Kapal Canggih Bantuan Australia Tiba di Bali ---
Mampu Mendeteksi
''Musuh'' Jarak 24 Mil
Kapal bantuan
pemerintah Australia dengan tipe MH 5766 tiba di Bali dan
langsung merapat di perairan Benoa, Senin (20/10). Ini
termasuk sarana transportasi laut tercanggih yang dimiliki
Polda Bali. Kapal yang bernomor labung 221 itu dilengkapi
layar monitor dan empat antena penangkap informasi. Kapal
MH 5766 mampu mendeteksi ''musuh'' di depan pada jarak
maksimal 24 mil, dan merekam gambar pada kedalaman sampai
200 meter. Seperti apa operasional armada laut yang mampu
bergerak 90 kilometer per jam itu?
---------------
PENGAMANAN
wilayah laut atau Selat Bali dipastikan akan bertambah
ketat, menyusul datangnya kapal bantuan Australia untuk
menunjang operasional Polda Bali. Kapal dengan panjang
8,20 meter itu merupakan armada ke-13 yang dimiliki polisi
air. Kehadiran si ''penjelajah'' laut, bagi Dir. Pol. Air
Polda Bali AKBP Agus Sutikno sangat mendukung upaya
pengamanan di laut. ''Kapal bantuan Australia ini termasuk
yang tercanggih. Saya makin yakin, si penjelajah laut (MH
5766-red) akan mampu mengejar kapal-kapal besar yang
mencurigakan masuk Selat Bali,'' tandasnya saat memantau
uji coba Kapal MH 5766 di Pelabuhan Benoa, Rabu (22/10)
kemarin.
Kapal dengan lebar
2,55 meter tersebut memang dilengkapi sarana informasi
serba modern. Ada antena GPS merek Magelland, radio VHF,
dan radio 27 MHZ. Dua kursi untuk nakhoda mirip tempat
duduk pesawat udara, ditambah sistem radar yang berfungsi
mendeteksi benda jarak jauh. Pas di samping kemudi (stir)
yang memakai sistem hidrolik dan fower stering, ada layar
monitor ukuran 15 x 20 senti meter. Hebatnya lagi, kapal
kebanggaan pasukan Polisi Air Polda Bali itu mampu
mendeteksi benda di depan sampai jarak 24 mil. ''Upaya
penyelundupan penyu sampai aksi teroris di laut bisa lebih
mudah dideteksi. Gambar kapal yang berada di tengah laut
bisa dilihat di layar monitor, untuk dipelajari sebelum
melakukan penyergapan,'' tambahnya.
Laju Kapal MH 5766
mengandalkan dorongan dua mesin merek Mercury dengan
kekuatan total 400 PK. Kapasitas BBM yang ditampung
mencapai 680 liter, melaju kencang dengan sistem twin
mercury 200 HP 2/stroke EFI marine out boards. Kapal
berbobot kosong 2.283 kilogram itu mampu bergerak 90
kilometer per jam, dengan daya angkut sampai 10 penumpang.
''Keamanan di laut merupakan bagian penting dari program
recovery Bali. Satu kapal canggih sudah ada, tentu akan
makin lengkap setelah bantuan Pemda Badung turun tahun
2004 nanti,'' ucap Agus Sutikno.
Dir. Pol. Air Polda
Bali ternyata sudah mengantisipasi keperluan SDM di masa
mendatang. Sebelum kapal bantuan Australia datang, AKBP
Agus Sutikno mengirim dua prajurit, salah satunya Brigadir
Rahmad Junaedi -- untuk mengikuti pendidikan di Jakarta.
Kapal MH 5766 harus dioperasikan nakhoda terlatih dan
benar-benar paham dengan sistem injeksi sarana
transportasi di laut. Misalnya, bagaimana menerima dan
menyampaikan informasi dari tengah laut ke pos-pos Pol.
Air yang berada di darat. ''Kalau ada musibah di laut,
awak kapal MH 5766 bisa langsung mengirim berita. Dengan
begitu, keselamatan di laut lebih terjamin.''
Pasukan Pol. Air
Polda Bali memiliki 13 kapal motor untuk menjaga perairan
Bali. Enam kapal yang bermarkas di Pelabuhan Benoa menjadi
tim inti pengamanan Selat Bali, dua buah beroperasi di
Gilimanuk, Pengambengan (1), Padangbai (2), dan Anturan
(1). Pasukan Agus Sutikno tetap konsisten melakukan
patroli rutin 24 jam di tengah laut. Pengamanan ketat di
wilayah perairan Bali yang dirancang perwira murah senyum
itu merupakan aplikasi sistem komando Kapolda Mangku
Pastika. ''Beliau selalu mengingatkan prajurit, menjaga
Bali harus early warning dan early detection,'' katanya.
Akankah kehadiran Kapal MH 5766 di Benoa membuat jera para
penyelundup lewat perairan Selat Bali? * suentra
|