kembali ke halaman depan
bunga2.gif (1033 bytes)  Minggu Kliwon, 30 Nopember 2003 tarukan valas
 

BERITA


Kapal Dihantam Badai, 113 Tewas

Inongo -
Sebuah kapal penangkap ikan yang dirombak menjadi kapal angkut, tenggelam di Danau Maindombe wilayah Republik Demokratik Kongo dan menyebabkan 113 korban tewas. Hingga Sabtu (29/11) kemarin, pencarian terhadap 70 korban masih terus dilanjutkan.

Kapal bernama Dieu Merci itu tenggelam di danau yang termasuk wilayah Propinsi Bandundu sekitar 600 kilometer timur laut ibu kota Kinshasa. Saat menyeberangi danau, kapal diperkirakan mengangkut lebih dari 400 penumpang serta membawa muatan yang melebihi kapasitasnya. Sedangkan kapal hanya didorong dengan mengandalkan dua mesin standar kapal penangkap ikan. Ketika dalam perjalanan, kapal dihantam badai besar dan akhirnya tenggelam.

Sebelumnya, pasukan pemelihara perdamaian PBB mengungkapkan angka korban hanya 112 tewas dan 229 berhasil selamat. Namun melihat kondisi di lapangan, pihak pemerintah daerah dan pasukan PBB mengubah perkiraan korban tewas. Dari jumlah 229 yang selamat, 65 di antaranya masih dalam perawatan di rumah sakit.

Pemerintah yang diwakili Menteri Media dan Penerangan Vital Kamerhe mengungkapkan, sejumlah penyebab tenggelamnya kapal Dieu Merci. Menurutnya, peristiwa itu dikarenakan badai, kelebihan muatan manusia dan barang, kondisi kapal yang buruk serta perilaku petugas di pelabuhan. Akibat kejadian mengerikan tersebut, pihak pemerintah Kinshasa melakukan sejumlah investigasi kepada petugas di Distrik Maindombe, petugas pelabuhan serta lembaga-lembaga berwenang lainnya. Saat bersamaan, pemilik kapal Ntoma Nzondo telah ditangkap untuk mempertanggungjawabkan perbuatannya.

Peristiwa yang menelan korban besar itu menjadi perhatian serius pemerintah Kinshasa. Sejumlah pejabat tinggi melakukan kunjungan ke lokasi kejadian. Wakil Presiden Azarias Ruberwa menegaskan akan mengambil tindakan hukum kepada tiap orang yang berhubungan dengan kejadian tersebut. Ruberwa juga menyerahkan bantuan berupa obat-obatan, selimut dan sabun serta dana senilai 40 ribu dolar AS. Saat itu juga pihak program makanan PBB menyerahkan bantuan 900 kilogram makanan kepada korban selamat. Sedangkan sebuah kapal kargo yang mengangkut bantuan obat-obatan merapat di Pelabuhan Inongo.

Ruberwa juga memastikan dirinya telah mendapatkan laporan awal mengenai musibah tenggelamnya Dieu Merci dari agen intelijen negara serta pasukan keamanan. Menurutnya, kapal membawa 400 penumpang dengan jumlah muatan barang melebihi kapasitas. Padahal Dieu Merci hanya boleh memuat barang antara 5 hingga 15 ton. Saat tenggelam, kapal itu justru memuat barang mencapai 20 ton lebih.

Danau Maindombe serta Danau Tumba merupakan dua danau besar di wilayah utara Republik Demokratik Kongo. Keduanya merupakan penyuplai air bagi sungai-sungai yang melalui ibu kota Kinshasa. Berdasarkan keterangan warga setempat, menumpang kapal ikan sudah menjadi kebiasaan sehari-hari mereka. Apalagi kapal-kapal dengan muatan manusia serta barang yang berlebihan. Warga Kongo menyukai perjalanan melalui sungai jika ingin bepergian ke Kinshasa. Hal tersebut dilakoni untuk menghindari bentrok bersenjata antara pasukan pemerintah dan pemberontak yang sering terjadi. Kebiasaan tersebut masih bertahan hingga musibah terjadi meskipun perjanjian damai telah tercapai antara kedua pihak. (rah/afp)


 

ke atas

 
LIVE RADIO GLOBAL
Live Radio Global FM Kinijani

 

ACARA RADIO & TV

 

CUACA

www.bali-travelnews.com