kembali ke halaman depan

 

 

 

 

Rabu Paing, 8 Oktober 2003

 Mancanegara


Kabinet Baru Palestina Diambil Sumpah

Ramallah -
Presiden Palestina Yasser Arafat Selasa (7/10) kemarin mengambil sumpah kabinet baru pimpinan PM Ahmed Qorei di kantornya di Ramallah, Tepi Barat. Penetapan kabinet Palestina itu merupakan manuver Arafat ditengah upaya Israel mengusir dirinya dari Ramallah.

Kabinet baru itu minus Nasser Yousef yang menduduki jabatan Menteri Dalam Negeri. Arafat tidak menjelaskan ketidakhadiran Yousef. Selain Yousef, Jawad Tibi juga tidak hadir dalam upacara itu. Tibi yang berada di Gaza, tidak berhasil menuju Ramallah.

Selain pelantikan 8 menteri kabinet itu, Arafat juga menyatakan keadaan darurat di Palestina. Penetapan itu dilakukan menyusul serangan bom bunuh diri di Haifa yang menewaskan 19 orang. Bom bunuh diri anggota kelompok Jihad Islam itu, memperkuat seruan Israel untuk menyingkirkan Arafat sesegera mungkin dari Ramallah.

Pemerintahan darurat itu akan berjalan sebulan. Jika dua per tiga parlemen sependapat dengan ide-ide yang dilakukan Qorei, pemerintahan diperpanjang 1 bulan lagi. Namun Qorei diberi kewenangan untuk melengkapi kabinetnya dalam sebulan ini.

Upacara pelantikan kemarin berlangsung dengan tenang dan khidmat di komplek Ramallah. Arafat berdiri di belakang meja dan satu persatu menetri maju dan mengucap sumpah setia kepada Palestina. Arafat yang nampak lelah dan pucat, memeluk satu persatu menteri-menteri itu setelah pengambilan sumpah. "Semoga Allah membantumu Abu Ala," kata Arafat saat memeluk Qorei dan menyebut nama panggilannya.

Pemerintah AS seperti akan memberi Qorei kesempatan untuk melanjutkan proses Peta Jalan yang sempat tersendat menyusul pengunduran diri PM Mahmud Abbas. Qorei yang mendukung penuh Arafat, sebelumnya mengancam akan mengundurkan diri bila pemimpin Palestina itu diusir Israel dari tanah kelahirannya. Pengunduran Qorei diyakini akan berakibat fatal pada kondisi di Timur Tengah.

Qoeri mengumumkan kabinet pemerintahan daruratnya yang terdiri atas Menteri Luar Negeri Nabil Shaath, Menteri Keuangan Salam Fayad, Menteri Dalam Negeri Yousef, juru runding Palestina-Isreal Saeb Erekat, Menteri Pendidikan Nabil Abu Hummus, Menteri urusan Lokal Jamal Shobaki dan dua pejabat kelompok Hamas Abdel Rahman Hamad dan Tibi.

Dalam wawancara dengan kantor berita AP, Qorei menyatakan ingin mempercepat proses gencatan senjata dengan Israel. Namun untuk menghadapi kelompok militan Palestina, ia memilih untuk tidak menekannya. Langkah itu untuk menghindari perang saudara yang lebih hebat di Palestina.(yud/afp)

 

CUACA


ACARA TV & RADIO


Radio Global FM 99,15 (LIVE)