|
Kabinet
Baru Palestina Diambil Sumpah
Ramallah
-
Presiden Palestina Yasser Arafat Selasa (7/10) kemarin
mengambil sumpah kabinet baru pimpinan PM Ahmed Qorei di
kantornya di Ramallah, Tepi Barat. Penetapan kabinet
Palestina itu merupakan manuver Arafat ditengah upaya
Israel mengusir dirinya dari Ramallah.
Kabinet
baru itu minus Nasser Yousef yang menduduki jabatan
Menteri Dalam Negeri. Arafat tidak menjelaskan
ketidakhadiran Yousef. Selain Yousef, Jawad Tibi juga
tidak hadir dalam upacara itu. Tibi yang berada di Gaza,
tidak berhasil menuju Ramallah.
Selain
pelantikan 8 menteri kabinet itu, Arafat juga menyatakan
keadaan darurat di Palestina. Penetapan itu dilakukan
menyusul serangan bom bunuh diri di Haifa yang menewaskan
19 orang. Bom bunuh diri anggota kelompok Jihad Islam itu,
memperkuat seruan Israel untuk menyingkirkan Arafat
sesegera mungkin dari Ramallah.
Pemerintahan
darurat itu akan berjalan sebulan. Jika dua per tiga
parlemen sependapat dengan ide-ide yang dilakukan Qorei,
pemerintahan diperpanjang 1 bulan lagi. Namun Qorei diberi
kewenangan untuk melengkapi kabinetnya dalam sebulan ini.
Upacara
pelantikan kemarin berlangsung dengan tenang dan khidmat
di komplek Ramallah. Arafat berdiri di belakang meja dan
satu persatu menetri maju dan mengucap sumpah setia kepada
Palestina. Arafat yang nampak lelah dan pucat, memeluk
satu persatu menteri-menteri itu setelah pengambilan
sumpah. "Semoga Allah membantumu Abu Ala," kata
Arafat saat memeluk Qorei dan menyebut nama panggilannya.
Pemerintah
AS seperti akan memberi Qorei kesempatan untuk melanjutkan
proses Peta Jalan yang sempat tersendat menyusul
pengunduran diri PM Mahmud Abbas. Qorei yang mendukung
penuh Arafat, sebelumnya mengancam akan mengundurkan diri
bila pemimpin Palestina itu diusir Israel dari tanah
kelahirannya. Pengunduran Qorei diyakini akan berakibat
fatal pada kondisi di Timur Tengah.
Qoeri
mengumumkan kabinet pemerintahan daruratnya yang terdiri
atas Menteri Luar Negeri Nabil Shaath, Menteri Keuangan
Salam Fayad, Menteri Dalam Negeri Yousef, juru runding
Palestina-Isreal Saeb Erekat, Menteri Pendidikan Nabil Abu
Hummus, Menteri urusan Lokal Jamal Shobaki dan dua pejabat
kelompok Hamas Abdel Rahman Hamad dan Tibi.
Dalam
wawancara dengan kantor berita AP, Qorei menyatakan ingin
mempercepat proses gencatan senjata dengan Israel. Namun
untuk menghadapi kelompok militan Palestina, ia memilih
untuk tidak menekannya. Langkah itu untuk menghindari
perang saudara yang lebih hebat di Palestina.(yud/afp)
|