kembali ke halaman depan
bunga2.gif (1033 bytes)  Minggu Kliwon, 30 Nopember 2003 tarukan valas
 

BERITA


Giliran Hillary Clinton Kunjungi Irak

Serangan Bom Bunuh Diri Tetap Terjadi

Baghdad -
Berselang sehari setelah kunjungan mendadak yang dilakukan Presiden George W. Bush, maka giliran senator Hillary Rodham Clinton melakukan kunjungan serupa ke Irak, Sabtu (29/11) kemarin. Kunjungannya tersebut tidak terkesan rahasia dan terburu-buru.

Tidak seperti Bush yang hanya berada dua jam di sebuah pangkalan di Bandara Internasional Baghdad bersama 600 tentara AS, Hillary memilih melakukan kunjungan ke luar bandara. Dia sempat mengunjungi sejumlah tempat termasuk kompleks istana dan pangkalan tentara AS.

Hillary sempat berbicara dengan sejumlah pegawai administrasi Irak termasuk dengan seorang wanita muslim. "Sudah bukan saatnya bagi tentara AS memikirkan kemenangan perang. Sekarang perang tersulit baru tiba. Bagaimana mereka dapat memenangkan hati dan pikiran rakyat Irak. Ini tantangan yang sulit," jelas Hillary.

Dalam kunjungannya itu, istri mantan Presiden AS Bill Clinton tersebut didampingi senator dari perwakilan Rhode Island Jack Reed. Hillary dengan terus terang memuji kunjungan Bush sebelumnya. Baginya kunjungan semacam itu sangat luar biasa.

Sementara itu dari peternakan pribadi Bush di wilayah Crawford Texas, penasihat keamanan nasional Concoleeza Rice menolak anggapan kunjungan Bush hanya memandang masalah politik. Tujuannya untuk menenangkan kondisi Irak yang makin memburuk. "Sejujurnya, Irak masih merupakan daerah berbahaya dan itu bukan rahasia lagi," tutur Rice. Bahkan Rice menegaskan kunjungan Bush selama dua setengah jam itu tidak mengubah apa pun di Irak. Apalagi berkaitan dengan masalah stabilitas keamanan di sana.

Saat bersamaan, kandidat Presiden AS dari mantan Jenderal Wesley Clark memuji keberanian kunjungan Bush ke Irak. Pujian serupa juga dilakukan oleh sejumlah pengamat politik AS. Menurut Clark, kedatangan Bush di Irak menunjukkan Washington berperan penting dalam pembangunan negara tersebut. "Kunjungan itu telah memperlihatkan betapa kondisi Irak sangat berbahaya saat ini dan kita memerlukan bantuan dari sekutu AS untuk mengatasi masalah di sana," ujar Clark.

Di Irak, serangan bom bunuh diri tetap terjadi. Seorang tentara AS dari kesatuan Divisi 101 Airborne tewas akibat serangan empat mortir dekat pangkalannya di Mosul. Selain serangan mortir, kota Baghdad juga dihantui kecemasan karena demonstrasi ribuan orang. Mereka memasuki pusat kota dengan slogan-slogan antiteror dan pengeboman. Azis al-Yasser yang tampil sebagai koordinator demonstrasi mengungkapkan demo tersebut meminta agar rakyat Irak membantu pasukan AS untuk menghadapi teror yang meningkat belakangan ini. "Kita harus membantu mereka para pasukan koalisi. Ini bukan permasalahan pasukan asing sebagai penyebab kekacauan. Tetapi Irak akan banjir darah jika mereka mundur," ujar Azis yang juga tokoh dari Aliansi Demokrasi Irak.

Pihak keamanan tidak mau ambil risiko dengan keamanan sepanjang demo berlangsung. Kepolisian Irak turut mendampingi para demonstran. Sementara itu pengawalan ketat juga dilakukan pasukan AS dengan kendaraan lapis baja dan dua helikopter.

Saat ini pihak administrator AS tengah berupaya mencari solusi untuk penyerahan kekuasaan kepada pihak Irak. Pasalnya penolakan oleh tokoh Shiite Ayatollah Ali Sistani mengenai bentuk kaukus untuk pemilihan tidak langsung menyebabkan rencana awal AS berantakan. Seorang tokoh senior AS mengungkapkan, pihak koalisi memilih untuk memberi kesempatan lebih besar kepada Irak. "Jika mereka menolak kaukus kami, kami tidak akan memaksakan. Kami harus menemukan jalan lain menuju pemilihan mendatang," jelasnya.

Menanggapi kelanjutan serangan bunuh diri di Irak, sejumlah penangkapan tokoh Al-Qaeda berlangsung di beberapa negara. Jerman dan Italia menangkap setidaknya lima anggotanya. Bahkan salah satunya warga Algeria yang ditangkap di Jerman dan penangkapan tokoh wanita di Padua Italia. Menurut kepolisian kedua negara, para tersangka ditangkap akibat merekrut orang-orang untuk melakukan bom bunuh diri.

Dari penangkapan di Hamburg Jerman, seorang juru bicara polisi wanita mengidentifikasikan seorang tersangka bernama Mahjub Abderrazak dan dikenal sebagai seorang sheik. Sedangkan juru bicara kepolisian Italia mengungkapkan sel Al-Qaeda di Italia telah melakukan kontak dengan anggotanya di Italia Utara untuk merekrut pasukan berani mati. Dari lima yang ditangkap di Italia, dua di antaranya merupakan warga Irak dan Tunisia. (rah/afp)


 

ke atas

 
LIVE RADIO GLOBAL
Live Radio Global FM Kinijani

 

ACARA RADIO & TV

 

CUACA

www.bali-travelnews.com