kembali ke halaman depan

 

 

 

 

Kamis Paing, 23 Oktober 2003

 Bali


Kapal Canggih Bantuan Australia Tiba di Bali ---

Mampu Mendeteksi ''Musuh'' Jarak 24 Mil

Kapal bantuan pemerintah Australia dengan tipe MH 5766 tiba di Bali dan langsung merapat di perairan Benoa, Senin (20/10). Ini termasuk sarana transportasi laut tercanggih yang dimiliki Polda Bali. Kapal yang bernomor labung 221 itu dilengkapi layar monitor dan empat antena penangkap informasi. Kapal MH 5766 mampu mendeteksi ''musuh'' di depan pada jarak maksimal 24 mil, dan merekam gambar pada kedalaman sampai 200 meter. Seperti apa operasional armada laut yang mampu bergerak 90 kilometer per jam itu?

---------------

PENGAMANAN wilayah laut atau Selat Bali dipastikan akan bertambah ketat, menyusul datangnya kapal bantuan Australia untuk menunjang operasional Polda Bali. Kapal dengan panjang 8,20 meter itu merupakan armada ke-13 yang dimiliki polisi air. Kehadiran si ''penjelajah'' laut, bagi Dir. Pol. Air Polda Bali AKBP Agus Sutikno sangat mendukung upaya pengamanan di laut. ''Kapal bantuan Australia ini termasuk yang tercanggih. Saya makin yakin, si penjelajah laut (MH 5766-red) akan mampu mengejar kapal-kapal besar yang mencurigakan masuk Selat Bali,'' tandasnya saat memantau uji coba Kapal MH 5766 di Pelabuhan Benoa, Rabu (22/10) kemarin.

Kapal dengan lebar 2,55 meter tersebut memang dilengkapi sarana informasi serba modern. Ada antena GPS merek Magelland, radio VHF, dan radio 27 MHZ. Dua kursi untuk nakhoda mirip tempat duduk pesawat udara, ditambah sistem radar yang berfungsi mendeteksi benda jarak jauh. Pas di samping kemudi (stir) yang memakai sistem hidrolik dan fower stering, ada layar monitor ukuran 15 x 20 senti meter. Hebatnya lagi, kapal kebanggaan pasukan Polisi Air Polda Bali itu mampu mendeteksi benda di depan sampai jarak 24 mil. ''Upaya penyelundupan penyu sampai aksi teroris di laut bisa lebih mudah dideteksi. Gambar kapal yang berada di tengah laut bisa dilihat di layar monitor, untuk dipelajari sebelum melakukan penyergapan,'' tambahnya.

Laju Kapal MH 5766 mengandalkan dorongan dua mesin merek Mercury dengan kekuatan total 400 PK. Kapasitas BBM yang ditampung mencapai 680 liter, melaju kencang dengan sistem twin mercury 200 HP 2/stroke EFI marine out boards. Kapal berbobot kosong 2.283 kilogram itu mampu bergerak 90 kilometer per jam, dengan daya angkut sampai 10 penumpang. ''Keamanan di laut merupakan bagian penting dari program recovery Bali. Satu kapal canggih sudah ada, tentu akan makin lengkap setelah bantuan Pemda Badung turun tahun 2004 nanti,'' ucap Agus Sutikno.

Dir. Pol. Air Polda Bali ternyata sudah mengantisipasi keperluan SDM di masa mendatang. Sebelum kapal bantuan Australia datang, AKBP Agus Sutikno mengirim dua prajurit, salah satunya Brigadir Rahmad Junaedi -- untuk mengikuti pendidikan di Jakarta. Kapal MH 5766 harus dioperasikan nakhoda terlatih dan benar-benar paham dengan sistem injeksi sarana transportasi di laut. Misalnya, bagaimana menerima dan menyampaikan informasi dari tengah laut ke pos-pos Pol. Air yang berada di darat. ''Kalau ada musibah di laut, awak kapal MH 5766 bisa langsung mengirim berita. Dengan begitu, keselamatan di laut lebih terjamin.''

Pasukan Pol. Air Polda Bali memiliki 13 kapal motor untuk menjaga perairan Bali. Enam kapal yang bermarkas di Pelabuhan Benoa menjadi tim inti pengamanan Selat Bali, dua buah beroperasi di Gilimanuk, Pengambengan (1), Padangbai (2), dan Anturan (1). Pasukan Agus Sutikno tetap konsisten melakukan patroli rutin 24 jam di tengah laut. Pengamanan ketat di wilayah perairan Bali yang dirancang perwira murah senyum itu merupakan aplikasi sistem komando Kapolda Mangku Pastika. ''Beliau selalu mengingatkan prajurit, menjaga Bali harus early warning dan early detection,'' katanya. Akankah kehadiran Kapal MH 5766 di Benoa membuat jera para penyelundup lewat perairan Selat Bali? * suentra

 

CUACA


ACARA TV & RADIO


Radio Global FM 99,15 (LIVE)