kembali ke halaman depan

 

 

 

 

Rabu Wage, 8 Januari 2003

 Bali


Perlu Dana Rp 1,451 Milyar
Selesaikan Gedung DPRD Klungkung

Semarapura (Bali Post) -
Harapan masyarakat Klungkung memiliki "rumah rakyat" yang representatif akhir tahun 2003 bakal terwujud. Pasalnya, Panitia Anggaran (Panggar) DPRD Klungkung sepakat mengganggarkan dana RP 1,451 milyar dalam APBD 2003 untuk finishing pembangunan gedung DPRD Klungkung yang berlokasi di Jalan Gajah Mada, Semarapura. Hal itu disampaikan Ketua DPRD Klungkung I Wayan Sutena, S.H. Selasa (7/1) kemarin.

Dana sebesar itu akan diplot untuk pengadaan mechanical electrical (seperti pemasangan AC, sound system, telepon, listrik, PDAM dan intercall), penataan eksterior/ruang luar, pembangunan candi bentar dan tembok penyengker stil Bali. Dana yang disepakati itu sudah menerapkan sistem efisiensi karena ada pembangunan sejumlah fasilitas gedung yang "dipangkas" untuk menekan anggaran. Dengan begitu, plafon dana yang semula dipatok Rp 2 milyar bisa ditekan sekitar Rp 400 juta.

Menurut Sutena, dana APBD yang sudah terserap untuk pembangunan gedung DPRD Klungkung sekitar Rp 3,5 milyar lebih. Dana sebesar itu dianggarkan selama tiga kali tahun anggaran (TA 2001-2002) yang sepenuhnya untuk pembangunan fisik gedung yang kini sudah rampung. Sementara anggaran untuk mechanical electrical dan penataan eksterior gedung sedianya dipasang pada APBD 2003 yang segera memasuki tahap pembahasan. "Dalam membangun gedung Dewan ini, kita tidak bisa seperti Gianyar yang mampu menuntaskannya dalam satu kali tahun anggaran. Semuanya mesti dicicil, mengingat kemampuan keuangan Klungkung sangat terbatas," katanya.

Meskipun eksekutif sudah mematok anggaran Rp 2 milyar untuk finishing Gedung DPRD Klungkung, pihak Dewan tidak serta merta menyepakati anggaran sebesar itu. Upaya efisiensi harus tetap dikedepankan dengan "memangkas" pengadaan fasilitas yang tak mendesak. Beberapa agenda yang terpaksa ditunda pembiayaannya proyek pertamanan (Rp 63 juta), pembangunan satu unit bale bengong Rp 25 juta, bale kulkul Rp 35 juta, gardu jaga Rp 15 juta, garase Rp 160 juta, kantin Rp 91 juta serta pengadaan perangkat mebel yang diperkirakan menelan dana Rp 250 juta lebih. "Dengan prinsip efisiensi ini, kami bisa berhemat sekitar Rp 400 juta sehingga dana itu bisa dialihkan ke pos-pos pembangunan yang lain. Khusus untuk mebel, kami akan memanfaatkan yang ada di gedung lama karena masih dianggap layak pakai," katanya lagi.

Ditambahkan, pembangunan Gedung DPRD Klungkung merupakan kebutuhan mendesak. Sebab, gedung yang ditempati para wakil rakyat sekarang sudah tidak kondusif lagi untuk melaksanakan tugas-tugas kerakyatan. Dia mencontohkan, gedung yang "bertetangga" dengan Kantor Bupati Klungkung ini tidak dilengkapi dengan ruang untuk fraksi-fraksi. Akibatnya staf administrasi harus rela berdesak-desakan karena ruangannya sempit. Ruang khusus untuk Wakil Ketua DPRD juga hanya ada satu. Begitu pula tidak ada ruangan untuk menampung luberan warga saat demo maupun kepentingan lainnya sehingga harus dijejalkan di ruang sidang yang semestinya tidak layak dimanfaatkan untuk kepentingan seperti itu. "Lokasi gedung yang berdekatan dengan Pura Jagatnatha juga jadi pertimbangan untuk pindah gedung. Apabila ada piodalan, sidang-sidang Dewan terpaksa ditunda karena aktivitas persembahyangan itu agak mengganggu anggota Dewan yang sidang. Usia gedung juga sudah relatif tua sehingga perlu renovasi total," tegasnya. (kmb 13)

 

CUACA


ACARA TV & RADIO


Radio Global FM 99,15 (LIVE)