kembali ke halaman depan

 

 

 

 

Rabu Wage, 8 Januari 2003

 Olahraga


Pengurus Pelti Didominasi Pengusaha

Jakarta (Bali Post) -
Kepengurusan PB Pelti periode 2002-2007 yang diumumkan Ketua Umum Martina Wijaya di Jakarta, Selasa (7/1) kemarin, ternyata didominasi para pengusaha. Dari 52 personel, 30 di antaranya wajah baru yang minim pengetahuan tentang olah raga tenis.

Seperti sudah diduga semula, untuk posisi sekjen, Martina mempercayakan koleganya Soebronto Laras. Bos Indomobil ini akan mengendalikan tujuh bidang, yakni pengembangan, pembinaan junior, pembinaan senior, pertandingan, perencanaan dan anggaran, serta promosi dan pemasaran. Ketujuh bidang tersebut lima di antaranya dijabat oleh mereka yang berlatar belakang pengusaha dan perbankan. Sekjen juga membawahi 18 komite yang merupakan ujung tombak PB Pelti dalam mengoperasionalkan semua kegiatan atau program selama kurun waktu lima tahun ke depan. Sekjen dibantu dua orang wakil, salah satunya Agust Ferry Raturandang yang membidangi hubungan luar negeri.

Untuk posisi vital lainnya seperti humas yang dalam kepengurusan sebelumnya dinilai menjadi titik lemah, kini dijabat tokoh pers kawakan August Parengkuan. Menurut Martina, komposisi pengurus masih mungkin berubah sampai dilakukan pengukuhan oleh KONI Pusat.

''Masih terbuka adanya perubahan komposisi pengurus, namun demikian saya percaya mereka yang diajak untuk menjadi pengurus sudah punya komitmen membantu tenis Indonesia,'' kata Martina, wanita pengusaha berusia 60 tahun yang masih kelihatan cantik dan enerjik.

Menjawab pertanyaan kenapa tidak memenuhi janjinya dengan merangkul semua komponen tenis termasuk Permana Agung yang menjadi pesaingnya dalam Munas Pelti di Makassar, Desember lalu, pemilik kapal pesiar Awani Dream itu menegaskan, sesuatu kekeliruan besar jika kita mengajak orang untuk bersama-sama membangun prestasi tenis nasional sementara orang tersebut sudah apriori lebih dulu terhadap kiprah organisasi ini di masa mendatang.

Ia menjelaskan, para pendukung Permana jauh-jauh hari telah melontarkan kritik pedas bahwa tenis Indonesia makin hancur karena pucuk pimpinannya kurang akomodatif terhadap persoalan yang ada. (035)

 

CUACA


ACARA TV & RADIO


Radio Global FM 99,15 (LIVE)