Ngaku
Bawa Bom, Bajak Bus
Jakarta
(Bali Post) -
Bus Damri jurusan Rawamangun - Bandara Soekarno-Hatta
dibajak seorang lelaki yang badannya dipenuhi kotak mirip
bom rakitan, di Jalan Tol Pluit Jakarta, Rabu (22/10)
kemarin. Pembajak mengancam akan meledakkan bus jika 21
penumpang tidak menyerahkan hartanya.
Aksi ini berhasil
dibekuk petugas patroli yang memperoleh informasi dari
penumpang bus. Tak ada korban jiwa dalam aksi pembajakan
ini, mengingat ''bom rakitan'' milik pembajak itu ternyata
bom bohong-bohongan. Sementara pembajaknya, Eko Puwanto
(42), warga Condet, Jakarta Timur, kini diperiksa di Polda
Metro Jaya.
Menurut pengakuan
Eko, aksi pembajakannya itu dilakukan seorang diri, yang
terinspirasi setelah menonton film aksi pembajakan di
layar televisi. Ia kemudian mengumpulkan bahan bekas
berupa paralon, kabel, lempengan magnet dari speaker bekas,
kotak hitam berisi baterai dan lampu kecil, kemudian
dilakban serta diisi remote control.
Sebanyak tiga ''bom
rakitan'' berhasil dirancangnya. Dan, bom itu dipasang di
dada depan, pinggang serta sebuah lagi dimasukkan ke dalam
tas. Sekitar pukul 14.00 WIB, Eko menumpang bus Damri
bernomor B 7134 EQ dari Rawamangun dan duduk di belakang.
Saat bus berada di Tol Pluit, Eko langsung beraksi. ''Semua
diam. Saya membawa bom dan mau meledakkan diri dan kalian
semua akan tewas. Saya lakukan ini karena membutuhkan
biaya hidup. Segera serahkan uang dan barang-barang, jika
tidak saya akan segera meledakkan diri!'' gertaknya sambil
membuka jaket biru yang ternyata ada benda menempel di
dada dan di pinggangnya. Bahkan, bom itu sempat dinyalakan
dan terlihat lampu berkedip-kedip.
Penumpang pun
gemetaran melihat aksi Eko. Lantas lelaki kelahiran
Ambarawa ini berjalan mendekati kernet bus, Aden, dan
memberi tas berisi bom. Sopir bus, Yulianto, pun diminta
untuk memutar arah bus menuju arah Jagorawi. Eko sendiri
menyerahkan tas kresek kepada penumpang untuk menyerahkan
hartanya. Hasilnya sekitar Rp 900.000, enam HP dan sebuah
dompet. Saat Eko mengumpulkan barang itu, sopir bus
membuka pintu secara otomatis kemudian kernet bus membuang
tas berisi bom itu di jalan tol. Juga saat lengah, salah
seorang penumpang bus mengontak lewat HP ke kantor polisi
yang mengaku busnya dibajak. Hanya dalam tempo 15 menit,
dua mobil patroli jalan tol membuntuti bus bandara itu.
Eko pun panik melihat kedatangan polisi. Eko pun membuang
dua bom yang ditaruh di badannya. Bus berhasil dihentikan,
Eko pun berhasil ditangkap tanpa melakukan perlawanan,
lantas digiring ke Polda Metro Jaya.
''Saya membutuhkan
uang untuk bayar kontrakan rumah dan memperpanjang SIM
untuk bekerja lagi. Bom yang saya buat itu palsu, tidak
bisa meledak. Tujuan membuat bom hanya untuk
menakut-nakuti penumpang,'' jelas bapak satu anak ini.
(034)
|