kembali ke halaman depan

 

 

 

 

Kamis Paing, 23 Oktober 2003

 Nusantara


Ngaku Bawa Bom, Bajak Bus

Jakarta (Bali Post) -
Bus Damri jurusan Rawamangun - Bandara Soekarno-Hatta dibajak seorang lelaki yang badannya dipenuhi kotak mirip bom rakitan, di Jalan Tol Pluit Jakarta, Rabu (22/10) kemarin. Pembajak mengancam akan meledakkan bus jika 21 penumpang tidak menyerahkan hartanya.

Aksi ini berhasil dibekuk petugas patroli yang memperoleh informasi dari penumpang bus. Tak ada korban jiwa dalam aksi pembajakan ini, mengingat ''bom rakitan'' milik pembajak itu ternyata bom bohong-bohongan. Sementara pembajaknya, Eko Puwanto (42), warga Condet, Jakarta Timur, kini diperiksa di Polda Metro Jaya.

Menurut pengakuan Eko, aksi pembajakannya itu dilakukan seorang diri, yang terinspirasi setelah menonton film aksi pembajakan di layar televisi. Ia kemudian mengumpulkan bahan bekas berupa paralon, kabel, lempengan magnet dari speaker bekas, kotak hitam berisi baterai dan lampu kecil, kemudian dilakban serta diisi remote control.

Sebanyak tiga ''bom rakitan'' berhasil dirancangnya. Dan, bom itu dipasang di dada depan, pinggang serta sebuah lagi dimasukkan ke dalam tas. Sekitar pukul 14.00 WIB, Eko menumpang bus Damri bernomor B 7134 EQ dari Rawamangun dan duduk di belakang. Saat bus berada di Tol Pluit, Eko langsung beraksi. ''Semua diam. Saya membawa bom dan mau meledakkan diri dan kalian semua akan tewas. Saya lakukan ini karena membutuhkan biaya hidup. Segera serahkan uang dan barang-barang, jika tidak saya akan segera meledakkan diri!'' gertaknya sambil membuka jaket biru yang ternyata ada benda menempel di dada dan di pinggangnya. Bahkan, bom itu sempat dinyalakan dan terlihat lampu berkedip-kedip.

Penumpang pun gemetaran melihat aksi Eko. Lantas lelaki kelahiran Ambarawa ini berjalan mendekati kernet bus, Aden, dan memberi tas berisi bom. Sopir bus, Yulianto, pun diminta untuk memutar arah bus menuju arah Jagorawi. Eko sendiri menyerahkan tas kresek kepada penumpang untuk menyerahkan hartanya. Hasilnya sekitar Rp 900.000, enam HP dan sebuah dompet. Saat Eko mengumpulkan barang itu, sopir bus membuka pintu secara otomatis kemudian kernet bus membuang tas berisi bom itu di jalan tol. Juga saat lengah, salah seorang penumpang bus mengontak lewat HP ke kantor polisi yang mengaku busnya dibajak. Hanya dalam tempo 15 menit, dua mobil patroli jalan tol membuntuti bus bandara itu. Eko pun panik melihat kedatangan polisi. Eko pun membuang dua bom yang ditaruh di badannya. Bus berhasil dihentikan, Eko pun berhasil ditangkap tanpa melakukan perlawanan, lantas digiring ke Polda Metro Jaya.

''Saya membutuhkan uang untuk bayar kontrakan rumah dan memperpanjang SIM untuk bekerja lagi. Bom yang saya buat itu palsu, tidak bisa meledak. Tujuan membuat bom hanya untuk menakut-nakuti penumpang,'' jelas bapak satu anak ini. (034)

 

CUACA


ACARA TV & RADIO


Radio Global FM 99,15 (LIVE)