|
Program Acara
BALI
TV
Senin, 6 Januari 2003
17.00 Wita Nangun Yadnya
Upacara Pediksan di Griya Gede Anom Taman Sari
Br.
Tibusambi Desa Pakraman Yeh Embang Kangin
17.30 Wita Dharma Wecana
Aktualisasi
Dharma dalam Kehidupan Sehari-hari Bag.3
18.00 Wita Puja Trisandya
18.05 Wita Klip Bali
18.30 Wita Seputar Bali
19.00 Wita Om Namah Shivay
19.30 Wita Orti Bali
20.00 Wita Klip Bali
20.30 Wita Ista Dewata
* Pura
Taman Ayun
21.00 Wita Agrobis
*
Membangun Pertanian Berwawasan Lingkungan dan
Berkelanjutan Melalui Pengelolaan Tanaman Padi
21.30 Wita Gita Shanti
* Sekehe
Shanti Paguyuban Intercom Melaya Negara
22.00 Wita Bali Harmoni
* Topik :
Penanganan Virus JE
23.00 Wita Penutup
Om Namah Shivay
Episode kali ini menceritakan perang antara para Dewa
dengan raksasa Jelandar dan anak buahnya berlangsung
sangat dahsyat dan seru. Di mana dalam perang itu anak
buah Jelandar banyak yang gugur. Namun karena teringat
akan janji Dewa Shiva, Guru Suklacharya berhasil
menghidupkannya kembali. Begitu juga para Dewa yang
terluka dapat disembuhkan oleh Dewa Guru. Dengan perintah
Gurunya Jelandar lalu membuang Drongiri ke dalam laut.
Devraj Indra dan para Dewa lainnya sangat terkejut dan
khawatir mengetahui hal itu. Mereka pun terhanyut ke dalam
laut. Namun tiba-tiba mereka agak lega karena Guru
Graspati yang berada di dalam Drongiri itu bersama para
Dewa yang lain bisa kembali dengan selamat. Sementara itu
di tempat kerajaannya raksasa Jelandar disambut dengan
gembira oleh istrinya permaisuri Brinda, karena suaminya
itu berhasil mengangkat Drongiri dan melemparkannya ke
dalam laut sehingga dapat membingungkan para Dewa. Karena
disanjung seperti itu raksasa Jelandar pun angkuh dan
sombong. Melihat keangkuhan Jelandar seperti itu,
Suklacharya menasihatinya agar dia tidak bersikap begitu
serta mengatakan kepadanya bahwa dengan melempar Drongiri
dan membakar kemarahan terhadap Guru Graspati berarti
telah memperlihatkan kejelekannya di hati para Dewa,
sehingga memperbesar rasa dendam mereka. Dengan demikian
dia mengharapkan agar raksasa Jelandar berhati-hati
menghadapi para Dewa tersebut sehingga untuk mewujudkan
impian merampas surga bisa tercapai.
|