kembali ke halaman depan

 

 

 

 

Senin Wage, 17 Pebruari 2003

 Fenomena


Kelompok-kelompok yang berisiko kekurangan vitamin A, pertama adalah bayi berat lahir rendah yaitu bayi yang waktu lahir beratnya kurang dari 2500 gram. Bayi berat lahir rendah ini pada umumnya berasal dari ibu yang kekurangan gizi. Ibu yang kurang gizi akan melahirkan anak yang kurang gizi juga dan anak ini juga berpotensi menderita gangguan gizi lain di samping kekurangan vitamin A. Yang kedua adalah anak yang tidak mendapatkan ASI pada usia dininya.

-----------------------------------------------

Secara ekonomis, anak-anak yang berasal dari lingkungan yang miskin dan keluarga miskin, seperti anak yang tinggal di daerah pengungsian, anak yang tinggal di daerah yang kekurangan sumber vitamin A, kekurangan sayur-sayuran hijau, buah-buahan berwarna jingga, merupakan anak-anak yang lebih berpotensi mengalami kekurangan vitamin A. Anak-anak yang tidak mendapat imunisasi, tidak mendapat kapsul vitamin A dan ibu yang kurang menyediakan sumber vitamin A pada makanan keluarganya juga sangat berisiko mengalami kekurangan vitamin A.

--------------------------------------------

Angka kebutaan yang terjadi akibat kekurangan vitamin A cukup tinggi. Informasi yang penting untuk disampaikan bahwa salah satu fungsi dari vitamin A adalah meningkatkan kekebalan tubuh. Jadi kalau anak sudah menderita kekurangan gizi dan terkena infeksi akan lebih parah dibandingkan anak yang kena infeksi dalam keadaan gizi yang baik. Yang sub klinis itu 10 juta dan itu bukan angka yang kecil, angka yang cukup besar.

-----------------------------------------------

Mata, Jendela Kehidupan Kita

Pengantar

Mata adalah jendela kehidupan, itu satu hal yang rasanya perlu kita camkan dalam hati. Karena itu memelihara kesehatan mata adalah prioritas utama bagi kita semua. Tetapi tahukah anda bahwa menjaga kesehatan mata sebaiknya diawali sejak dini, sejak anak masih berusia balita atau bahkan sejak berada dalam kandungan. Sayangnya tidak banyak yang paham tentang hal ini, sehingga berbagai kasus penyakit mata yang muncul sudah berada pada kondisi yang buruk hingga sulit untuk diobati, terutama penyakit mata yang disebabkan oleh kekurangan vitamin A. Banyak juga yang tidak tahu bahwa penyakit mata yang disebabkan oleh kekurangan vitamin A itu relatif sulit untuk disembuhkan dan bisa menyebabkan terjadinya risiko kebutaan. Perspektif Baru kali ini berbincang tentang vitamin A dan kesehatan mata dengan dr. Rachmi Untoro, MPH, Direktur Gizi Masyarakat Departemen Kesehatan RI, dipandu oleh Ruddy Gobel.

Dr. Rahmi, saya ingin memulai dengan pertanyaan yang sangat mendasar yang mungkin sebagian orang sudah tahu tetapi saya yakin banyak juga yang belum tahu tentang apa sebetulnya vitamin A dan darimana sumber-sumber vitamin A itu bisa didapatkan.

Kita sebetulnya sudah belajar sejak SD tentang Ilmu Hayat, vitamin A adalah suatu zat gizi yang sangat penting bagi manusia, karena zat gizi ini tidak dibuat oleh tubuh jadi harus dipenuhi dari luar yaitu makanan. Vitamin A dapat kita konsumsi dari bahan makanan yang berwarna hijau, seperti sayur-sayuran warna hijau atau berwarna jingga sebagai contoh adalah bayam, daun singkong, pepaya yang warnanya jingga yang matang, hati kuning telur dan juga Air Susu Ibu (ASI), itu bahan makanan yang kaya dengan vitamin A. Jika kita tidak bisa mengkonsumsi dari makanan. kita bisa mendapatkannya dari bahan makanan yang sudah diperkaya dengan vitamin A. Berbagai makanan sekarang di dalam labelnya disebutkan sudah diperkaya dengan vitamin A atau untuk balita saat ini tersedia kapsul vitamin A dengan dosis tinggi.

Jadi dari apa yang dikatakan tadi, sebenarnya tidak semua kebutuhan vitamin A itu diperoleh dari makanan yang mahal harganya, artinya gizi yang cukup bisa didapatkan dari sumber-sumber yang banyak tersedia di sekitar kita. Kekurangan vitamin A seperti yang kita semua sudah pahami menyebabkan kerusakan mata, tetapi bisa dijelaskan bagaimana itu bisa terjadi? Kemudian kerusakan mata seperti apa yang disebabkan oleh kekurangan vitamin A?

Sebelum kita berbicara tentang kerusakan mata akibat kekurangan vitamin A, kita melihat dulu mata yang sehat. Mata yang sehat itu ditandai dengan selaput bening mata yang menutupi bagian hitam dari mata yang dikenal dengan kornea itu benar-benar jernih transparan, tembus sinar dan bagian putih mata itu terlihat putih warnanya. Bagian hitam itu benar-benar hitam, kelopak warna yang sehat itu dapat membuka dan menutup dengan baik dan bulu matanya teratur mengarah keluar pertumbuhannya. Sedangkan mata yang kekurangan vitamin A , selaput matanya pada daerah hitam dan daerah putih itu menjadi kering dan bila tidak segera diobati, selaput mata yang kering ini akan mengakibatkan kebutaan. Kita tadi sudah mendengar bahwa mata adalah jendela hati, itu artinya indera mata sangat penting dari 5 indera kita untuk kita dapat menangkap stimulus2 atau rangsangan2 dari luar dan itu berkaitan juga dengan kecerdasan.

Salah satu penyakit mata yang disebabkan kekurangan vitamin A adalah Xeroftalmia atau keringnya selaput bening mata. Bisa dijelaskan gejalanya seperti apa dan kemudian bagaimana mendeteksinya secara dini sehingga masih bisa untuk diobati?

Mata yang sehat itu bening, mula-mula saya akan ceritakan kasusnya pada balita, bila kita melihat balita kita pada waktu menjelang maghrib atau sudah agak menjelang malam terantuk-antuk jalannya, itu dikenal dengan buta senja. Kemudian bagian putih mata itu mengalami kekeringan, kusam dan tidak bersinar. Kalau pada bagian putih mata itu ada satu bercak seperti busa sabun, itu tandanya sudah makin parah. Bila selaput bening yang ada pada bagian hitam atau yang ada pada kornea sudah mulai kering dan kusam, itu berarti sudah terjadi kekeringan pada selaput korneanya dan lebih lanjut lagi sebagian hitam mata itu akan melunak seperti bubur dan pada akhirnya bagian kornea itu seluruh bagian hitam melunak dan bola matanya mengecil atau mengempis. Itulah ciri-ciri orang yang terkena Xeroftalmia atau keringnya selaput bening mata.

Bagaimana cara memberikan pengobatan terhadap kasus penyakit mata ini?
Seperti yang saya katakan, kita harus mendapatkan makanan dari luar karena zat gizi ini harus didapatkan melalui makanan. Pada anak balita, kita sudah mempunyai program untuk mencegah kering mata ini dengan memberikan kapsul vitamin A dengan dosis yang tinggi. Kapsul vitamin A ini dibagikan setiap bulan Februari dan Agustus setiap tahun, bisa didapatkan di Puskesmas dan Posyandu terdekat didaerah masing-masing. Jadi sebetulnya dengan pemberian kapsul yang relatif mudah ini akan menentukan bagaimana masa depan dari seorang anak. Bila Ibu terlambat memberikannya maka pencegahannya juga akan membawa akibat pada kebutaan nanti.

Kita akan berbicara lebih general tentang kondisi Indonesia karena ada yang mengatakan bahwa Indonesia mengalami apa yang disebut dengan defisiensi vitamin A, apa maksud pernyataan tersebut sebetulnya?

Tadi saya sampaikan bahwa kekurangan vitamin A akan menyebabkan kebutaan. Saya ingin mengingatkan bahwa satu lagi fungsi dari vitamin A ini adalah meningkatkan daya tahan tubuh atau meningkatkan kekebalan anak. Anak yang kekurangan vitamin A akan mudah terserang infeksi, yang untuk anak sehat penyakit itu tidak menyebabkan kematian atau tidak menyebabkan kecacatan yang parah, sebagai contoh penyakit yang sering diderita anak-anak seperti campak, diare, itu akan menjadi lebih parah bila anak tersebut kurang vitamin A. Sebetulnya masalah kekurangan vitamin A di Indonesia secara klinis dan dari segi kesehatan masyarakat bukan lagi masalah kesehatan masyarakat karena angkanya kurang dari 0,3% (menurut WHO), tetapi jika diperiksa secara laboratorium masih terdapat 50% balita yang menderita vitamin A sub klinis. Kalau diperiksa di laboratorium oleh ahli, batasannya adalah anak itu mempunyai serum retinol (calon vitamin A) kurang dari 20 mikrogram /desiliter, karena itu secara klinis sudah cukup rendah angkanya tapi secara sub klinis cukup memprihatinkan. Karena 50% dari balita kita yang berjumlah 20 juta balita atau sekitar 10 juta balita indonesia berpotensi untuk kekurangan vitamin A. Karena itulah kita membuat program yang menyeluruh untuk para balita kita.

Berkaitan dengan defisiensi vitamin A, kelompok mana saja atau kelompok masyarakat mana saja atau kelompok balita mana saja yang memiliki resiko tinggi untuk mengalami resiko kekurangan vitamin A?

Kelompok-kelompok yang berisiko kekurangan vitamin A, pertama adalah bayi berat lahir rendah yaitu bayi yang waktu lahir beratnya kurang dari 2500 gram. Bayi berat lahir rendah ini pada umumnya berasal dari ibu yang kekurangan gizi. Ibu yang kurang gizi akan melahirkan anak yang kurang gizi juga dan anak ini juga berpotensi menderita gangguan gizi lain di samping kekurangan vitamin A. Yang kedua adalah anak yang tidak mendapatkan ASI pada usia dininya. Jadi ASI adalah makanan yang terbaik bagi bayi dan 99% sebetulnya ibu bisa menyusui, hanya masalah psikologis saja yang bisa mempengaruhi tidak keluarnya ASI. Jadi tidak beralasan apabila ada ibu yang mengatakan tidak bisa memberi ASI karena air susunya tidak keluar padahal semakin sering dihisap akan semakin banyak pula produksinya.

Air Susu Ibu adalah sumber vitamin A yang paling baik untuk bayi dan anak sampai 2 tahun. Anak yang tidak mendapatkan ASI sesudah berumur 6 bulan maka membutuhkan makanan pendamping ASI yang bermutu, artinya cukup sumber energinya, cukup proteinnya, cukup lemaknya, cukup vitamin dan mineralnya sesuai dengan yang ditetapkan oleh pakar. Anak yang kurang gizi bisa kita lihat dari grafik pertumbuhannya yang ditujunka oleh garis merah dan hijau pada Kartu Menuju Sehat yang terdapat di Posyandu . Jika anak sudah di ditimbang beratnya di Posyandu dan beratnya berada di bawah garis merah maka anak tersebut berpotensi berisiko untuk menderita kekurangan vitamin A dan anak yang sering menderita infeksi, campak, diare, TBC, infeksi saluran pernapasan akut dan cacingan akan lebih berisiko kekurangan vitamin A.

Secara ekonomis, anak-anak yang berasal dari lingkungan yang miskin dan keluarga miskin, seperti anak yang tinggal di daerah pengungsian, anak yang tinggal di daerah yang kekurangan sumber vitamin A, kekurangan sayur-sayuran hijau, buah-buahan berwarna jingga, merupakan anak-anak yang lebih berpotensi mengalami kekurangan vitamin A. Anak-anak yang tidak mendapat imunisasi, tidak mendapat kapsul vitamin A dan ibu yang kurang menyediakan sumber vitamin A pada makanan keluarganya juga sangat berisiko mengalami kekurangan vitamin A.

Kita sudah berbicara tentang sebagian besar penyakit mata itu disebabkan karena kekurangan vitamin A, tetapi kita juga ingin tahu adakah penyebab lain selain kekurangan vitamin A, yang dapat menyebabkan terjadinya penyakit mata seperti mungkin katarak dan penyakit-penyakit lain, ini perbedaannya di mana? Kemudian tingkat risiko atau tingkat keberhasilan dalam penyembuhan itu lebih berat yang mana, apakah kekurangan vitamin A atau karena faktor-faktor lain?

Kalau Xeroftalmia terjadi akibat dari kekurangan vitamian A, karena salah gizi atau di dalam konsumsi makanan kita tidak mengandung cukup vitamin A. Kalau katarak itu penyakit degeneratif, siapapun itu akan beresiko mengalami karena terjadi sesuai dengan proses ketuaan, tetapi orang yang menderita kurang gizi cenderung lebih cepat menderita katarak. Kalau katarak mudah pengobatannya dengan operasi yang sederhana saja, diganti lensanya sudah bisa segera melihat. Tetapi kalau akibat Xeroftalmia tidak mungkin diperbaiki dengan operasi karena sudah terjadi kerusakan pada alat mata. Kalau katarak kerusakan terjadi karena adanya kekeruhan pada lensa dan lensanya bisa diganti.

Ada satu hal penting yang bisa kita pahami dari perbincangan di atas bahwa kalau penyakit mata yang disebabkan kekurangan vitamin A itu lebih berisiko untuk tidak bisa sembuh dan menyebabkan kebutaan dibandingkan dengan penyakit-penyakit mata yang disebabkan oleh faktor-faktor yang lain. Tadi terungkap bahwa Indonesia meskipun secara klinis jumlah penderita kekurangan vitamin A tidak terlalu besar, secara sub klinis masih banyak balita kita yang mengalami defisiensi vitamin A. Saya ingin bertanya kepada tentang seberapa seriuskah defisiensi vitamin A yang terjadi di Indonesia dibandingkan dengan negara-negara lain sehingga kita perlu membuat program khusus untuk melakukan atau menanggulangi persoalan ini?

Angka kebutaan yang terjadi akibat kekurangan vitamin A cukup tinggi. Informasi yang penting untuk disampaikan bahwa salah satu fungsi dari vitamin A adalah meningkatkan kekebalan tubuh. Jadi kalau anak sudah menderita kekurangan gizi dan terkena infeksi akan lebih parah dibandingkan anak yang kena infeksi dalam keadaan gizi yang baik. Tadi kita sudah melihat bahwa yang sub klinis itu 10 juta dan itu bukan angka yang kecil, angka yang cukup besar. Di samping itu kita juga sudah melihat bahwa sebagian besar anak-anak kita hidup di bawah garis kemiskinan mengingat lebih dari 20% masyarakat Indonesia adalah masyarakat miskin. Ditambah lagi sekarang banyak terjadi pengungsian, sehingga menambah jumlah yang berisiko menderita defisiensi vitamin A ini.

Ibu sempat mengatakan tentang pembagian vitamin A secara gratis, bisa dijelaskan lagi di mana masyarakat bisa mendapatkan kapsul vitamin A ini, kemudian kapan waktu pelaksanaannya?

Kapsul vitamin A sebagai satu upaya untuk mencegah kekurangan vitamin A ini dibagikan untuk bayi berusia antara 6-11 bulan, balita berusia 12-59 bulan atau kurang lebih 5 tahun dan ibu nifas, karena ibu nifas itu menyusui dan melalui darah ibu akan dikeluarkan ASI yang mengandung vitamin A. Untuk bayi berumur 6 sampai 11 bulan diberikan kapsul vitamin A berwarna biru, dosisnya 100.000 internasional unit. Untuk balita berusia diatas satu sampai lima tahun diberikan kapsul berwarna merah dengan dosis 200.000 internasional unit dan ibu nifas juga diberikan 200.000 internasional unit. Jadi ada tiga target populasi kita yaitu bayi, balita dan Ibu nifas. Kapsul ini tersedia di semua Puskesmas dan diberikan antara lain pada hari-hari Posyandu. Jadi bagi ibu-Ibu yang tidak bisa ke Puskesmas untuk daerah-daerah terpencil tetapi kegiatan Posyandunya berjalan, bisa mendapatkan pelayanan ini di Posyandu.

Ini mungkin menjadi isu bagi masyarakat dari kelompok ekonomi lemah, apakah pembagian ini gratis atau adakah biaya yang harus dikeluarkan ketika Ibu-Ibu harus membawa anaknya?

Kapsul vitamin A ini diberikan gratis untuk semua balita, karena itu disediakan di seluruh Puskesmas dan Posyandu. Kita kurang lebih mempunyai 7000 Puskesmas dan 240.000 Posyandu. Semua kita sediakan kapsul vitamin A secara gratis dan tidak dipungut bayaran apapun untuk pemberian ini.

Kita kembali ke soal kekurangan gizi tadi dan satu hal yang menarik perhatian saya adalah sejak didalam kandungan bayi pun sebetulnya sudah harus kita persiapkan agar supaya dia tidak mengalami kekurangan atau defisiensi vitamin A. Hal ini berarti treatment yang diberikan kepada ibu-ibu yang sedang hamil dan yang sedang menyusui. Barangkali bisa diberikan semacam tips atau nasihat bagi Ibu yang sedang hamil atau yang sedang menyusui?

Saya ingin mengingatkan, ibu yang sedang hamil sebetulnya mempersiapkan calon sumberdaya manusia yang baru, karena itu ibu harus memberi makan untuk dua orang. Ibu hamil harus makan lebih banyak dibandingkan kalau ibu tidak hamil. Ibu juga harus menimbang berat badannya, karena dengan menimbang berat badan maka kita bisa mengetahui secara tidak langsung bagaimana tumbuh kembang anak. Ibu yang sehat, sampai akhir kehamilannya kenaikan berat badannya harus sekitar 10 sampai 15 kilo, tergantung pada kondisi Ibunya. Kalau di bawah itu berarti ibu harus waspada.

Yang penting sekali bahwa awal dari kehidupan dalam kandungan itu menentukan kualitas masa depan anak yang dilahirkannya, karena di dalam kandungan sampai usia balita terjadi suatu pertumbuhan yang sangat cepat dan kita mengenalnya sebagai masa emas yang berkaitan dengan panca indera kita seperti otak, mata. Untuk otak porsi pesat tumbuhnya sebesar 80% terjadi pada waktu kehamilan sampai umur kurang lebih tiga tahun, sedangkan 20%-nya terjadi sesudah masuk usia sekolah. Jadi bayangkan saja kalau ibu menderita gizi kurang pada waktu hamil dan balita itu kekurangan gizi, maka otaknya tentu tidak berkembang dengan optimal. Jadi secara kasar dia akan kehilangan sekitar 80% kemampuan otak.

Kalau diibaratkan sekarang kita analogikan seperti komputer, anak yang ibunya cukup gizi selama hamil dan waktu balita akan mempunyai kapasitas yang mungkin dianalogikan sudah pentium 4, sedangkan anak yang kurang gizi itu hanya pentium 1 atau kalau di iklan televisi disebutkan tulalit atau jaringan telepon yang tidak nyambung dikarenakan sel-sel otak tidak berkembang baik pada waktu dalam kandungan sampai pada usia balita.

 

CUACA


ACARA TV & RADIO


Radio Global FM 99,15 (LIVE)