kembali ke halaman depan

 

 

 

 

Jumat Kliwon, 4 April 2003

 Nusantara


Upacara ''Tawur Agung'' Dipusatkan 
di Candi Prambanan

Yogjakarta (Bali Post) -
Upacara Tawur Agung Kesanga atau Marisudha Bhumi di Pulau Jawa dipusatkan Kompleks Candi Prambanan, Yogyakarta, Selasa (1/4) lalu. Seperti tahun-tahun sebelumnya, upacara itu selalu dihadiri ribuan umat Hindu yang datang dari Yogyakarta, Jawa Tengah, dan Jawa Timur.

Prosesi upacara Tawur Agung yang dihadiri hampir 15.000 ribu umat Hindu itu, merupakan puncak perayaan keagamaan umat Hindu guna menyambut hari raya Nyepi Tahun Saka 1925, pada Rabu (2/4).

Upacara ritual yang merupakan rangkaian upacara menyambut hari raya Nyepi di Candi Prambanan itu, selain dihadiri oleh umat yang berasal dari Bali, juga umat asli Jawa yang tersebar di Jawa Tengah dan Jawa Timur. Mereka sengaja hadir untuk turut serta dalam upacara ritual penyucian diri ini. Kehadiran mereka mudah dikenali, dengan mengenakan pakaian adat khas Hindu Jawa yang membedakan dengan Umat Hindu Bali, walaupun mereka juga berbaur satu sama lain.

Rangkaian upacara yang dimulai sejak pukul 08.00 WIB, diawali dengan prosesi matur piuning dari dalam Candi Siwa, Brahma dan Wisnu yang dilakukan oleh seorang Wasi dengan menggunakan air suci. Kemudian dilanjutkan dengan upacara mendak tirta dari dalam Candi Siwa yang merupakan pusat kompleks Candi Prambanan. Prosesi menjemput air suci dari Candi Siwa yang harus mengelilingi candi atau pradaksina tiga kali dipimpin oleh Wasi Akhir, Wasi Basir dan Wasi Kamto, selanjutnya diikuti oleh Ketua Panitia Perayaan Hari Raya Nyepi Saka 1925 Kompol Drs. I Wayan Sunartha, Nyoman Suaba dan Nyoman Mertha, di belakangmnya diikuti rombongan para pembawa sesaji dan pembawa bendera yang berjumlah 9 buah yang menandakan sembilan mata angin.

Setelah dilakukan pengambilan air suci, rombongan kembali ke tempat pemujaan, dan dilakukan pembacaan Weda Wakya Keagungan Dharma dari Kitab Sarasamuscaya yang dibacakan oleh Drs. Ida Bagus Panji dan Anak Agung Putra, S.Pd. Tari Rejang Dewa juga mengisi acara perayaan penyambutan hari raya Nyepi.

Puncak Upacara Tawur Agung dilakukan di tempat pemujaan sisi sebelah selatan Candi Prambanan. Upacara persembahyangan Tawur Agung dipimpin Begawan Putra Manuaba Pendaming yang didampingi Resi Gunawan Putra Keninten dan Begawan Istri Agung Gayatri. Persembahyangan diakhiri dengan acara Puja Trisandya, kramaning sembah, nunas tirta serta bija dan nasi caru.

Kompol Drs. I Wayan Sunartha selaku Ketua Umum pelaksanaan upacara hari raya Nyepi Tahun Saka 1925 di Yogyakarta mengatakan, melalui perayaan upacara Tawur Agung yang merupakan upacara menyambut hari raya Nyepi, diharapkan dapat mengajak seluruh umat Hindu menyatukan pikiran dan hati dalam Tahun Saka 1925. Diharapkan pula dengan semangat hari raya Nyepi, umat Hindu dapat memayung hayuning buwono, dan bermakna untuk menebalkan tekad dalam melestarikan alam.

Lebih lanjut I Wayan Sunartha menjelaskan, ritual Tawur Agung Kesanga ini merupakan upacara pergantian tahun yang menurutnya suatu peralihan biasanya akan membawa perubahan suasana, perasaan dan terlebih lagi sehubungan dengan kehidupan manusia. Untuk itu, dalam menghadapi peralihan tersebut perlu usaha-usaha untuk memperkokoh pikiran. (put)

 

CUACA


ACARA TV & RADIO


Radio Global FM 99,15 (LIVE)