Pesawat Tempur
AS Jatuh
Baghdad -
Di hari ke-15 Operation Enduring Freedom, AS kehilangan
pesawat tempur F/A-18c Hornets dan helikopter UH-60 Black
Hawk. Pesawat tempur dan helikopter itu tengah diselidiki
penyebab kejatuhannya, meskipun diyakini disebabkan oleh
tembakan pasukan Irak. Jatuhnya pesawat tersebut
diperkirakan menewaskan delapan personelnya.
Laporan dari kapal
induk USS Kitty Hawk menyebutkan, pesawat tersebut dalam
misi menyerang kota Karbala, selatan Baghdad, untuk
mendukung pasukan Difisi Infanteri 3 yang tengah bertempur
dengan pasukan Garda Republik. Penyebab jatuhnya pesawat
itu tidak diketahui, demikian pula dengan pilotnya.
''Namun sebelum jatuh, pilot sempat melaporkan adanya
tembakan meriam antipesawat udara,'' kata Letnan Brooke
DeWalt, juru bicara USS Kitty Hawks.
Sementara itu di
Komando Pusat di Qatar Jenderal Vincent Brooke mengatakan,
di wilayah tersebut ditembakkan sejumlah rudal darat ke
darat dan darat ke udara. Televisi Irak menayangkan
reruntuhan yang diyakini pesawat Hornets tersebut.
Menteri Penerangan
Irak Mohammed Said al-Sahhaf menyatakan, pasukan khusus
Irak Fadayeen berhasil menembak jatuh pesawat AS tersebut.
''Kita akan membuat mereka kelelahan. Pemimpin akan
memutuskan waktu dan metode yang tepat untuk membersihkan
wilayah kita ini dari mereka,'' katanya.
AS juga memberitakan
sebuah helikopter Black Hawk UH-60 jatuh di pinggiran kota
Baghdad yang menewaskan tujuh orang dan mencederai empat
lainnya. Pejabat Pentagon menyatakan helikopter itu
dilaporkan ditembak oleh pasukan Irak di dekat kota
Karbala. Saat itu wilayah Karbala menjadi medan
pertempuran antara pasukan Divisi Infanteri 3 dan pasukan
Garda Republik.
Sementara itu,
gelombang pengungsi mulai nampak mengalir keluar dari kota
Baghdad. Sekitar 60 bus yang penuh penumpang dilaporkan
menuju arah selatan. Mike Cerre, koresponden ABC
melaporkan, pasukan Divisi I Marinir memeriksa puluhan
warga Irak yang hendak pergi mengungsi.
''Aliran waga sipil
dengan menggunakan puluhan bus, taksi, truk dan kendaraan
apa pun menuju ke arah selatan. Mereka mencari keluarganya
atau menyerah kepada pasukan AS,'' kata Cerre.
Televisi ABC
menayangkan gambar hitam putih tentang lusinan warga Irak
yang menuju ke arah pasukan AS sambil mengangkat tangan.
Di belakang mereka nampak deretan puluhan bus dan
kendaraan lainnya. (yud/afp)
|