Kapal
Dihantam Badai, 113 Tewas
Inongo -
Sebuah kapal penangkap ikan yang dirombak menjadi kapal angkut,
tenggelam di Danau Maindombe wilayah Republik Demokratik Kongo
dan menyebabkan 113 korban tewas. Hingga Sabtu (29/11) kemarin,
pencarian terhadap 70 korban masih terus dilanjutkan.
Kapal bernama Dieu Merci
itu tenggelam di danau yang termasuk wilayah Propinsi Bandundu
sekitar 600 kilometer timur laut ibu kota Kinshasa. Saat
menyeberangi danau, kapal diperkirakan mengangkut lebih dari 400
penumpang serta membawa muatan yang melebihi kapasitasnya.
Sedangkan kapal hanya didorong dengan mengandalkan dua mesin
standar kapal penangkap ikan. Ketika dalam perjalanan, kapal
dihantam badai besar dan akhirnya tenggelam.
Sebelumnya, pasukan
pemelihara perdamaian PBB mengungkapkan angka korban hanya 112
tewas dan 229 berhasil selamat. Namun melihat kondisi di
lapangan, pihak pemerintah daerah dan pasukan PBB mengubah
perkiraan korban tewas. Dari jumlah 229 yang selamat, 65 di
antaranya masih dalam perawatan di rumah sakit.
Pemerintah yang diwakili
Menteri Media dan Penerangan Vital Kamerhe mengungkapkan,
sejumlah penyebab tenggelamnya kapal Dieu Merci. Menurutnya,
peristiwa itu dikarenakan badai, kelebihan muatan manusia dan
barang, kondisi kapal yang buruk serta perilaku petugas di
pelabuhan. Akibat kejadian mengerikan tersebut, pihak pemerintah
Kinshasa melakukan sejumlah investigasi kepada petugas di
Distrik Maindombe, petugas pelabuhan serta lembaga-lembaga
berwenang lainnya. Saat bersamaan, pemilik kapal Ntoma Nzondo
telah ditangkap untuk mempertanggungjawabkan perbuatannya.
Peristiwa yang menelan
korban besar itu menjadi perhatian serius pemerintah Kinshasa.
Sejumlah pejabat tinggi melakukan kunjungan ke lokasi kejadian.
Wakil Presiden Azarias Ruberwa menegaskan akan mengambil
tindakan hukum kepada tiap orang yang berhubungan dengan
kejadian tersebut. Ruberwa juga menyerahkan bantuan berupa
obat-obatan, selimut dan sabun serta dana senilai 40 ribu dolar
AS. Saat itu juga pihak program makanan PBB menyerahkan bantuan
900 kilogram makanan kepada korban selamat. Sedangkan sebuah
kapal kargo yang mengangkut bantuan obat-obatan merapat di
Pelabuhan Inongo.
Ruberwa juga memastikan
dirinya telah mendapatkan laporan awal mengenai musibah
tenggelamnya Dieu Merci dari agen intelijen negara serta pasukan
keamanan. Menurutnya, kapal membawa 400 penumpang dengan jumlah
muatan barang melebihi kapasitas. Padahal Dieu Merci hanya boleh
memuat barang antara 5 hingga 15 ton. Saat tenggelam, kapal itu
justru memuat barang mencapai 20 ton lebih.
Danau Maindombe serta
Danau Tumba merupakan dua danau besar di wilayah utara Republik
Demokratik Kongo. Keduanya merupakan penyuplai air bagi
sungai-sungai yang melalui ibu kota Kinshasa. Berdasarkan
keterangan warga setempat, menumpang kapal ikan sudah menjadi
kebiasaan sehari-hari mereka. Apalagi kapal-kapal dengan muatan
manusia serta barang yang berlebihan. Warga Kongo menyukai
perjalanan melalui sungai jika ingin bepergian ke Kinshasa. Hal
tersebut dilakoni untuk menghindari bentrok bersenjata antara
pasukan pemerintah dan pemberontak yang sering terjadi.
Kebiasaan tersebut masih bertahan hingga musibah terjadi
meskipun perjanjian damai telah tercapai antara kedua pihak. (rah/afp)
|