kembali ke halaman depan

 

 

 

 

Senin Wage, 17 Pebruari 2003

 Nusantara


Anang Nyebut Anggota TNI

Jakarta (Bali Post) -
Tudingan bahwa penangkapan Anang Sumpena -- tersangka bom Wisma Bhayangkari -- merupakan rekayasa polisi, dibantah. Anang ditangkap Sabtu (15/2) subuh di rumah kosnya di Jalan Bukit Duri No. 43, Jakarta Selatan. Polisi membekuk anggota tim Jihandak Brimob Mabes Polri itu atas dasar uji TKP (tempat kejadian perkara). Polisi menemukan jejak pelaku di tas hitam milik Anang Sumpena.

''Ada lima belas titik sidik jari pelaku yang cocok dengan sidik jari Anang saat dia masih belajar di PTIK (Perguruan Tinggi Ilmu Kepolisian). Jadi, ini bukan rekayasa,'' kata Kombes Prasetyo, Kabid Humas Polda Metro, Minggu (16/2) kemarin di Jakarta. Ia menolak masuknya unsur rekayasa sebagai penutup malu.

Bom Wisma Bhayangkari di Mabes Polri sempat menampar wajah kepolisian di republik ini. Sebagian anggota DPR, yang saat itu melakukan hearing dengan Kapolri, bahkan sempat meledek Jenderal Da'i Bachtiar. Bunyinya kira-kira begini: ''Bagaimana polisi bisa mengamankan negeri ini bila mengamankan kantornya sendiri saja tidak mampu.'' Kapolri hari itu juga mengeluarkan pernyataan keras motif di balik ledakan tak besar itu. ''Ada motif politik di balik ledakan,'' kata Kapolri Jenderal Da'i Bachtiar ketika itu.

Setelah dibawa ke laboratorium forensik, sidik jari Anang Sumpena terdapat di sana. Minggu kemarin, Anang menjalani pemeriksaan lanjutan. ''Dia mengakui sebagai pelakunya. Dia merakit sendiri bom itu di rumah kosnya. Dia tak menyebut jaringannya,'' aku Anang seperti ditirukan Prasetyo, kepada wartawan.

Lantas di mana motif politik seperti yang disebutkan Kapolri ketika itu, belum ada kecocokan rupanya. Prasetyo pun tidak memberi keterangan perihal ini. Keterangan yang berhasil dikorek dari Anang cuma sederhana. Dia merasa sakit hati karena ''dipecat'' atasannya. Maklum, Anang memang tengah kecanduan narkotik dan kerap sakau. Sejak dua tahun lalu, Anang disersi. Proses pemecatannya sedang diselesaikan. Jaringan Anang, kata Prasetyo, akan terus diuber. Salah satunya diduga anggota TNI. Juga disersi. Namun, dugaan ini sudah ditepis Kepala Reserse Kriminal Mabes Polri Komjen Erwin Mappaseng sebelumnya.

Kendati demikian, polisi tak hanya mengiyakan keterangan Anang. Mulutnya akan terus dipaksa menunjukkan bukti-bukti lain mengapa pengeboman itu dilakukan dan siapa saja pelakunya. (kmb7)

 

CUACA


ACARA TV & RADIO


Radio Global FM 99,15 (LIVE)