tampak sepi pada pagi hari, sedangkan malam hari suasana gelap gulita. Gang-gang pada perkampungan Hindu diberi tanda khusus, sebagai isyarat sedang terjadi pelaksanaan catur brata penyepian. Sedangkan masyarakat yang tidak merayakannya memberikan penghargaan yang cukup berarti bagi kelangsungan pelaksanaan Nyepi selama sehari semalam itu.

Ketua PHDI NTB I Gde Mandia, S.H., mengatakan, tidak ada sesuatu yang spesifik pada perayaan Nyepi tahun ini. Prosesi perayaan dilakukan sebagaimana perayaan Nyepi tahun-tahun sebelumnya, baik menyangkut ritual agama maupun prosesi budaya. Para pecalang tampak masih aktif menjaga keamanan di lingkungannya dengan menggunakan pakaian adat. Pada beberapa gang tampak pajangan ogoh-ogoh yang semula ikut serta dalam pawai.

Sementara sehari sebelum perayaan Nyepi diisi dengan rangkaian pawai ogoh-ogoh yang menampilkan 74 peserta dari seluruh banjar yang ada di Mataram. Acara yang dibuka Gubernur NTB Harun Al Rasyid itu, disaksikan ribuan penonton dari segala penjuru Lombok. Masing-masing ogoh-ogoh yang tampil memiliki makna tersendiri yang tidak jauh dari upaya menghindari sifat-sifat butakala. Setelah pawai, ogoh-ogoh dibakar, dipajang atau pun di-prelina.

Selain pawai ogoh-ogoh di kota Mataram, pawai serupa pun terdapat di kecamatan Narmada melibatkan 12 ogoh-ogoh. Kendati pelaksanaan dilakukan di Narmada, dalam upacara tawur kesanga dilakukan di satu tempat, yakni di Pura Mayura. Kata Gde Mandia, masing-masing kecamatan berhak melakukan pawai ogoh-ogoh tanpa harus berkonsentrasi melakukannya di kota Mataram.

Sementara Gubernur NTB melepas acara itu dengan memukul kentongan. Sebelum melepas peserta pertama, Harun mengatakan kegiatan pawai ogoh-ogoh tidak hanya mengandung nilai agama, melainkan juga nilai budaya. Oleh karena itu, Harun meminta agar kegiatan semacam itu dipertahankan. Sedangkan Wali Kota Mataram, Moh.Ruslan, S.H., mengemukakan catur brata penyepian bisa memperkokoh kerukunan antarumat beragama, persatuan dan kesatuan. Hal yang unik pada perayaan Nyepi di Lombok adalah dilakukannya perang api di Negarasaka, Sweta. Namun atraksi ini nyaris luput dari penonton, karena waktu yang dibutuhkan relatif singkat. Esensi dari perang api yang menggunakan bahan baku daun kelapa yang disulut api tersebut adalah untuk mengusir butakala yang bersarang dalam diri manusia, baik sifat serakah, tamak, loba, dan lain-lain. (049/045)

 

CUACA


ACARA TV & RADIO


Radio Global FM 99,15 (LIVE)