Kelompok-kelompok yang berisiko kekurangan vitamin A,
pertama adalah bayi berat lahir rendah yaitu bayi yang
waktu lahir beratnya kurang dari 2500 gram. Bayi berat
lahir rendah ini pada umumnya berasal dari ibu yang
kekurangan gizi. Ibu yang kurang gizi akan melahirkan anak
yang kurang gizi juga dan anak ini juga berpotensi
menderita gangguan gizi lain di samping kekurangan vitamin
A. Yang kedua adalah anak yang tidak mendapatkan ASI pada
usia dininya.
-----------------------------------------------
Secara ekonomis,
anak-anak yang berasal dari lingkungan yang miskin dan
keluarga miskin, seperti anak yang tinggal di daerah
pengungsian, anak yang tinggal di daerah yang kekurangan
sumber vitamin A, kekurangan sayur-sayuran hijau,
buah-buahan berwarna jingga, merupakan anak-anak yang
lebih berpotensi mengalami kekurangan vitamin A. Anak-anak
yang tidak mendapat imunisasi, tidak mendapat kapsul
vitamin A dan ibu yang kurang menyediakan sumber vitamin A
pada makanan keluarganya juga sangat berisiko mengalami
kekurangan vitamin A.
--------------------------------------------
Angka kebutaan yang
terjadi akibat kekurangan vitamin A cukup tinggi.
Informasi yang penting untuk disampaikan bahwa salah satu
fungsi dari vitamin A adalah meningkatkan kekebalan tubuh.
Jadi kalau anak sudah menderita kekurangan gizi dan
terkena infeksi akan lebih parah dibandingkan anak yang
kena infeksi dalam keadaan gizi yang baik. Yang sub klinis
itu 10 juta dan itu bukan angka yang kecil, angka yang
cukup besar.
-----------------------------------------------
Mata,
Jendela Kehidupan Kita
Pengantar
Mata adalah jendela
kehidupan, itu satu hal yang rasanya perlu kita camkan
dalam hati. Karena itu memelihara kesehatan mata adalah
prioritas utama bagi kita semua. Tetapi tahukah anda bahwa
menjaga kesehatan mata sebaiknya diawali sejak dini, sejak
anak masih berusia balita atau bahkan sejak berada dalam
kandungan. Sayangnya tidak banyak yang paham tentang hal
ini, sehingga berbagai kasus penyakit mata yang muncul
sudah berada pada kondisi yang buruk hingga sulit untuk
diobati, terutama penyakit mata yang disebabkan oleh
kekurangan vitamin A. Banyak juga yang tidak tahu bahwa
penyakit mata yang disebabkan oleh kekurangan vitamin A
itu relatif sulit untuk disembuhkan dan bisa menyebabkan
terjadinya risiko kebutaan. Perspektif Baru kali ini
berbincang tentang vitamin A dan kesehatan mata dengan dr.
Rachmi Untoro, MPH, Direktur Gizi Masyarakat Departemen
Kesehatan RI, dipandu oleh Ruddy Gobel.
Dr. Rahmi, saya
ingin memulai dengan pertanyaan yang sangat mendasar yang
mungkin sebagian orang sudah tahu tetapi saya yakin banyak
juga yang belum tahu tentang apa sebetulnya vitamin A dan
darimana sumber-sumber vitamin A itu bisa didapatkan.
Kita sebetulnya
sudah belajar sejak SD tentang Ilmu Hayat, vitamin A
adalah suatu zat gizi yang sangat penting bagi manusia,
karena zat gizi ini tidak dibuat oleh tubuh jadi harus
dipenuhi dari luar yaitu makanan. Vitamin A dapat kita
konsumsi dari bahan makanan yang berwarna hijau, seperti
sayur-sayuran warna hijau atau berwarna jingga sebagai
contoh adalah bayam, daun singkong, pepaya yang warnanya
jingga yang matang, hati kuning telur dan juga Air Susu
Ibu (ASI), itu bahan makanan yang kaya dengan vitamin A.
Jika kita tidak bisa mengkonsumsi dari makanan. kita bisa
mendapatkannya dari bahan makanan yang sudah diperkaya
dengan vitamin A. Berbagai makanan sekarang di dalam
labelnya disebutkan sudah diperkaya dengan vitamin A atau
untuk balita saat ini tersedia kapsul vitamin A dengan
dosis tinggi.
Jadi dari apa yang
dikatakan tadi, sebenarnya tidak semua kebutuhan vitamin A
itu diperoleh dari makanan yang mahal harganya, artinya
gizi yang cukup bisa didapatkan dari sumber-sumber yang
banyak tersedia di sekitar kita. Kekurangan vitamin A
seperti yang kita semua sudah pahami menyebabkan kerusakan
mata, tetapi bisa dijelaskan bagaimana itu bisa terjadi?
Kemudian kerusakan mata seperti apa yang disebabkan oleh
kekurangan vitamin A?
Sebelum kita
berbicara tentang kerusakan mata akibat kekurangan vitamin
A, kita melihat dulu mata yang sehat. Mata yang sehat itu
ditandai dengan selaput bening mata yang menutupi bagian
hitam dari mata yang dikenal dengan kornea itu benar-benar
jernih transparan, tembus sinar dan bagian putih mata itu
terlihat putih warnanya. Bagian hitam itu benar-benar
hitam, kelopak warna yang sehat itu dapat membuka dan
menutup dengan baik dan bulu matanya teratur mengarah
keluar pertumbuhannya. Sedangkan mata yang kekurangan
vitamin A , selaput matanya pada daerah hitam dan daerah
putih itu menjadi kering dan bila tidak segera diobati,
selaput mata yang kering ini akan mengakibatkan kebutaan.
Kita tadi sudah mendengar bahwa mata adalah jendela hati,
itu artinya indera mata sangat penting dari 5 indera kita
untuk kita dapat menangkap stimulus2 atau rangsangan2 dari
luar dan itu berkaitan juga dengan kecerdasan.
Salah satu penyakit
mata yang disebabkan kekurangan vitamin A adalah
Xeroftalmia atau keringnya selaput bening mata. Bisa
dijelaskan gejalanya seperti apa dan kemudian bagaimana
mendeteksinya secara dini sehingga masih bisa untuk
diobati?
Mata yang sehat itu
bening, mula-mula saya akan ceritakan kasusnya pada
balita, bila kita melihat balita kita pada waktu menjelang
maghrib atau sudah agak menjelang malam terantuk-antuk
jalannya, itu dikenal dengan buta senja. Kemudian bagian
putih mata itu mengalami kekeringan, kusam dan tidak
bersinar. Kalau pada bagian putih mata itu ada satu bercak
seperti busa sabun, itu tandanya sudah makin parah. Bila
selaput bening yang ada pada bagian hitam atau yang ada
pada kornea sudah mulai kering dan kusam, itu berarti
sudah terjadi kekeringan pada selaput korneanya dan lebih
lanjut lagi sebagian hitam mata itu akan melunak seperti
bubur dan pada akhirnya bagian kornea itu seluruh bagian
hitam melunak dan bola matanya mengecil atau mengempis.
Itulah ciri-ciri orang yang terkena Xeroftalmia atau
keringnya selaput bening mata.
Bagaimana cara
memberikan pengobatan terhadap kasus penyakit mata ini?
Seperti yang saya katakan, kita harus mendapatkan makanan
dari luar karena zat gizi ini harus didapatkan melalui
makanan. Pada anak balita, kita sudah mempunyai program
untuk mencegah kering mata ini dengan memberikan kapsul
vitamin A dengan dosis yang tinggi. Kapsul vitamin A ini
dibagikan setiap bulan Februari dan Agustus setiap tahun,
bisa didapatkan di Puskesmas dan Posyandu terdekat
didaerah masing-masing. Jadi sebetulnya dengan pemberian
kapsul yang relatif mudah ini akan menentukan bagaimana
masa depan dari seorang anak. Bila Ibu terlambat
memberikannya maka pencegahannya juga akan membawa akibat
pada kebutaan nanti.
Kita akan berbicara
lebih general tentang kondisi Indonesia karena ada yang
mengatakan bahwa Indonesia mengalami apa yang disebut
dengan defisiensi vitamin A, apa maksud pernyataan
tersebut sebetulnya?
Tadi saya sampaikan
bahwa kekurangan vitamin A akan menyebabkan kebutaan. Saya
ingin mengingatkan bahwa satu lagi fungsi dari vitamin A
ini adalah meningkatkan daya tahan tubuh atau meningkatkan
kekebalan anak. Anak yang kekurangan vitamin A akan mudah
terserang infeksi, yang untuk anak sehat penyakit itu
tidak menyebabkan kematian atau tidak menyebabkan
kecacatan yang parah, sebagai contoh penyakit yang sering
diderita anak-anak seperti campak, diare, itu akan menjadi
lebih parah bila anak tersebut kurang vitamin A.
Sebetulnya masalah kekurangan vitamin A di Indonesia
secara klinis dan dari segi kesehatan masyarakat bukan
lagi masalah kesehatan masyarakat karena angkanya kurang
dari 0,3% (menurut WHO), tetapi jika diperiksa secara
laboratorium masih terdapat 50% balita yang menderita
vitamin A sub klinis. Kalau diperiksa di laboratorium oleh
ahli, batasannya adalah anak itu mempunyai serum retinol
(calon vitamin A) kurang dari 20 mikrogram /desiliter,
karena itu secara klinis sudah cukup rendah angkanya tapi
secara sub klinis cukup memprihatinkan. Karena 50% dari
balita kita yang berjumlah 20 juta balita atau sekitar 10
juta balita indonesia berpotensi untuk kekurangan vitamin
A. Karena itulah kita membuat program yang menyeluruh
untuk para balita kita.
Berkaitan dengan
defisiensi vitamin A, kelompok mana saja atau kelompok
masyarakat mana saja atau kelompok balita mana saja yang
memiliki resiko tinggi untuk mengalami resiko kekurangan
vitamin A?
Kelompok-kelompok
yang berisiko kekurangan vitamin A, pertama adalah bayi
berat lahir rendah yaitu bayi yang waktu lahir beratnya
kurang dari 2500 gram. Bayi berat lahir rendah ini pada
umumnya berasal dari ibu yang kekurangan gizi. Ibu yang
kurang gizi akan melahirkan anak yang kurang gizi juga dan
anak ini juga berpotensi menderita gangguan gizi lain di
samping kekurangan vitamin A. Yang kedua adalah anak yang
tidak mendapatkan ASI pada usia dininya. Jadi ASI adalah
makanan yang terbaik bagi bayi dan 99% sebetulnya ibu bisa
menyusui, hanya masalah psikologis saja yang bisa
mempengaruhi tidak keluarnya ASI. Jadi tidak beralasan
apabila ada ibu yang mengatakan tidak bisa memberi ASI
karena air susunya tidak keluar padahal semakin sering
dihisap akan semakin banyak pula produksinya.
Air Susu Ibu adalah
sumber vitamin A yang paling baik untuk bayi dan anak
sampai 2 tahun. Anak yang tidak mendapatkan ASI sesudah
berumur 6 bulan maka membutuhkan makanan pendamping ASI
yang bermutu, artinya cukup sumber energinya, cukup
proteinnya, cukup lemaknya, cukup vitamin dan mineralnya
sesuai dengan yang ditetapkan oleh pakar. Anak yang kurang
gizi bisa kita lihat dari grafik pertumbuhannya yang
ditujunka oleh garis merah dan hijau pada Kartu Menuju
Sehat yang terdapat di Posyandu . Jika anak sudah di
ditimbang beratnya di Posyandu dan beratnya berada di
bawah garis merah maka anak tersebut berpotensi berisiko
untuk menderita kekurangan vitamin A dan anak yang sering
menderita infeksi, campak, diare, TBC, infeksi saluran
pernapasan akut dan cacingan akan lebih berisiko
kekurangan vitamin A.
Secara ekonomis,
anak-anak yang berasal dari lingkungan yang miskin dan
keluarga miskin, seperti anak yang tinggal di daerah
pengungsian, anak yang tinggal di daerah yang kekurangan
sumber vitamin A, kekurangan sayur-sayuran hijau,
buah-buahan berwarna jingga, merupakan anak-anak yang
lebih berpotensi mengalami kekurangan vitamin A. Anak-anak
yang tidak mendapat imunisasi, tidak mendapat kapsul
vitamin A dan ibu yang kurang menyediakan sumber vitamin A
pada makanan keluarganya juga sangat berisiko mengalami
kekurangan vitamin A.
Kita sudah berbicara
tentang sebagian besar penyakit mata itu disebabkan karena
kekurangan vitamin A, tetapi kita juga ingin tahu adakah
penyebab lain selain kekurangan vitamin A, yang dapat
menyebabkan terjadinya penyakit mata seperti mungkin
katarak dan penyakit-penyakit lain, ini perbedaannya di
mana? Kemudian tingkat risiko atau tingkat keberhasilan
dalam penyembuhan itu lebih berat yang mana, apakah
kekurangan vitamin A atau karena faktor-faktor lain?
Kalau Xeroftalmia
terjadi akibat dari kekurangan vitamian A, karena salah
gizi atau di dalam konsumsi makanan kita tidak mengandung
cukup vitamin A. Kalau katarak itu penyakit degeneratif,
siapapun itu akan beresiko mengalami karena terjadi sesuai
dengan proses ketuaan, tetapi orang yang menderita kurang
gizi cenderung lebih cepat menderita katarak. Kalau
katarak mudah pengobatannya dengan operasi yang sederhana
saja, diganti lensanya sudah bisa segera melihat. Tetapi
kalau akibat Xeroftalmia tidak mungkin diperbaiki dengan
operasi karena sudah terjadi kerusakan pada alat mata.
Kalau katarak kerusakan terjadi karena adanya kekeruhan
pada lensa dan lensanya bisa diganti.
Ada satu hal penting
yang bisa kita pahami dari perbincangan di atas bahwa
kalau penyakit mata yang disebabkan kekurangan vitamin A
itu lebih berisiko untuk tidak bisa sembuh dan menyebabkan
kebutaan dibandingkan dengan penyakit-penyakit mata yang
disebabkan oleh faktor-faktor yang lain. Tadi terungkap
bahwa Indonesia meskipun secara klinis jumlah penderita
kekurangan vitamin A tidak terlalu besar, secara sub
klinis masih banyak balita kita yang mengalami defisiensi
vitamin A. Saya ingin bertanya kepada tentang seberapa
seriuskah defisiensi vitamin A yang terjadi di Indonesia
dibandingkan dengan negara-negara lain sehingga kita perlu
membuat program khusus untuk melakukan atau menanggulangi
persoalan ini?
Angka kebutaan yang
terjadi akibat kekurangan vitamin A cukup tinggi.
Informasi yang penting untuk disampaikan bahwa salah satu
fungsi dari vitamin A adalah meningkatkan kekebalan tubuh.
Jadi kalau anak sudah menderita kekurangan gizi dan
terkena infeksi akan lebih parah dibandingkan anak yang
kena infeksi dalam keadaan gizi yang baik. Tadi kita sudah
melihat bahwa yang sub klinis itu 10 juta dan itu bukan
angka yang kecil, angka yang cukup besar. Di samping itu
kita juga sudah melihat bahwa sebagian besar anak-anak
kita hidup di bawah garis kemiskinan mengingat lebih dari
20% masyarakat Indonesia adalah masyarakat miskin.
Ditambah lagi sekarang banyak terjadi pengungsian,
sehingga menambah jumlah yang berisiko menderita
defisiensi vitamin A ini.
Ibu sempat
mengatakan tentang pembagian vitamin A secara gratis, bisa
dijelaskan lagi di mana masyarakat bisa mendapatkan kapsul
vitamin A ini, kemudian kapan waktu pelaksanaannya?
Kapsul vitamin A
sebagai satu upaya untuk mencegah kekurangan vitamin A ini
dibagikan untuk bayi berusia antara 6-11 bulan, balita
berusia 12-59 bulan atau kurang lebih 5 tahun dan ibu
nifas, karena ibu nifas itu menyusui dan melalui darah ibu
akan dikeluarkan ASI yang mengandung vitamin A. Untuk bayi
berumur 6 sampai 11 bulan diberikan kapsul vitamin A
berwarna biru, dosisnya 100.000 internasional unit. Untuk
balita berusia diatas satu sampai lima tahun diberikan
kapsul berwarna merah dengan dosis 200.000 internasional
unit dan ibu nifas juga diberikan 200.000 internasional
unit. Jadi ada tiga target populasi kita yaitu bayi,
balita dan Ibu nifas. Kapsul ini tersedia di semua
Puskesmas dan diberikan antara lain pada hari-hari
Posyandu. Jadi bagi ibu-Ibu yang tidak bisa ke Puskesmas
untuk daerah-daerah terpencil tetapi kegiatan Posyandunya
berjalan, bisa mendapatkan pelayanan ini di Posyandu.
Ini mungkin menjadi
isu bagi masyarakat dari kelompok ekonomi lemah, apakah
pembagian ini gratis atau adakah biaya yang harus
dikeluarkan ketika Ibu-Ibu harus membawa anaknya?
Kapsul vitamin A ini
diberikan gratis untuk semua balita, karena itu disediakan
di seluruh Puskesmas dan Posyandu. Kita kurang lebih
mempunyai 7000 Puskesmas dan 240.000 Posyandu. Semua kita
sediakan kapsul vitamin A secara gratis dan tidak dipungut
bayaran apapun untuk pemberian ini.
Kita kembali ke soal
kekurangan gizi tadi dan satu hal yang menarik perhatian
saya adalah sejak didalam kandungan bayi pun sebetulnya
sudah harus kita persiapkan agar supaya dia tidak
mengalami kekurangan atau defisiensi vitamin A. Hal ini
berarti treatment yang diberikan kepada ibu-ibu yang
sedang hamil dan yang sedang menyusui. Barangkali bisa
diberikan semacam tips atau nasihat bagi Ibu yang sedang
hamil atau yang sedang menyusui?
Saya ingin
mengingatkan, ibu yang sedang hamil sebetulnya
mempersiapkan calon sumberdaya manusia yang baru, karena
itu ibu harus memberi makan untuk dua orang. Ibu hamil
harus makan lebih banyak dibandingkan kalau ibu tidak
hamil. Ibu juga harus menimbang berat badannya, karena
dengan menimbang berat badan maka kita bisa mengetahui
secara tidak langsung bagaimana tumbuh kembang anak. Ibu
yang sehat, sampai akhir kehamilannya kenaikan berat
badannya harus sekitar 10 sampai 15 kilo, tergantung pada
kondisi Ibunya. Kalau di bawah itu berarti ibu harus
waspada.
Yang penting sekali
bahwa awal dari kehidupan dalam kandungan itu menentukan
kualitas masa depan anak yang dilahirkannya, karena di
dalam kandungan sampai usia balita terjadi suatu
pertumbuhan yang sangat cepat dan kita mengenalnya sebagai
masa emas yang berkaitan dengan panca indera kita seperti
otak, mata. Untuk otak porsi pesat tumbuhnya sebesar 80%
terjadi pada waktu kehamilan sampai umur kurang lebih tiga
tahun, sedangkan 20%-nya terjadi sesudah masuk usia
sekolah. Jadi bayangkan saja kalau ibu menderita gizi
kurang pada waktu hamil dan balita itu kekurangan gizi,
maka otaknya tentu tidak berkembang dengan optimal. Jadi
secara kasar dia akan kehilangan sekitar 80% kemampuan
otak.
Kalau diibaratkan
sekarang kita analogikan seperti komputer, anak yang
ibunya cukup gizi selama hamil dan waktu balita akan
mempunyai kapasitas yang mungkin dianalogikan sudah
pentium 4, sedangkan anak yang kurang gizi itu hanya
pentium 1 atau kalau di iklan televisi disebutkan tulalit
atau jaringan telepon yang tidak nyambung dikarenakan
sel-sel otak tidak berkembang baik pada waktu dalam
kandungan sampai pada usia balita.
|