kembali ke halaman depan

 

 

 

 

Rabu Wage, 8 Januari 2003

 Nusantara


DPP PDI-P akan Panggil Laksamana

Jakarta (Bali Post) -
DPP PDI Perjuangan akan segera memanggil Menteri Negara Badan Usaha Milik Negara (Meneg BUMN) yang juga kader PDI-P Laksamana Sukardi untuk menjelaskan soal divestasi saham PT Indosat yang akhir-akhir ini menjadi polemik. Jika Laksamana sudah memberi penjelasan, DPP baru akan menjelaskan sikap resminya kepada masyarakat. ''Kita akan meminta fraksi untuk bersama-sama dengan DPP memanggil Pak Laksamana untuk menjelaskan persoalan duduk perkara yang sebenarnya,'' kata Wakil Sekretaris Jenderal DPP PDI-P Pramono Anung Wibowo usai rapat internal DPP PDI-P di Jakarta, Selasa (7/1) kemarin.

Rapat yang dipimpin langsung Ketua Umum DPP PDI-P Megawati Soekarnoputri itu membahas soal kondisi sosial politik terakhir -- termasuk kenaikan harga BBM, telepon dan tarif listrik -- dan rencana peringatan hari ulang tahun (HUT) ke-30 PDI-P yang akan digelar di Bali akhir pekan ini. Sementara Sekjen DPP PDI-P Sutjipto menambahkan, walaupun akan dipanggil, jadwal pemanggilan mantan Bendahara DPP PDI-P itu hingga kemarin belum dijadwalkan, dan baru akan dibahas dalam rapat internal DPP PDI-P pekan depan. "Nanti dari kesekjenan yang akan menentukan kapan beliaunya dipanggil DPP untuk memberikan penjelasan," katanya.

Mengenai bentuk penjelasan yang akan diberikan Laksamana, Sutjipto menyatakan, Laksamana tidak akan diminta penjelasan secara detail, karena hal itu sudah dibahas dalam sidang kabinet. Laks -- sapaan Laksamana -- menurut Sutjipto, hanya akan dimintai keterangan mengenai proses divestasi itu.

Pada bagian lain, Sutjipto juga membantah bahwa partainya turut menerima "komisi" atas divestasi itu, yang disebut-sebut sebesar sembilan persen. "Yang perlu saya informasikan, rapat ini tadi membahas pelaksanaan HUT di Bali saja bingung, bagaimana akan menutup kekurangan anggaran yang cuma Rp 300 juta, apakah ini akan kita minta ke anggota fraksi, kita potong. Jadi itu adalah gambaran, insya Allah kami tidak ketempatan dana haram," kata Sutjipto memberi jaminan. (kmb5)

 

CUACA


ACARA TV & RADIO


Radio Global FM 99,15 (LIVE)