kembali ke halaman depan
bunga2.gif (1033 bytes)  Minggu Kliwon, 30 Nopember 2003 tarukan valas
 

BERITA


Ni Putu Ary Hartini

Jadi Penyiar Kayaknya Enak

BERAWAL dari menyenangi budaya tradisional Bali, Ni Putu Ary Hartini akhirnya terpilih menjadi juara I pada "Lomba Presenter" Bali TV kategori "Pembaca Berita Berbahasa Bali" belum lama ini. Menurutnya, profesi yang mengandalkan suara dan penampilan ini digeluti dan dipelajari secara otodidak sejak menjadi murid SMP. Profesi ini digeluti, berawal dari banyaknya ia mengumpulkan prestasi dari lomba-lomba yang diikutinya. Di antaranya lomba baca puisi, lomba mesatwa, lomba cerdas tangkas, lomba utsawa dharma gita, dan sebagai penari festival gong kebyar di Pesta Kesenian Bali (PKB).

Meskipun demikian, Ary -- begitu ia sering disapa, sering dipercaya menjadi presenter. Baik di tingkat Kecamatan Mengwi seperti dalam lomba desa dan seremonial lainnya, atau mewakili Kabupaten Badung sebagai presenter pada acara pementasan kesenian berkaitan PKB di Taman Budaya Denpasar. "Setelah mendengar ada lomba di Bali TV saya kepingin mencobanya. Juga ingin membuka kesempatan untuk memperkenalkan diri pada publik lewat lomba. Ternyata sangat surprise bisa terpilih sebagai juara I. Saya berharap, setelah mendapat juara diberikan kesempatan untuk mengisi acara. Walaupun tidak menjadi presenter tetap, tetapi cukup mengisi acara-acara kecil-kecilan saja," kata alumnus Teknik Sipil Universitas Udayana ini.

Menurut pemilik tinggi-berat 165 cm dan 55 kg yang gemar makan bakso ini, mengikuti lomba presenter karena merupakan hobi. Bagi Ary, di samping ingin menyalurkan bakat dan menambah wawasan lewat membaca berita, juga untuk melestarikan budaya tradisional Bali. "Jujur saja, sejak kecil saya sudah ingin menekuni dunia televisi, terutama pada bidang penyiaran. Menjadi penyiar itu kayaknya enak banget. Di samping untuk mendapat wawasan lebih luas. Jelasnya, kalau membaca itu kan harus menguasai isinya, tidak cuma membaca," paparnya.

Walau mengikuti lomba presenter kali ini merupakan yang pertama, tetapi ia sama sekali tidak grogi atau takut. Justru ia tampil percaya diri dan enjoy saja. Wajar saja, setelah lomba ia merasa optimis bisa mendapat juara, namun tidak tahu bisa meraih juara I. "Banyak juga selentingan dari teman-teman bahwa saya bisa meraih juara. Tapi, belum berani memastikan, karena merasa penampilan saya dadakan," ujarnya.

Sulung dari tiga saudara putri pasangan I Made Gunawan (alm) dan Ni Made Astini, A.Ma.Pd. ini mengatakan, dalam mengikuti lomba ia tidak melakukan persiapan yang serius. Dua hari sebelum lomba, ia hanya sempat latihan membaca, kemudian mempraktikkan secara langsung di depan kaca. Sedangkan yang menilai adalah ibunya sendiri. Maklum saja, Ary adalah seorang pekerja swasta yang sedikit memiliki waktu untuk berlatih. "Saya belajar melalui siaran berita di Bali TV. Walau cuma dua hari itu, tetapi semua saya bisa mendapat masukan. Seperti mengukur intonasi, pemenggalan kalimat yang pas dan ekspresi," katanya polos.

Lebih lanjut, dara kelahiran Gulingan, 5 Juni 1977 ini menjelaskan, sekarang ini anak-anak sangat jarang bisa menggunakan bahasa Bali sebagai alat komunikasi. Padahal ini perlu dilestarikan, sehingga budaya tradisional Bali ini tidak hilang. Nah, untuk itu, sebaiknya bahasa Bali pertama kali dilatih dalam lingkungan keluarganya. Walaupun sederhana, tetapi saking seringnya akan menjadi biasa. Di sekolah juga harus diberikan pelajaran bahasa Bali. "Ilmunya didapat di sekolah dan praktiknya dilakukan pada lomba-lomba seperti ini. Kalau bisa, lomba seperti ini dilakukan lebih sering lagi. Bisa juga lomba mesatwa dan lomba mawirama," katanya.

Ketika ditanya, apakah Ary juga menggeluti dunia model, sambil menarik napas panjang ia berkata, "Saya tidak senang melakukan seni gaya itu. Tetapi saya tidak membencinya. Lagian, saya rasa tidak mutlak seorang presenter itu adalah seorang model. Dunia model hanya sebagai pendukung saja. Walau tidak cantik, yang penting mampu berekspresi dan bisa menarik pemirsa untuk betah menonton. Lagian tidak selalu orang yang cantik bisa masuk ke dunia penyiaran," katanya. (buda)


 

ke atas

 
LIVE RADIO GLOBAL
Live Radio Global FM Kinijani

 

ACARA RADIO & TV

 

CUACA

www.bali-travelnews.com