Perlu
Dana Rp 1,451 Milyar
Selesaikan Gedung DPRD Klungkung
Semarapura
(Bali Post) -
Harapan masyarakat Klungkung memiliki "rumah rakyat"
yang representatif akhir tahun 2003 bakal terwujud.
Pasalnya, Panitia Anggaran (Panggar) DPRD Klungkung
sepakat mengganggarkan dana RP 1,451 milyar dalam APBD
2003 untuk finishing pembangunan gedung DPRD Klungkung
yang berlokasi di Jalan Gajah Mada, Semarapura. Hal itu
disampaikan Ketua DPRD Klungkung I Wayan Sutena, S.H.
Selasa (7/1) kemarin.
Dana sebesar itu
akan diplot untuk pengadaan mechanical electrical (seperti
pemasangan AC, sound system, telepon, listrik, PDAM dan
intercall), penataan eksterior/ruang luar, pembangunan
candi bentar dan tembok penyengker stil Bali. Dana yang
disepakati itu sudah menerapkan sistem efisiensi karena
ada pembangunan sejumlah fasilitas gedung yang "dipangkas"
untuk menekan anggaran. Dengan begitu, plafon dana yang
semula dipatok Rp 2 milyar bisa ditekan sekitar Rp 400
juta.
Menurut Sutena, dana
APBD yang sudah terserap untuk pembangunan gedung DPRD
Klungkung sekitar Rp 3,5 milyar lebih. Dana sebesar itu
dianggarkan selama tiga kali tahun anggaran (TA 2001-2002)
yang sepenuhnya untuk pembangunan fisik gedung yang kini
sudah rampung. Sementara anggaran untuk mechanical
electrical dan penataan eksterior gedung sedianya dipasang
pada APBD 2003 yang segera memasuki tahap pembahasan.
"Dalam membangun gedung Dewan ini, kita tidak bisa
seperti Gianyar yang mampu menuntaskannya dalam satu kali
tahun anggaran. Semuanya mesti dicicil, mengingat
kemampuan keuangan Klungkung sangat terbatas,"
katanya.
Meskipun eksekutif
sudah mematok anggaran Rp 2 milyar untuk finishing Gedung
DPRD Klungkung, pihak Dewan tidak serta merta menyepakati
anggaran sebesar itu. Upaya efisiensi harus tetap
dikedepankan dengan "memangkas" pengadaan
fasilitas yang tak mendesak. Beberapa agenda yang terpaksa
ditunda pembiayaannya proyek pertamanan (Rp 63 juta),
pembangunan satu unit bale bengong Rp 25 juta, bale kulkul
Rp 35 juta, gardu jaga Rp 15 juta, garase Rp 160 juta,
kantin Rp 91 juta serta pengadaan perangkat mebel yang
diperkirakan menelan dana Rp 250 juta lebih. "Dengan
prinsip efisiensi ini, kami bisa berhemat sekitar Rp 400
juta sehingga dana itu bisa dialihkan ke pos-pos
pembangunan yang lain. Khusus untuk mebel, kami akan
memanfaatkan yang ada di gedung lama karena masih dianggap
layak pakai," katanya lagi.
Ditambahkan,
pembangunan Gedung DPRD Klungkung merupakan kebutuhan
mendesak. Sebab, gedung yang ditempati para wakil rakyat
sekarang sudah tidak kondusif lagi untuk melaksanakan
tugas-tugas kerakyatan. Dia mencontohkan, gedung yang
"bertetangga" dengan Kantor Bupati Klungkung ini
tidak dilengkapi dengan ruang untuk fraksi-fraksi.
Akibatnya staf administrasi harus rela berdesak-desakan
karena ruangannya sempit. Ruang khusus untuk Wakil Ketua
DPRD juga hanya ada satu. Begitu pula tidak ada ruangan
untuk menampung luberan warga saat demo maupun kepentingan
lainnya sehingga harus dijejalkan di ruang sidang yang
semestinya tidak layak dimanfaatkan untuk kepentingan
seperti itu. "Lokasi gedung yang berdekatan dengan
Pura Jagatnatha juga jadi pertimbangan untuk pindah gedung.
Apabila ada piodalan, sidang-sidang Dewan terpaksa ditunda
karena aktivitas persembahyangan itu agak mengganggu
anggota Dewan yang sidang. Usia gedung juga sudah relatif
tua sehingga perlu renovasi total," tegasnya. (kmb
13)
|