Weda
Wakya
Pura Segara Watu Klotok
Isya vasyam
Idam sarvam.
Jagat yat kim ca
Jagatya jagat.
(Yajurveda XXXX,1)
Maksudnya: Tuhan berstana di alam semesta (bhuwana agung)
baik pada yang bergerak maupun pada yang tidak bergerak.
MANTRA
Veda ini memberikan kita pemahaman bahwa stana Tuhan yang
sebenarnya adalah pada alam semesta yang disebut Bhuwana
Agung dengan segala isinya baik yang bergerak maupun yang
tidak bergerak. Ini artinya tidak ada bagian alam ini
tanpa kehadiran Tuhan. Pura adalah tempat memuja Tuhan
yang esa dan yang berstana di alam raya ini. Kalau
demikian halnya apakah pura itu bukan stana Tuhan. Karena
menurut keyakinan Hindu sebagaimana dinyatakan dalam
Mantra Veda ini bahwa Tuhan ada di mana-mana tentunya
termasuk di pura.
Apa bedanya di pura
dan tidak di pura? Pura adalah simbol atau replika dari
Bhuwana Agung ini. Seperti dinyatakan dalam Lontar Dharma
Surya baha Meru itu lambang gunung dan gunung lambang
Bhuwana. Tumpah-tumpang Meru pinaka uriping bhuwana,
pinaka pataling bhuwana. Demikian juga pelinggih pura
lainnya adalah lambang bhuwana. Pura adalah media memuja
Tuhan. Ini artinya bukan pura yang berwujud fisik itu yang
disembah oleh umat Hindu. Pura hanya media memuja Tuhan.
Memuja Tuhan menurut keyakinan Hindu bukanlah sekadar
memuja. Memuja Tuhan untuk didayagunakan membenahi
kehidupan individual dan sosial umat manusia di dunia ini.
Sebelum Mpu Kuturan
mendampingi raja menata kehidupan umat Hindu di Bali sudah
dikenal adanya tiga pura di setiap kerajaan yaitu Pura
Segara, Pura Penataran dan Pura Puncak. Tiga pura itu
simbol atau media memuja Tuhan yang berada di Bhur, Bhuwah
dan Swah Loka. Pura Watu Klotok yang berada di tepi pantai
selatan kota Klungkung tergolong Pura Segara. Konon Pura
Segara Watu Klotok inilah sebagai sentra seluruh Pura
Segara yang ada di Bali. Fungsi Pura Segara sebagai simbol
alam Bhur Loka dalam konsepsi Tri Loka dan sebagai simbol
predana dalam konsepsi rwa bhineda. Gunung atau wukir
simbol purusa, sedangkan segara simbol predana. Memuja
mengusahakan keseimbangan hidup lahir batin di dunia ini.
Memuja Tuhan yang menjiwai Tri Loka sebagai simbol untuk
mendayagunakan makna pemujaan itu mewujudkan kesucian Tri
Loka tersebut. Terbukti perilaku buruk manusia di bumi ini
juga dapat merusak keadaan di ruang angkasa. Seperti
penggunaan freon yaitu zat yang digunakan dalam air
condition dapat merusak lapisan ozon. Dengan terganggunya
lapisan ozon itu sinar matahari menjadi terganggu juga
fungsinya sebagai sumber kehidupan di planet bumi ini.
Pembuangan asap
mesin yang mengandung CO2 secara berlebihan ke udara dapat
menimbulkan efek rumah kaca di ruang angkasa. Efek rumah
kaca itu menimbulkan pemanasan global, sehingga suhu di
bumi ini makin meningkat. Pemujaan Tuhan di Pura Segara
Watu Klotok sebagai simbol penjabaran perbuatan suci di
Bhur Loka ini sehingga tidak merusak Tri Loka ini.
Pura Segara Watu
Klotok sebagai tempat melangsungkan upacara Melasti
terutama saat ada upacara besar di Pura Besakih. Misalnya
upacara Manca Wali Krama, Eka Dasa Rudra, Meligia Marebu
Bumi, dll. Tujuan utama dari Melasti menurut Lontar
Sunarigama dan Sang Hyang Aji Swamandala sangatlah
universal. Tujuan utama tersebut yaitu untuk menguatkan
sradha dan bakti umat kepada Tuhan dan semua
manifestasi-Nya. Dengan kuatnya sradha dan bakti umat
kepada Tuhan, umat dapat mengentaskan masyarakat dari
penderitaan.
Upacara Melasti juga
mengandung nilai agar didahului dengan melakukan penguatan
individual dengan menghilangkan papa klesa, sebagaimana
dinyatakan dalam lontar. Klesa itu sumber kepapaan
individual. Klesa terdiri atas lima yaitu: Awidya artinya
kegelapan hati nurani, Asmita sifat mementingkan diri
sendiri (egois), Raga artinya hidup dengan mengumbar hawa
nafsu, Dwesa artinya dikuasai oleh nafsu benci dan dendam
dan Abhiniwesa artinya hidup yang selalu diliputi oleh
rasa takut.
Tujuan Melasti yang
selanjutnya adalah untuk menanamkan niat suci untuk selalu
menghindari kerusakan alam lingkungan. Jadinya peningkatan
sradha dan bakti itu harus mampu mendorong munculnya
kegiatan hidup untuk mensejahterakan kehidupan sosial,
penguatan individual dan pelestarian alam secara nyata.
Sehingga fungsi Pura Segara Watu Klotok sebagai pusat Pura
Segara di Bali sangatlah mulia dan universal.
* I Ketut
Gobyah
|