Gus Dur
Menolak Ketemu Mega
Jakarta (Bali
Post) -
Keinginan Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDI-P)
merangkul Partai Kebangkitan Bangsa (PKB), tidak semulus yang
diperkirakan. Pembentukan koalisi dua partai besar ini, masih
jauh dari harapan. Pasalnya, Ketua Dewan Syuro PKB Abdurrahman
Wahid (Gus Dur) secara terbuka menyatakan penolakannya terhadap
rencana itu, dalam jumpa pers di Jakarta, Sabtu (29/11) kemarin.
Alasan
penolakan tersebut, sepertinya Gus Dur masih menyimpan rasa
sakit hatinya dan belum bisa melupakan peristiwa yang
melengserkannya dari kursi RI-1 pada akhir Juli 2001. Hal itu
boleh jadi juga bentuk penolakan keinginan suami Ketua Umum PDI-P
Megawati Soekarnoputri, Taufiq Kiemas, untuk mempertemukan Mega
dengan Gus Dur. ''Saya tidak bisa bertemu dengan dia (Mega-red).
Tidak akan pernah mau. Untuk apa bertemu dengannya?'' kata Gus
Dur di kantor Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU).
Sebagaimana diketahui,
beberapa waktu lalu Taufiq Kiemas pernah mengunjungi kantor DPP
PKB. Selain dengan Alwi Shihab, ia juga bertemu dengan beberapa
petinggi PKB. Belakangan tersiar kabar bahwa pertemuan itu tak
lain membahas rencana mempertemukan dan menyatukan kembali dua
pemimpin politik berpengaruh yang pernah dekat, namun merenggang
karena alur perjalanan politik.
Lalu, bagaimana dengan
pertemuan Taufiq Kiemas dengan Alwi Shihab? Ternyata Gus Dur
tidak mempermasalahkannya. Bahkan, ia mempersilakan mereka untuk
terus bertemu dan berhubungan. ''Tetapi harus diingat, Alwi
Shihab kepada Taufiq menyatakan tidak bisa memberikan janji
apa-apa. Jadi, itu pertemuan biasa dan tak mengikat untuk suatu
komitmen tertentu,'' ujarnya.
Sikap keras itu rupanya
tak diterapkan Dus Dur terhadap Amien Rais. Ia mau dan telah
bertemu dengannya, padahal Ketua Umum Partai Amanat Nasional
(PAN) tersebut, juga punya andil melengserkannya dari jabatan
presiden. Menurut Gus Dur, untuk Amien ada pengecualian, karena
pertimbangan tertentu. ''Saya tidak masalah untuk bertemu siapa
saja. Tetapi ada syaratnya, harus di tempat terbuka dan bisa
dikontrol publik,'' ujarnya yang tak mau dikatakan sikapnya yang
mendua itu.
Dalam kesempatan tersebut,
mantan Ketua Umum PBNU ini menolak untuk memberitahukan calon
wakil presiden (cawapres) dari PKB. Bahkan, Alwi Shihab sendiri
belum tentu dicalonkan. Semua itu baru akan diungkapkan setelah
pemilihan anggota legislatif. ''Ada mekanismenya dan akan
dibahas dalam mukernas. Nanti akan diputuskan siapa orangnya dan
apa perlu mengajak orang di luar PKB,'' tandas Gus Dur.
(kmb3)
|