kembali ke halaman depan

 

 

 

 

Senin Wage, 17 Pebruari 2003

 Bali


Supartha Yuma Dimosi tak Percaya

Denpasar (Bali Post) -
Konflik di tubuh PKP (Partai Keadilan dan Persatuan) Kota Denpasar memanas. Setelah Ketua DPK (Dewan Pimpinan Kota) Denpasar Suparta Yuma, S.E. menonaktifkan sekretarisnya Ir. Nyoman Ledang Asmara, kini DPC (Dewan Pimpinan Kecamatan) Denpasar Barat dan Selatan menyampaikan mosi tak percaya (tak menerima) kepemimpinannya.

Dalam surat yang dikirim ke DPP (Dewan Pimpinan Propinsi) PKP Bali yang disampaikan ke Bali Post, Minggu (16/2) kemarin, Ketua DPC PKP Denpasar Barat Wardana menyebut alasannya, karena Suparta Yuma sengaja memperlambat konsolidasi PKP Denpasar. Pasalnya, PKP belum tentu ikut pemilu 2004. Ketua DPC Denpasar Selatan M. Rasuli, B.A., juga tak menerima kepemimpinan Suparta Yuma karena pernyataannya PKP tak punya uang, tak punya pendukung dan tak bisa ikut pemilu. Bahkan Rasuli menyatakan Suparta Yuma ikut mendirikan forum kesatuan kebangsaan Indonesia (FKKI) Bali bersama-sama Sutradara Ginting (FKKI Pusat). Karena itu Wardana dan Rasuli minta DPP Propinsi Bali minta agar Suparta Yuma tak dilegalisasi. Pertama Suparta Yuma pengikut setia Sutradara Ginting yang mau mendirikan partai baru. Sebelumnya telah mendepak Agus Saputra, S.H., sebagai sekretaris PKP Denpasar dan kini dikhawatirkan merembet ke Ledang Asmara. Padahal pihaknya masih menganggap Ledang Asmara sebagai sekretaris DPK Denpasar yang sah hasil konferensi, Mei 2001.

Ketua DPK PKP Denpasar Putu Supartha Yuma mengaku belum menerima surat mosi tak percaya itu. Dia membenarkan Wardana Ketua PKP Denpasar Barat, sedangkan Ketua DPC PKP Denpasar Selatan Handoyo, bukan Rasuli. ''Ini jelas rekayasa Ledang,'' ujarnya per telepon. Soal keikutsertaan dalam FKKI Bali dia menyebut teman-temannya di PKP seperti Gegel Wisnawa dari Bangli juga ikut. Tujuannya untuk menggalang massa dari barisan intelektual. ''Tak benar itu bertujuan membuat partai baru bersama Sutradara Ginting,'' katanya. Dia membenarkan segera merestrukturisasi dan revitalisasi pengurus menyusul kekosongan sekretaris setelah Ledang Asmara dinonaktifkan.

Sementara Ledang Asmara membantah dirinya merekayasa surat DPC itu. ''Saya tak menghendaki mosi tak percaya itu. Saya harapkan masalah DPC dan dirinya diselesaikan intern,'' ujarnya ketika dihubungi per telepon.

Siap Merekrut

Ketua PKP Bali Ambara Dyasa justru menilai penonaktifkan Ledang Asmara baru wacana. ''Itu hanya miskomunikasi mungkin karena jarang bertemu,'' ujarnya. Dia berharap jajaran pengurus DPK Denpasar melakukan konsolidasi. Seandainya Ketua PKP Denpasar tak cocok, dia siap merekrut Ledang Asmara di propinsi karena dia kader yang masih loyal. Dia menyatakan tak benar PKP tak bisa ikut pemilu. ''Apa pun produk UU Pemilu kami siap karena pengurus solid sampai kecamatan,'' ujarnya. (029)

 

CUACA


ACARA TV & RADIO


Radio Global FM 99,15 (LIVE)