kembali ke halaman depan

 

 

 

 

Kamis Paing, 23 Oktober 2003

 Mancanegara


Pembantu Osama Bunuh Wartawan WSJ

New York -
Tim investigasi AS untuk kasus pembunuhan wartawan Wall Street Journal (WSJ) Daniel Pearl mengatakan bahwa Pearl dibunuh oleh Khalid Sheikh Mohammed, tersangka yang juga merupakan pengatur strategi serangan teror 11 September 2001. Khalid Sheikh juga diyakini sebagai pembantu terdekat Osama.

WSJ dalam laporannya Rabu (22/10) kemarin mengatakan Gedung Putih telah membenarkan informasi seputar pelaku pembunuhan Pearl. Gedung Putih memperoleh bukti-bukti kuat bahwa Khalid Sheikh terlibat langsung dalam kasus itu. Pearl diculik pada tanggal 23 Januari tahun lalu saat ia sedang meliput kegiatan kelompok militan di Pakistan. Sebuah rekaman video dikirim ke Konsulat Amerika 21 Februari 2001. Rekaman itu berisi proses pemenggalan leher Pearl. Proses pencarian jenazah Pearl memakan waktu hingga Mei 2002.

Seorang pria kelahiran Inggris Ahmad Saeed Omar Sheikh dan tiga militan lainnya dituduh terlibat dalam serangkaian penculikan dan pembunuhan itu. Namun, mereka tidak terlihat dalam proses pemenggalan leher Pearl dan kasus pembunuhan itu tidak bisa diungkap. Sedangkan Khalid Sheikh ditangkap di Rawalpindi, Pakistan, Maret lalu. Ia disekap pada lokasi rahasia dan telah diinterogasi oleh personel CIA. Pria warga Kuwait keturunan Pakistan itu ditengarai sebagai penyandang dana dan pengatur strategi jaringan Al-Qaeda pimpinan Osama. Selain sebagai dalang serangan 11 September, ia dituduh ikut andil dalam pengeboman 12 bandar udara Amerika pada pertengahan 1990. Ia juga dituduh membantu penyerangan terhadap gedung World Trade Centre di New York pada tahun 1993.

Januari lalu, majalah Time mengutip pernyataan polisi Pakistan yang menyatakan setidaknya ada seorang saksi melihat Khalid Sheikh membunuh Pearl secara langsung. Salah seorang tersangka pelaku penculikan, Fazal Karim, dilaporkan memberi tahu polisi bahwa Khalid Sheikh menggunakan sebilah pisau untuk menggorok leher Pearl.

Milisi Sunni

Sementara itu, polisi Pakistan telah menahan empat milisi dari kelompok Sunni yang terlibat dalam pembunuhan enam warga muslim Syiah awal bulan ini. "Empat aktivis Lashkar - e - Jhangvi (LJ) telah ditahan terkait dengan kasus pembunuhan tersebut," kata anggota senior tim investigasi. Penangkapan itu sendiri dilakukan saat diadakannya razia pada jalur LJ pada dua lokasi di kota Karachi.

Dua dari empat tahanan tersebut, Shahnawaz Shani dan Mohammad Javed merupakan tersangka utama dalam kasus ini. Pimpinan LJ Mohammad Asif yang bertindak sebagai perencana dalam kasus tersebut tidak termasuk dalam para tahanan itu, tambah anggota senior ini.

Asif menjadi pemimpin yang baru setelah pimpinan terdahulu, Akram Lahori, berhasil ditangkap oleh polisi tahun lalu dan menghadapi tuntutan pembunuhan, tambahnya.

LJ dituntut bertanggung jawab atas pembantaian besar - besaran dalam kurun waktu 10 tahun terakhir. LJ dilarang keberadaannya oleh Presiden Perves Musharraf pada 2001. Kelompok itu diklaim sebagai organisasi yang brutal dan berlandasan kekerasan. (sun/afp)

 

CUACA


ACARA TV & RADIO


Radio Global FM 99,15 (LIVE)