Ayah
Bunuh Anak dan Menantu
Singaraja
(Bali Post) -
Gara-gara tersinggung, seorang ayah tega membunuh anak dan
menantunya. Peristiwanya terjadi di Dusun Bukit Balu,
Banjar Selulung, Desa Ambengan, Sukasada, Rabu (22/10)
kemarin. Ketut Wistra (50) membantai anaknya sendiri, Gede
Negara (25) dan menantunya, Ni Ketut Parmiasih (21),
hingga tewas dengan kondisi mengenaskan. Kepala kedua
korban pecah akibat dibacok dengan kapak. Sementara istri
tersangka, Ketut Kerti (46), serta keponakannya mengalami
luka-luka dan kini dirawat di RSU Singaraja.
Dari olah TKP
disebutkan, peristiwa mengenaskan itu bermula dari masalah
sepele antara menantu dan mertua. Dalam pemeriksaan di
Mapolsektif Sukasada, tersangka Wistra mengaku dirinya
nekat membantai anak dan menantunya gara-gara tersinggung
atas sikap menantunya selama ini. Menantunya itu dianggap
sering memperlihatkan muka tidak enak di hadapannya. ''Tiang
terus sebengine,'' ujar Wistra di hadapan penyidik.
Akibat ulah
menantunya itulah, sejak tiga hari ia merasa marah dan
ingin menghabisi nyawa anak dan menantunya tersebut. Dan,
pada Rabu kemarin sekitar pukul 16.00 wita, kemarahan
tersangka memuncak sehingga pergi ke rumah pasangan
suami-istri itu yang berjarak sekitar 500 meter dari
rumahnya. Sampai di rumah anak kandungnya itu, tersangka
langsung menebas kepala anak dan menantunya dengan kapak.
Setelah keduanya tewas, tersangka lantas pulang. Sesampai
di rumah, kemarahan bapak yang sudah tampak renta itu
ternyata belum surut. Istrinya, Ni Ketut Kerthi, ikut
menjadi sasaran. Namun, tak sampai tewas dan mengalami
luka-luka hingga harus dirawat di RSU Singaraja.
Kapolsektif Sukasada
AKP Ketut Jina, S.Sos. menyebutkan pihaknya sudah meminta
keterangan empat saksi yang diduga mengetahui kronologi
kejadian sadis itu. ''Kita juga sudah menyita beberapa
barang bukti serupa sebuah kapak, sabit, batu bata, pisau,
gunting dan baju,'' katanya.
Hingga tengah malam
polisi masih terus melakukan pemeriksaan terhadap
saksi-saksi dan tersangka. Menurut Kapolsektif Jina,
pihaknya masih belum bisa mengorek keterangan dari
tersangka secara lengkap, karena lelaki tua itu masih
tampak bingung dan stres. (kmb15)
|