kembali ke halaman depan
bunga2.gif (1033 bytes)  Minggu Kliwon, 30 Nopember 2003 tarukan valas
 

BERITA


Gus Dur Menolak Ketemu Mega 

Jakarta (Bali Post) -
Keinginan Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDI-P) merangkul Partai Kebangkitan Bangsa (PKB), tidak semulus yang diperkirakan. Pembentukan koalisi dua partai besar ini, masih jauh dari harapan. Pasalnya, Ketua Dewan Syuro PKB Abdurrahman Wahid (Gus Dur) secara terbuka menyatakan penolakannya terhadap rencana itu, dalam jumpa pers di Jakarta, Sabtu (29/11) kemarin.

Alasan penolakan tersebut, sepertinya Gus Dur masih menyimpan rasa sakit hatinya dan belum bisa melupakan peristiwa yang melengserkannya dari kursi RI-1 pada akhir Juli 2001. Hal itu boleh jadi juga bentuk penolakan keinginan suami Ketua Umum PDI-P Megawati Soekarnoputri, Taufiq Kiemas, untuk mempertemukan Mega dengan Gus Dur. ''Saya tidak bisa bertemu dengan dia (Mega-red). Tidak akan pernah mau. Untuk apa bertemu dengannya?'' kata Gus Dur di kantor Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU).

Sebagaimana diketahui, beberapa waktu lalu Taufiq Kiemas pernah mengunjungi kantor DPP PKB. Selain dengan Alwi Shihab, ia juga bertemu dengan beberapa petinggi PKB. Belakangan tersiar kabar bahwa pertemuan itu tak lain membahas rencana mempertemukan dan menyatukan kembali dua pemimpin politik berpengaruh yang pernah dekat, namun merenggang karena alur perjalanan politik.

Lalu, bagaimana dengan pertemuan Taufiq Kiemas dengan Alwi Shihab? Ternyata Gus Dur tidak mempermasalahkannya. Bahkan, ia mempersilakan mereka untuk terus bertemu dan berhubungan. ''Tetapi harus diingat, Alwi Shihab kepada Taufiq menyatakan tidak bisa memberikan janji apa-apa. Jadi, itu pertemuan biasa dan tak mengikat untuk suatu komitmen tertentu,'' ujarnya.

Sikap keras itu rupanya tak diterapkan Dus Dur terhadap Amien Rais. Ia mau dan telah bertemu dengannya, padahal Ketua Umum Partai Amanat Nasional (PAN) tersebut, juga punya andil melengserkannya dari jabatan presiden. Menurut Gus Dur, untuk Amien ada pengecualian, karena pertimbangan tertentu. ''Saya tidak masalah untuk bertemu siapa saja. Tetapi ada syaratnya, harus di tempat terbuka dan bisa dikontrol publik,'' ujarnya yang tak mau dikatakan sikapnya yang mendua itu.

Dalam kesempatan tersebut, mantan Ketua Umum PBNU ini menolak untuk memberitahukan calon wakil presiden (cawapres) dari PKB. Bahkan, Alwi Shihab sendiri belum tentu dicalonkan. Semua itu baru akan diungkapkan setelah pemilihan anggota legislatif. ''Ada mekanismenya dan akan dibahas dalam mukernas. Nanti akan diputuskan siapa orangnya dan apa perlu mengajak orang di luar PKB,'' tandas Gus Dur. (kmb3)


 

ke atas

 
LIVE RADIO GLOBAL
Live Radio Global FM Kinijani

 

ACARA RADIO & TV

 

CUACA

www.bali-travelnews.com