Wolves
Imbangi Newcastle
* Seorang
Wanita Terkena Kembang Api
London -
Tuan rumah Wolverhamton Wonderers hanya mampu mengimbangi
Newcastle United pada pertandingan yang berakhir 1-1, dalam
lanjutan Liga Utama Inggris, Sabtu (29/11) kemarin. Pertandingan
sempat diwarnai insiden kembang api yang menyebabkan seorang
wanita dilarikan ke rumah sakit.
Hasil tersebut menyebabkan
The Wolves hanya menempati posisi kedua dari urutan buncit
dengan hanya meraup 11 poin. Sedangkan The Magpies cukup
terangkat berkat hasil seri itu. Newcastle kini menempati
peringkat enam dengan mengemas 20 poin.
Alan Shearer tampil
sebagai penyelamat timnya. Sebuah sontekannya pada menit ke-31
berhasil menyamakan kedudukan. Pasalnya, empat menit sebelumnya
kiper Shay Given melakukan blunder yang merugikan timnya. Given
keluar dari kotak penalti untuk menghalau bola. Namun upayanya
gagal dan Nathan Blake dengan mudah melesakkan bola ke gawang
kosong.
The Magpies melancarkan
tekanan beruntun sejak awal. Mereka tampil meyakinkan untuk
menerobos pertahanan Wolverhampton. Shearer sempat membahayakan
gawang lawan, namun bola hanya membentur tiang setelah
memanfaatkan umpan Aaron Hughes. Sedangkan Titus Bramble tidak
berhasil meneruskan tendangan bebas yang disodorkan Lee Bowyer.
Setelah jeda, tuan rumah
tampil lebih berani. Mereka berbalik menekan pertahanan The
Magpies. Serangan yang dibangun Joey Gudjonsson nyaris
menghasilkan gol jika tidak menghantam mistar. Sementara
sontekan Henri Camara melebar di sisi gawang Given. Hingga
pertandingan usai kedudukan tetap imbang 1-1.
Pihak Wolves mengeluarkan
pernyataan resmi mengenai insiden kembang api yang terjadi di
Stadion Molineux. Pertunjukan kembang api sudah menjadi
kebiasaan, jika mereka tampil sebagai tuan rumah dan
dikoordinasi oleh Jubilee Fireworks. Sayangnya, salah satu
petugas membawa kembang api terlalu dekat dengan tribun penonton.
Akibatnya, seorang wanita terkena percikan kembang api dan harus
dilarikan ke rumah sakit. Sedangkan delapan lainnya mengalami
cedera ringan.
Pihak penyelenggara
menyesalkan insiden yang terjadi. Sebagai tindak lanjutnya akan
dilangsungkan penyelidikan terhadap kejadian itu. Sedangkan
eksekutif utama Wolverhamton Jez Moxey menyayangkan jatuhnya
korban akibat tradisi yang biasa mereka lakukan selama dua musim
terakhir. "Saya katakan sejujurnya peristiwa naas ini
mengerikan bagi para korban dan kami sangat sedih. Padahal,
pesta kembang api sudah menjadi tradisi kami tiap pertandingan,"
ungkap Moxey. Dia bahkan berjanji, untuk pertandingan
selanjutnya tanpa dimeriahkan pesta kembang api sebagai tindak
lanjut insiden kemarin. (rah/afp/rtr)
|