Tekan Pencurian di Pasar Semarapura
Pemkab Tambah
200 Titik Lampu
Semarapura
(Bali Post) -
Kepala Badan Pendapatan Klungkung Drs. I Made Budiarsa
membantah tudingan yang dilontarkan Sekretaris I Forum
Komunikasi Pedagang Klungkung (FKPK) I Made Puja Darsana
bahwa pihaknya kurang proaktif menyerap aspirasi para
pedagang dalam meningkatkan sistem keamanan di Pasar
Semarapura. Sejumlah upaya perbaikan telah ditempuhnya
seperti me-rolling dan menambah petugas keamanan yang
disiagakan di sana. Bahkan, pihaknya sudah merencanakan
penambahan 200 titik lampu yang pemasangan diprioritaskan
di Blok D Lantai III yang selama ini dinilai rawan
pencurian. Penambahan titik lampu ini diharapkan mampu
mengakhiri aksi pencurian beruntun yang dikeluhkan
pedagang.
"Kami tidak
diam, kok. Aspirasi FKPK sudah kami tindak lanjuti, bahkan
beberapa di antaranya sudah direalisasikan. Rencana
penambahan 200 titik lampu ini sudah dimasukkan dalam draf
RAPBD 2003," kata Budiarsa, Selasa (7/1) kemarin.
Dia yang didampingi
Ketua Badan Pengelola Pasar Klungkung Komang Dharma Suyasa,
S.H. menambahkan, pihaknya sebenarnya sudah menerapkan
mekanisme pengamanan pasar yang standar. Saat ini, di
areal pasar 1,99 hektar telah disiagakan lima petugas
keamanan pada malam hari. Sementara dari pagi hingga sore
hari, ada empat petugas keamanan. Dalam menjalankan
tugasnya, seluruh petugas itu wajib melakukan pengamanan
dengan berkeliling areal pasar serta memfokuskan
pengawasan pada titik-titik yang dianggap rawan seperti
los-los di Blok D Lantai III yang sistem penerangan
relatif kurang. Dengan kata lain, pengawasan yang
dilakukan bersifat mobile atau petugas tidak sekadar
mangkal di pos keamanan. Sayang, pencuri masih juga punya
kesempatan untuk beraksi.
Ketika sistem
keamanan Pasar Semarapura yang dituding amburadul itu
mencuat di media massa beberapa bulan lalu, pihaknya telah
melakukan perombakan terhadap sistem keamanan pasar.
Semula petugas keamanan yang disiagakan pada malam hari
hanya tiga orang, kemudian ditambah menjadi lima personel.
Setelah terjadi lagi pembobolan kios milik Moh. Syafei
pada Sabtu (4/1) malam lalu, pihaknya berancang-ancang
menambah satu personel. "Kami selaku pengelola pasar
juga punya kepentingan yang sama dengan pedagang akan
kondisi pasar yang aman dan nyaman sehingga pedagang bisa
beraktivitas dengan tenang. Kami sudah berupaya bekerja
maksimal, toh kecolongan juga. Kami belum punya bukti kuat
bahwa ada petugas keamanan yang terbiasa melalaikan
tugas-tugasnya," katanya.
Dibanding dengan
Pasar Galiran yang arealnya jauh lebih luas dan terbuka,
kata Budiarsa, sistem keamanan Pasar Semarapura justru
lebih baik. Jumlah petugas keamanan yang disiagakan di
Pasar Galiran hanya tiga orang, sedangkan di Pasar
Semarapura lima orang pada shift malam. Dengan penambahan
satu personel lagi serta menambah titik-titik lampu di
lokasi-lokasi yang dianggap rawan, diharapkan intensitas
pencurian bisa ditekan. "Selain memperketat sistem
keamanan pasar, kami minta pedagang berpartisipasi aktif
dalam mengamankan barang dagangannya agar peluang
pencurian dapat diminimalkan. Kami serius kok dalam
menindaklanjuti aspirasi para pedagang," tegasnya.
Dia menduga aksi
pencurian itu terjadi saat pedagang mulai masuk pasar
pukul 04.00 pagi. Sementara pedagang yang memiliki kios di
lantai atas yang jadi target pencurian baru beraktivitas
sekitar pukul 09.00. Pada saat itu, beberapa pengunjung
pasar yang punya niat jahat menyelinap masuk ke kios/los
dan sistem pengamanan barang dagangannya kurang baik
dengan memanfaatkan kelengahan petugas keamanan. "
Pencurian beruntun ini akan kami evaluasi untuk
menciptakan sistem keamanan yang lebih baik. Belum ada
indikasi petugas kami terlibat dalam sederetan pencurian
itu," paparnya. (kmb 13)
|