kembali ke halaman depan

 

 

 

 

Jumat Kliwon, 4 April 2003

 Mancanegara


Pesawat Tempur AS Jatuh

Baghdad -
Di hari ke-15 Operation Enduring Freedom, AS kehilangan pesawat tempur F/A-18c Hornets dan helikopter UH-60 Black Hawk. Pesawat tempur dan helikopter itu tengah diselidiki penyebab kejatuhannya, meskipun diyakini disebabkan oleh tembakan pasukan Irak. Jatuhnya pesawat tersebut diperkirakan menewaskan delapan personelnya.

Laporan dari kapal induk USS Kitty Hawk menyebutkan, pesawat tersebut dalam misi menyerang kota Karbala, selatan Baghdad, untuk mendukung pasukan Difisi Infanteri 3 yang tengah bertempur dengan pasukan Garda Republik. Penyebab jatuhnya pesawat itu tidak diketahui, demikian pula dengan pilotnya. ''Namun sebelum jatuh, pilot sempat melaporkan adanya tembakan meriam antipesawat udara,'' kata Letnan Brooke DeWalt, juru bicara USS Kitty Hawks.

Sementara itu di Komando Pusat di Qatar Jenderal Vincent Brooke mengatakan, di wilayah tersebut ditembakkan sejumlah rudal darat ke darat dan darat ke udara. Televisi Irak menayangkan reruntuhan yang diyakini pesawat Hornets tersebut.

Menteri Penerangan Irak Mohammed Said al-Sahhaf menyatakan, pasukan khusus Irak Fadayeen berhasil menembak jatuh pesawat AS tersebut. ''Kita akan membuat mereka kelelahan. Pemimpin akan memutuskan waktu dan metode yang tepat untuk membersihkan wilayah kita ini dari mereka,'' katanya.

AS juga memberitakan sebuah helikopter Black Hawk UH-60 jatuh di pinggiran kota Baghdad yang menewaskan tujuh orang dan mencederai empat lainnya. Pejabat Pentagon menyatakan helikopter itu dilaporkan ditembak oleh pasukan Irak di dekat kota Karbala. Saat itu wilayah Karbala menjadi medan pertempuran antara pasukan Divisi Infanteri 3 dan pasukan Garda Republik.

Sementara itu, gelombang pengungsi mulai nampak mengalir keluar dari kota Baghdad. Sekitar 60 bus yang penuh penumpang dilaporkan menuju arah selatan. Mike Cerre, koresponden ABC melaporkan, pasukan Divisi I Marinir memeriksa puluhan warga Irak yang hendak pergi mengungsi.

''Aliran waga sipil dengan menggunakan puluhan bus, taksi, truk dan kendaraan apa pun menuju ke arah selatan. Mereka mencari keluarganya atau menyerah kepada pasukan AS,'' kata Cerre.

Televisi ABC menayangkan gambar hitam putih tentang lusinan warga Irak yang menuju ke arah pasukan AS sambil mengangkat tangan. Di belakang mereka nampak deretan puluhan bus dan kendaraan lainnya. (yud/afp)

 

CUACA


ACARA TV & RADIO


Radio Global FM 99,15 (LIVE)