kembali ke halaman depan

 

 

 

 

Selasa Umanis, 16 Desember 2003

 Nusatenggara


KPU NTB Diprotes, Hanya 35 Lolos Calon DPD

Mataram (Bali Post) -
Sejak KPU pusat mengeluarkan keputusan penetapan calon anggota DPD NTB, 12 Desember 2003, KPU Daerah NTB baru menerima protes dari satu bakal calon yang tak lolos verifikasi faktual yakni Abdul Gani, MBA. Gani dianggap tak memenuhi syarat berkaitan dengan penyimpangan syarat domisili.

Anggota KPU NTB, Zainul Aidi, Sp. saat ditemui di ruang kerjanya, Senin (15/12) kemarin, mengaku baru satu orang yang menemuinya (Abdul Gani) dan memprotes keputusan KPU. Gani rupanya tidak menerima keputusan KPU. Pihaknya menyarankan agar menemui dan mengklarifikasi ke KPU pusat.

Menurut Zainul, pihaknya mengacu kepada hasil verifikasi faktual dan selanjutnya disampaikan ke KPU pusat. Untuk itu kalau ada protes, KPU daerah meneruskan dan keputusan ada pada KPU pusat. "Saat ini dia (Gani-red) sedang ke KPU pusat," tutur Ketua Divisi Peserta Pemilu & P4B KPU NTB ini.

Informasi yang diperoleh Bali Post, sejak Gani mulai mendaftar dan beberapa bakal calon (balon) lainnya telah dipersoalkan soal domisilinya. Karena yang bersangkutan sudah lama dan hingga kini berdomisili di Jakarta. Gani yang berasal dari Bima sendiri pernah menjadi salah satu Ketua DPP PDI era kepemimpinan Soerjadi.

Sesuai surat KPU pusat No. 1247/15/XII/2003, tercatat 35 nama dinyatakan lolos sebagai calon anggota DPD dari NTB. Jumlah yang lulus tersebut cukup menggembirakan, karena yang terkirim ke pusat sebanyak 46 orang. Sejumlah nama tokoh atau figur yang menjadi sorotan hampir seluruhnya lolos verifikasi.

Misalnya R. Soetomo Sudjono, B.Sc., mantan politisi senior yang pernah berkiprah di PDI, Drs. H. Syamsuddin Anwar (Ketua PW Muhammadiyah NTB), Drs. HL Harun Al Rasyid (mantan Gubernur NTB), HL M. Syubki, S.Pd. (Ketua PGRI NTB), H. Abdul Kadir (mantan Ketua DPRD NTB), TGH Muslih Ibrahim (pimpinan Ponpes Al-Ishlahuddiny Kediri Lobar), dan Drs. HL Puguh Wirebhakti (Kepala Bawasda NTB).

Kemudian beberapa nama dari kaum perempuan, masing-masing Ir. Hj. Zubaidah, Sri Hayatiningsih, S.H., Dra. Hindun, dan Beuty Erawati. Untuk nomor urut masing-masing calon akan ditentukan Selasa (16/12) ini.

Pada bagian lain Zainul menyebutkan untuk kursi DPRD NTB terbagi menjadi enam daerah pemilihan dengan lokasi 55 kursi. Enam daerah pemilihan itu, masing-masing NTB 1 dengan 5 kursi (Kota Mataram), NTB 2 dengan 10 kursi (Kota Mataram), NTB 2 dengan 10 kursi (Lobar), NTB 3 dengan 10 kursi (Loteng), NTB 4 dengan 14 kursi (Lotim), NTB 5 dengan 6 kursi (Sumbawa), NTB 6 dengan 10 kursi di wilayah Dompu, Bima dan Kota Bima.

Untuk administrasi calon anggota legislatif, para pengurus parpol mulai berdatangan ke Sekretariat KPU NTB untuk mengambil formulir yang harus diisi para calegnya untuk kelengkapan persyaratan administrasi. Setiap caleg wajib mengisi 14 form sesuai keputusan KPU pusat No. 675 tahun 2003 tentang Tata Cara Pencalonan Pemilu Anggota DPR, DPRD propinsi, dan DPRD kabupaten/kota. (046)

 

CUACA


ACARA TV & RADIO


Radio Global FM 99,15 (LIVE)