kembali ke halaman depan
bunga2.gif (1033 bytes)  Minggu Pon, 27 April 2003 tarukan valas
 

Surat Pembaca


Optimalkan Sumber Daya Kelautan

Rakyat Bali kini punya gurauan baru. Dulu ketika pariwisata masih bersinar kita selalu berucap, apa yang sebaiknya kita makan esok hari? Kini setelah keadaan berbalik 180 derajat, ucapan itu berubah bunyi menjadi: apa esok hari kita masih bisa makan? Siapa yang bisa menjawab dan siapa yang sebaiknya menjawab?

Bali memiliki sumber daya kelautan yang luar biasa. Seorang volunter Jepang pernah berkata pada sebuah seminar : ''Kalau saja Jepang memiliki laut seperti Bali, betapa kaya dan majunya Jepang''. Ketika ditanyakan mengapa bangsa Jepang bisa semaju sekarang, jawabannya adalah : ''kami hanya tidur 3 jam sehari''.

Soal tidur tiga jam sehari, kiranya kita sepakat bahwa hal tersebut sangat mudah. Namun mengelola sumber daya kelautan masih merupakan hal yang sangat sulit. Diperlukan uluran tangan dari Pemerintah Daerah dan idealisme dari para investor kita. Beberapa tenaga muda terdidik yang enerjik, khususnya yang berasal dari Nusa Penida sudah menekuni bidang kelautan ini di beberapa universitas besar di Jawa dan dalam beberapa tahun mendatang akan menjadi sumber daya potensial yang dapat dimanfaatkan untuk memajukan Bali. Laut kita menurut beberapa informasi, sangat kaya dan merupakan tambang uang yang tak ada habis-habisnya.

Gubernur Bali periode mendatang harus memberikan perhatian lebih pada sektor perikanan laut ini. Kalau pelaut asing berlomba-lomba mencuri ikan di perairan kita, tidak disangsikan, pastilah karena wilayah kita yang sangat kaya dan strategis. Saya mengajak semua generasi muda Bali melupakan mimpi indah bidang pariwisata. Bidang ini ternyata sangat rentan terhadap semua bentuk gangguan yang berasal dari luar. Kita tahu, di masa-masa mendatang gangguan itu akan makin banyak dan makin ganas. Saya juga mengimbau Universitas-universitas besar yang ada di Bali untuk berlomba-lomba membuka jurusan Kelautan.

Ada banyak sumber dana hibah dari Bank Dunia yang dapat dimanfaatkan untuk merintis usaha-usaha pembukaan jurusan ini, seperti Semi-Que, Due-like atau TPSDP. Saya juga mengharapkan agar Dinas Diknas Bali proaktif merintis usaha-usaha pembukaan jurusan kelautan di tingkat SMU. Ingat, bidang pertanian sudah tidak menarik lagi bagi anak-anak kita. Dalam sepuluh tahun mendatang ledakan pengangguran akan mengancam seluruh sendi-sendi kehidupan di Bali.

I Ketut Widana, M.M.
Br.Muncan, Desa Muncan, Kapal Mengwi, Badung

 


 

ke atas

 
LIVE RADIO GLOBAL
Live Radio Global FM Kinijani

 

CUACA

www.bali-travelnews.com