kembali ke halaman depan

 

 

 

 

Senin Wage, 17 Pebruari 2003

 Mancanegara


Menunggu Keajaiban dari Irak

Menlu Kuwait Sheikh Sabah al-Ahmad al-Sabah menyatakan hanya keajaiban saja yang bisa mencegah rencana AS menyerang Irak. Kepada stasiun Televisi Kuwait al Shabah Minggu (16/2) kemarin menyatakan keajaiban itu hanya akan muncul dari Irak saja yakni dengan memberikan kerjasama penuh kepada tim pemeriksa senjata PBB.

Pemerintah Kuwait secara resmi telah membebaskan dua per tiga wilayahnya untuk dipakai pangkalan militer AS dan Inggris. Negara yang berbatasan langsung dengan Irak itu, akan menjadi titik tolak invasi ke Irak lewat darat dengan pengerahan tak kurang dari 100 ribu pasukan AS dan Inggris. Pasukan Kuwait tidak akan ambil bagian dalam invasi itu. Pemerintah menempatkan tentaranya untuk menjaga keamanan dalam negeri.

Mengutip ucapan pejabat Kemnetrian Pertahanan AS, koran New York Times, edisi Sabtu (15/2) lalu menulis tentang rencana presiden Irak Saddam Hussein menyiapkan strategi untuk menghadang pasukan AS. Startegi itu diantaranya dengan menjebol waduk, menghancurkan jembatan dan membakar sumur-sumur minyak. Untuk meningkatkan ketegangan, warga sipil di Iark selatan, tidak disuplai makanan sebagai dalih perang menyengsarakan warga sipil. Sejumlah pasukan Irak yang ditengarai tidak loyal disebar ke berbagai wilayah. Sementara Pasukan elit Garda Republik akan memainkan Perang Kota melawan pasukan AS dijalanan kota Baghdad.

Irak telah menempatkan rudal darat ke darat di berbagai tempat diwilayah padat penduduk. Di utara kota Baghdad ditempatkan rudal Ababil-50, Ababil-100 dan Frog buatan Rusia. Sistem rudal Ababil-100 juga diarahkan ke Kuwait dan pasukan Amerika.

Pengiriman pasukan dan peralatan militer ke wilayah Teluk tidak berhenti. Kendati posisi di Dewan Keamanan PBB tidak memungkinkan, pemerintah AS tidak menghentikan pengiriman pasukan ke wilayah Teluk. Kini tak kurang 150 ribu pasukan telah menempati pos-posnya di kawasan Teluk. Peralatan berat termasuk kendaraan militer dan amunisi pun mulai berdatangan di fasilitas-fasilitas militer AS. Mereka telah siap untuk begerak namun presiden George W. Bush belum memberikan komando perang.

Pentagon juga memanggil 40 ribu Pasukan Penjaga Keamanan Nasional dan Cadangan. Mereka kini ditempatkan pada posisi aktif dan siap diberangkatkan bila keadaan membutuhkan.

Inggris yang merupakan sekutu AS dalam krisis Irak ini, telah menempatkan seribu pasukan dan 25 pesawat tempurnya di dekat Irak untuk menjaga zona larangan terbang. Angka itu akan meningkat drastis dalam beberapa pekan ke depan dengan kedatangan 100 pesawat tempur (belum termasuk 27 helikopter Puma dan Chinook) dan 8.100 pasukan. Pengiriman itu akan mencapai puncak yakni 40 ribu pasukan. Australia yang konsisten mendukung sikap AS akan memberangkatkan 2 ribu pasukan pendukung.(yud/afp)

Penempatan Pasukan :

Kuwait
Sekitar 70 ribu tentara yang kebanyakan personil Angkatan Darat AS telah mengambil posisi di Kuwait, dekat perbatasan Irak. Dalam sepekan terakhir mereka menggelar latihan dengan menggunakan peluru tajam dalam pergelaran Perang Kota di padang pasir, di dekat garis perbatasan dengan Irak. Korp V AD itu didukung Pasukan Ekspedisi Marinir I.

Di Camp Doha yang berlokasi di Ad-Dawhah, Barat Kuwait City, Divisi Infantri III telah menyiapkan sekitar 9 ribu pasukan. Camp Doha menjadi komponen Komando Pusat AS dan Gugus Tugas Pasukan Koalisi/Gabungan di Kuwait. Di tempat ini Divisi Infantri II didukung Batalion Intelejen 201, Batalion Sinyal 54 dan Batalion Transportasi 831, laporan kelompok riset Global Security.

AS menumpuk persenjataan beratnya di tempat itu meliputi 100 tank M1A1 Abrams, 30 kendaraan tempur Bradley, 30 kendaraan pengangkut pasukan (APC), 12 meriam howitzer 155 mm Paladin, 9 sistem peluncur roket ganda, 48 kendaraan komando, 30 buldozer, 150 truk dan Humvees serta jembatan ponton.

Pangkalan yang didirikan setelah pembebasan Kuawait 1991, juga dipakai sebagai tempat menyimpan pesawat pembom dan AC-130 yang dipindahkan dari pangkalan lain di Arab Saudi. AS dan Inggris menggunakan pangkalan udara Al-Jaber dan Ali Salem untuk mendaratkan pesawat-pesawat tempurnya yang bertugas menjaga zona larangan terbang Irak selatan.

Arab Saudi

Sekitar 5.000 pasukan sebagian besar anggota pasukan tempur Sayap Ekspedisi Udara 363, AS bermarkas di pangkalan udara Prince Sultan di padang pasir Al Kharj, selatan kota Riyadh. Pangkalan ini dipakai sebagai basis armada udara AS yang meliputi Skuadron Tempur, Matamata, Pengisian Bahan Bakar di Udara dan Transportasi Udara.

Di pangkalan ini 72 pesawat termasuk pesawat tempur F-15C, F-15E dan F-16, pesawat radar E-3 AWACS, pesawat mata-mata U2, pesawat anti radar dan pesawat siluman dan pesawat pembawa bahan bakar KC-135 dan KC-10, pesawat transport C-21 dan pesawat SAR HC-130. Dua baterai peluncur rudal Patriot juga ditempatkan di pangkalan ini.

Qatar

Sekitar 6 ribu pasukan menempati pangkalan Udara Al Udeid di barat daya Doha dan As Sayliyah. AS mendirikan kantor Komando Pusat di As Saylihay. Dari tempat ini Jendral Angkatan Darat Tommy Franks mengarahkan pasukannya untuk menyerbu Irak.

Bahrain

Bahrain menjadi markas Armada V AS yang berpusat di Manama. 5 ribu pasukan AL berada di darat dan 15 ribu berada di laut. Di lepas pantai Bahrain beredar 20 kapal perang AS. Armada V ini memimpin kapal-kapal perang AS yang berada di Laut Merah, Laut Arab dan Teluk.

Uni Emirat Arab

Pangkalan militer Al Dhafra dihuni 1.200 militer dan menjadi persinggahan armada Laut AS baik dari Teluk maupun Laut Arab.

Turki

AS dan Inggris menggunakan pangkalan udara Incirlik untuk landasan pesawat tempur yang menjalankan pengawasan di zona larang terbang Irak Utara. Sekitar 50 pesawat tempur berada di pangkalan itu. Kini AS meningkatkan peran Turki menjadi pintu masuk Irak dari utara. Nantinya bila perang meletus 20 ribu pasukan akan melewati wilayah ini. Pasukan Khusus AS yang dikabarkan telah memasuki Irak pekan ini, juga menggunakan perbatasan Turki itu seagai pintu masuk.

 

Jordania

Pemerintah Jordania resmi menolak perang terhadap Irak. Namun AS akan menempatkan 3 baterai peluncur rudal Patriot untuk melindungi Amman dari serangan rudal Irak.

Djibouti

1.300 personil AS ditempatkan di Tanduk Afrika, di negara kecil Djibouti. Gugus tugas tempur itu diperkuat 400 personil yang bermarkas di kapal USS Mount Whitney.

Oman

Pangkalan 2.700 personil AS. Pelabuhan Omani dan pangkalan udara di Oman merupakan persinggahan armada AS sebelum menuju Teluk atau ke Afghanistan.

Afghanistan

Sekitar 10 ribu pasukan AS berada di Afghanistan. Diantaranya adalah Divisi Lintas Udara 82 yang menggantikan Divisi Pegunungan 10.

Laut

Sekitar 35 ribu pasukan AL dan Marinir berada di atas kapal perang AS. Mereka diantaranya berada di atas kapal induk USS Kitty Hawks yang telah meninggalkan markasnya di Jepang. 3 kapal induk lainnya USS Abraham Lincoln berada di Teluk Oman dan USS Constellation di Teluk, USS Harry S Truman di Mediterania. USS Theodore Roosevelt akan menempati posisi di Mediterania setelah menyelasaikan latihan di Puerto Rico.

Inggris mengirim kapal induk HMS Royak Ark dengan dukungan belasan kapal perusak dan penjelajah. Kini armada laut itu telah melewati Terusan Suez dan Laut Merah dan mengambil posisi untuk menyerang Irak.(yud/afp)

 

CUACA


ACARA TV & RADIO


Radio Global FM 99,15 (LIVE)