Upacara
''Tawur Agung'' Dipusatkan
di Candi Prambanan
Yogjakarta
(Bali Post) -
Upacara Tawur Agung Kesanga atau Marisudha Bhumi di Pulau
Jawa dipusatkan Kompleks Candi Prambanan, Yogyakarta,
Selasa (1/4) lalu. Seperti tahun-tahun sebelumnya, upacara
itu selalu dihadiri ribuan umat Hindu yang datang dari
Yogyakarta, Jawa Tengah, dan Jawa Timur.
Prosesi upacara
Tawur Agung yang dihadiri hampir 15.000 ribu umat Hindu
itu, merupakan puncak perayaan keagamaan umat Hindu guna
menyambut hari raya Nyepi Tahun Saka 1925, pada Rabu
(2/4).
Upacara ritual yang
merupakan rangkaian upacara menyambut hari raya Nyepi di
Candi Prambanan itu, selain dihadiri oleh umat yang
berasal dari Bali, juga umat asli Jawa yang tersebar di
Jawa Tengah dan Jawa Timur. Mereka sengaja hadir untuk
turut serta dalam upacara ritual penyucian diri ini.
Kehadiran mereka mudah dikenali, dengan mengenakan pakaian
adat khas Hindu Jawa yang membedakan dengan Umat Hindu
Bali, walaupun mereka juga berbaur satu sama lain.
Rangkaian upacara
yang dimulai sejak pukul 08.00 WIB, diawali dengan prosesi
matur piuning dari dalam Candi Siwa, Brahma dan Wisnu yang
dilakukan oleh seorang Wasi dengan menggunakan air suci.
Kemudian dilanjutkan dengan upacara mendak tirta dari
dalam Candi Siwa yang merupakan pusat kompleks Candi
Prambanan. Prosesi menjemput air suci dari Candi Siwa yang
harus mengelilingi candi atau pradaksina tiga kali
dipimpin oleh Wasi Akhir, Wasi Basir dan Wasi Kamto,
selanjutnya diikuti oleh Ketua Panitia Perayaan Hari Raya
Nyepi Saka 1925 Kompol Drs. I Wayan Sunartha, Nyoman Suaba
dan Nyoman Mertha, di belakangmnya diikuti rombongan para
pembawa sesaji dan pembawa bendera yang berjumlah 9 buah
yang menandakan sembilan mata angin.
Setelah dilakukan
pengambilan air suci, rombongan kembali ke tempat
pemujaan, dan dilakukan pembacaan Weda Wakya Keagungan
Dharma dari Kitab Sarasamuscaya yang dibacakan oleh Drs.
Ida Bagus Panji dan Anak Agung Putra, S.Pd. Tari Rejang
Dewa juga mengisi acara perayaan penyambutan hari raya
Nyepi.
Puncak Upacara Tawur
Agung dilakukan di tempat pemujaan sisi sebelah selatan
Candi Prambanan. Upacara persembahyangan Tawur Agung
dipimpin Begawan Putra Manuaba Pendaming yang didampingi
Resi Gunawan Putra Keninten dan Begawan Istri Agung
Gayatri. Persembahyangan diakhiri dengan acara Puja
Trisandya, kramaning sembah, nunas tirta serta bija dan
nasi caru.
Kompol Drs. I Wayan
Sunartha selaku Ketua Umum pelaksanaan upacara hari raya
Nyepi Tahun Saka 1925 di Yogyakarta mengatakan, melalui
perayaan upacara Tawur Agung yang merupakan upacara
menyambut hari raya Nyepi, diharapkan dapat mengajak
seluruh umat Hindu menyatukan pikiran dan hati dalam Tahun
Saka 1925. Diharapkan pula dengan semangat hari raya
Nyepi, umat Hindu dapat memayung hayuning buwono, dan
bermakna untuk menebalkan tekad dalam melestarikan alam.
Lebih lanjut I Wayan
Sunartha menjelaskan, ritual Tawur Agung Kesanga ini
merupakan upacara pergantian tahun yang menurutnya suatu
peralihan biasanya akan membawa perubahan suasana,
perasaan dan terlebih lagi sehubungan dengan kehidupan
manusia. Untuk itu, dalam menghadapi peralihan tersebut
perlu usaha-usaha untuk memperkokoh pikiran. (put)
|