kembali ke halaman depan

 

 

 

 

Rabu Wage, 8 Januari 2003

 Bali


Tekan Pencurian di Pasar Semarapura

Pemkab Tambah 200 Titik Lampu

Semarapura (Bali Post) -
Kepala Badan Pendapatan Klungkung Drs. I Made Budiarsa membantah tudingan yang dilontarkan Sekretaris I Forum Komunikasi Pedagang Klungkung (FKPK) I Made Puja Darsana bahwa pihaknya kurang proaktif menyerap aspirasi para pedagang dalam meningkatkan sistem keamanan di Pasar Semarapura. Sejumlah upaya perbaikan telah ditempuhnya seperti me-rolling dan menambah petugas keamanan yang disiagakan di sana. Bahkan, pihaknya sudah merencanakan penambahan 200 titik lampu yang pemasangan diprioritaskan di Blok D Lantai III yang selama ini dinilai rawan pencurian. Penambahan titik lampu ini diharapkan mampu mengakhiri aksi pencurian beruntun yang dikeluhkan pedagang.

"Kami tidak diam, kok. Aspirasi FKPK sudah kami tindak lanjuti, bahkan beberapa di antaranya sudah direalisasikan. Rencana penambahan 200 titik lampu ini sudah dimasukkan dalam draf RAPBD 2003," kata Budiarsa, Selasa (7/1) kemarin.

Dia yang didampingi Ketua Badan Pengelola Pasar Klungkung Komang Dharma Suyasa, S.H. menambahkan, pihaknya sebenarnya sudah menerapkan mekanisme pengamanan pasar yang standar. Saat ini, di areal pasar 1,99 hektar telah disiagakan lima petugas keamanan pada malam hari. Sementara dari pagi hingga sore hari, ada empat petugas keamanan. Dalam menjalankan tugasnya, seluruh petugas itu wajib melakukan pengamanan dengan berkeliling areal pasar serta memfokuskan pengawasan pada titik-titik yang dianggap rawan seperti los-los di Blok D Lantai III yang sistem penerangan relatif kurang. Dengan kata lain, pengawasan yang dilakukan bersifat mobile atau petugas tidak sekadar mangkal di pos keamanan. Sayang, pencuri masih juga punya kesempatan untuk beraksi.

Ketika sistem keamanan Pasar Semarapura yang dituding amburadul itu mencuat di media massa beberapa bulan lalu, pihaknya telah melakukan perombakan terhadap sistem keamanan pasar. Semula petugas keamanan yang disiagakan pada malam hari hanya tiga orang, kemudian ditambah menjadi lima personel. Setelah terjadi lagi pembobolan kios milik Moh. Syafei pada Sabtu (4/1) malam lalu, pihaknya berancang-ancang menambah satu personel. "Kami selaku pengelola pasar juga punya kepentingan yang sama dengan pedagang akan kondisi pasar yang aman dan nyaman sehingga pedagang bisa beraktivitas dengan tenang. Kami sudah berupaya bekerja maksimal, toh kecolongan juga. Kami belum punya bukti kuat bahwa ada petugas keamanan yang terbiasa melalaikan tugas-tugasnya," katanya.

Dibanding dengan Pasar Galiran yang arealnya jauh lebih luas dan terbuka, kata Budiarsa, sistem keamanan Pasar Semarapura justru lebih baik. Jumlah petugas keamanan yang disiagakan di Pasar Galiran hanya tiga orang, sedangkan di Pasar Semarapura lima orang pada shift malam. Dengan penambahan satu personel lagi serta menambah titik-titik lampu di lokasi-lokasi yang dianggap rawan, diharapkan intensitas pencurian bisa ditekan. "Selain memperketat sistem keamanan pasar, kami minta pedagang berpartisipasi aktif dalam mengamankan barang dagangannya agar peluang pencurian dapat diminimalkan. Kami serius kok dalam menindaklanjuti aspirasi para pedagang," tegasnya.

Dia menduga aksi pencurian itu terjadi saat pedagang mulai masuk pasar pukul 04.00 pagi. Sementara pedagang yang memiliki kios di lantai atas yang jadi target pencurian baru beraktivitas sekitar pukul 09.00. Pada saat itu, beberapa pengunjung pasar yang punya niat jahat menyelinap masuk ke kios/los dan sistem pengamanan barang dagangannya kurang baik dengan memanfaatkan kelengahan petugas keamanan. " Pencurian beruntun ini akan kami evaluasi untuk menciptakan sistem keamanan yang lebih baik. Belum ada indikasi petugas kami terlibat dalam sederetan pencurian itu," paparnya. (kmb 13)

 

CUACA


ACARA TV & RADIO


Radio Global FM 99,15 (LIVE)