Supartha
Yuma Dimosi tak Percaya
Denpasar
(Bali Post) -
Konflik di tubuh PKP (Partai Keadilan dan Persatuan) Kota
Denpasar memanas. Setelah Ketua DPK (Dewan Pimpinan Kota)
Denpasar Suparta Yuma, S.E. menonaktifkan sekretarisnya
Ir. Nyoman Ledang Asmara, kini DPC (Dewan Pimpinan
Kecamatan) Denpasar Barat dan Selatan menyampaikan mosi
tak percaya (tak menerima) kepemimpinannya.
Dalam surat yang
dikirim ke DPP (Dewan Pimpinan Propinsi) PKP Bali yang
disampaikan ke Bali Post, Minggu (16/2) kemarin, Ketua DPC
PKP Denpasar Barat Wardana menyebut alasannya, karena
Suparta Yuma sengaja memperlambat konsolidasi PKP
Denpasar. Pasalnya, PKP belum tentu ikut pemilu 2004.
Ketua DPC Denpasar Selatan M. Rasuli, B.A., juga tak
menerima kepemimpinan Suparta Yuma karena pernyataannya
PKP tak punya uang, tak punya pendukung dan tak bisa ikut
pemilu. Bahkan Rasuli menyatakan Suparta Yuma ikut
mendirikan forum kesatuan kebangsaan Indonesia (FKKI) Bali
bersama-sama Sutradara Ginting (FKKI Pusat). Karena itu
Wardana dan Rasuli minta DPP Propinsi Bali minta agar
Suparta Yuma tak dilegalisasi. Pertama Suparta Yuma
pengikut setia Sutradara Ginting yang mau mendirikan
partai baru. Sebelumnya telah mendepak Agus Saputra, S.H.,
sebagai sekretaris PKP Denpasar dan kini dikhawatirkan
merembet ke Ledang Asmara. Padahal pihaknya masih
menganggap Ledang Asmara sebagai sekretaris DPK Denpasar
yang sah hasil konferensi, Mei 2001.
Ketua DPK PKP
Denpasar Putu Supartha Yuma mengaku belum menerima surat
mosi tak percaya itu. Dia membenarkan Wardana Ketua PKP
Denpasar Barat, sedangkan Ketua DPC PKP Denpasar Selatan
Handoyo, bukan Rasuli. ''Ini jelas rekayasa Ledang,''
ujarnya per telepon. Soal keikutsertaan dalam FKKI Bali
dia menyebut teman-temannya di PKP seperti Gegel Wisnawa
dari Bangli juga ikut. Tujuannya untuk menggalang massa
dari barisan intelektual. ''Tak benar itu bertujuan
membuat partai baru bersama Sutradara Ginting,'' katanya.
Dia membenarkan segera merestrukturisasi dan revitalisasi
pengurus menyusul kekosongan sekretaris setelah Ledang
Asmara dinonaktifkan.
Sementara Ledang
Asmara membantah dirinya merekayasa surat DPC itu. ''Saya
tak menghendaki mosi tak percaya itu. Saya harapkan
masalah DPC dan dirinya diselesaikan intern,'' ujarnya
ketika dihubungi per telepon.
Siap
Merekrut
Ketua PKP Bali
Ambara Dyasa justru menilai penonaktifkan Ledang Asmara
baru wacana. ''Itu hanya miskomunikasi mungkin karena
jarang bertemu,'' ujarnya. Dia berharap jajaran pengurus
DPK Denpasar melakukan konsolidasi. Seandainya Ketua PKP
Denpasar tak cocok, dia siap merekrut Ledang Asmara di
propinsi karena dia kader yang masih loyal. Dia menyatakan
tak benar PKP tak bisa ikut pemilu. ''Apa pun produk UU
Pemilu kami siap karena pengurus solid sampai kecamatan,''
ujarnya. (029)
|