Pembantu
Osama Bunuh Wartawan WSJ
New York -
Tim investigasi AS untuk kasus pembunuhan wartawan Wall
Street Journal (WSJ) Daniel Pearl mengatakan bahwa Pearl
dibunuh oleh Khalid Sheikh Mohammed, tersangka yang juga
merupakan pengatur strategi serangan teror 11 September
2001. Khalid Sheikh juga diyakini sebagai pembantu
terdekat Osama.
WSJ dalam laporannya
Rabu (22/10) kemarin mengatakan Gedung Putih telah
membenarkan informasi seputar pelaku pembunuhan Pearl.
Gedung Putih memperoleh bukti-bukti kuat bahwa Khalid
Sheikh terlibat langsung dalam kasus itu. Pearl diculik
pada tanggal 23 Januari tahun lalu saat ia sedang meliput
kegiatan kelompok militan di Pakistan. Sebuah rekaman
video dikirim ke Konsulat Amerika 21 Februari 2001.
Rekaman itu berisi proses pemenggalan leher Pearl. Proses
pencarian jenazah Pearl memakan waktu hingga Mei 2002.
Seorang pria
kelahiran Inggris Ahmad Saeed Omar Sheikh dan tiga militan
lainnya dituduh terlibat dalam serangkaian penculikan dan
pembunuhan itu. Namun, mereka tidak terlihat dalam proses
pemenggalan leher Pearl dan kasus pembunuhan itu tidak
bisa diungkap. Sedangkan Khalid Sheikh ditangkap di
Rawalpindi, Pakistan, Maret lalu. Ia disekap pada lokasi
rahasia dan telah diinterogasi oleh personel CIA. Pria
warga Kuwait keturunan Pakistan itu ditengarai sebagai
penyandang dana dan pengatur strategi jaringan Al-Qaeda
pimpinan Osama. Selain sebagai dalang serangan 11
September, ia dituduh ikut andil dalam pengeboman 12
bandar udara Amerika pada pertengahan 1990. Ia juga
dituduh membantu penyerangan terhadap gedung World Trade
Centre di New York pada tahun 1993.
Januari lalu,
majalah Time mengutip pernyataan polisi Pakistan yang
menyatakan setidaknya ada seorang saksi melihat Khalid
Sheikh membunuh Pearl secara langsung. Salah seorang
tersangka pelaku penculikan, Fazal Karim, dilaporkan
memberi tahu polisi bahwa Khalid Sheikh menggunakan
sebilah pisau untuk menggorok leher Pearl.
Milisi Sunni
Sementara itu,
polisi Pakistan telah menahan empat milisi dari kelompok
Sunni yang terlibat dalam pembunuhan enam warga muslim
Syiah awal bulan ini. "Empat aktivis Lashkar - e -
Jhangvi (LJ) telah ditahan terkait dengan kasus pembunuhan
tersebut," kata anggota senior tim investigasi.
Penangkapan itu sendiri dilakukan saat diadakannya razia
pada jalur LJ pada dua lokasi di kota Karachi.
Dua dari empat
tahanan tersebut, Shahnawaz Shani dan Mohammad Javed
merupakan tersangka utama dalam kasus ini. Pimpinan LJ
Mohammad Asif yang bertindak sebagai perencana dalam kasus
tersebut tidak termasuk dalam para tahanan itu, tambah
anggota senior ini.
Asif menjadi
pemimpin yang baru setelah pimpinan terdahulu, Akram
Lahori, berhasil ditangkap oleh polisi tahun lalu dan
menghadapi tuntutan pembunuhan, tambahnya.
LJ dituntut
bertanggung jawab atas pembantaian besar - besaran dalam
kurun waktu 10 tahun terakhir. LJ dilarang keberadaannya
oleh Presiden Perves Musharraf pada 2001. Kelompok itu
diklaim sebagai organisasi yang brutal dan berlandasan
kekerasan. (sun/afp)
|