kembali ke halaman depan

 

 

 

 

Kamis Paing, 23 Oktober 2003

 Bali


Ayah Bunuh Anak dan Menantu

Singaraja (Bali Post) -
Gara-gara tersinggung, seorang ayah tega membunuh anak dan menantunya. Peristiwanya terjadi di Dusun Bukit Balu, Banjar Selulung, Desa Ambengan, Sukasada, Rabu (22/10) kemarin. Ketut Wistra (50) membantai anaknya sendiri, Gede Negara (25) dan menantunya, Ni Ketut Parmiasih (21), hingga tewas dengan kondisi mengenaskan. Kepala kedua korban pecah akibat dibacok dengan kapak. Sementara istri tersangka, Ketut Kerti (46), serta keponakannya mengalami luka-luka dan kini dirawat di RSU Singaraja.

Dari olah TKP disebutkan, peristiwa mengenaskan itu bermula dari masalah sepele antara menantu dan mertua. Dalam pemeriksaan di Mapolsektif Sukasada, tersangka Wistra mengaku dirinya nekat membantai anak dan menantunya gara-gara tersinggung atas sikap menantunya selama ini. Menantunya itu dianggap sering memperlihatkan muka tidak enak di hadapannya. ''Tiang terus sebengine,'' ujar Wistra di hadapan penyidik.

Akibat ulah menantunya itulah, sejak tiga hari ia merasa marah dan ingin menghabisi nyawa anak dan menantunya tersebut. Dan, pada Rabu kemarin sekitar pukul 16.00 wita, kemarahan tersangka memuncak sehingga pergi ke rumah pasangan suami-istri itu yang berjarak sekitar 500 meter dari rumahnya. Sampai di rumah anak kandungnya itu, tersangka langsung menebas kepala anak dan menantunya dengan kapak. Setelah keduanya tewas, tersangka lantas pulang. Sesampai di rumah, kemarahan bapak yang sudah tampak renta itu ternyata belum surut. Istrinya, Ni Ketut Kerthi, ikut menjadi sasaran. Namun, tak sampai tewas dan mengalami luka-luka hingga harus dirawat di RSU Singaraja.

Kapolsektif Sukasada AKP Ketut Jina, S.Sos. menyebutkan pihaknya sudah meminta keterangan empat saksi yang diduga mengetahui kronologi kejadian sadis itu. ''Kita juga sudah menyita beberapa barang bukti serupa sebuah kapak, sabit, batu bata, pisau, gunting dan baju,'' katanya.

Hingga tengah malam polisi masih terus melakukan pemeriksaan terhadap saksi-saksi dan tersangka. Menurut Kapolsektif Jina, pihaknya masih belum bisa mengorek keterangan dari tersangka secara lengkap, karena lelaki tua itu masih tampak bingung dan stres. (kmb15)

 

CUACA


ACARA TV & RADIO


Radio Global FM 99,15 (LIVE)