kembali ke halaman depan

 

 

 

 

Senin Paing, 6 Januari 2003

 Ekonomi


Tersendat-sendat---

Pencairan Dana Pemulihan Pariwisata Bali

Denpasar (Bali Post) -
Sebagian dana pemulihan pariwisata Bali dari pusat sudah turun. Karena jumlahnya masih sangat terbatas, oleh Pemerintah Bali dana tersebut dimanfaatkan untuk keperluan yang dianggap betul-betul mendesak.

Demikian pengakuan Kadiparda Bali Gde Pitana, kendati tidak merinci berapa nominalnya. Dikatakan, dana yang lain tengah diperjuangkan ke Jakarta. Namun, kapan direalisasikan sepenuhnya ditentukan oleh pemerintah pusat. "Kita sih inginnya cepat-cepat, tetapi pemerintah membunyai mekanisme keuangan tersendiri," ujarnya di Denpasar, Sabtu (4/1). Terkait pencairan dana yang masih tersendat-sendat tersebut, Pitana mengatakan memang membutuhkan waktu, karena harus disetujui DPR. Dia mengingatkan, Rakernas tentang pemulihan pariwisata Bali di Nusa Dua 22-23 Oktober 2002 bukanlah rapat kerja dengan komisi anggaran DPR yang setelah diputuskan langsung dicairkan. "Jadi prosesnya cukup panjang," ujarnya seraya meminta semua pihak untuk tidak apriori terhadap pemerintah.

Untuk menghindari kesalahapahaman di kalangan industri pariwisata, guru besar Unud ini mengatakan, pemerintah bukannya tidak tanggap. Sebab, sebelumnya sempat muncul kesan seolah-olah Pemprop Bali tidak berupaya mempercepat pemulihan pariwisata Bali. "Jangan pernah ada pihak yang merasa paling berjasa mempercepat pemulihan pariwisata Bali. Semua komponen pariwisata harus bekerja sama," imbuhnya.

Mengenai program pemulihan pariwisata Bali, kata Pitana, ada yang dilakukan oleh swasta murni, ada pula yang dilakukan pemerintah. Kendati demikian, dalam pelaksanaannya seyogyanya dikoordinasikan dengan Pemprop Bali. Mengenai kegiatan yang didanai swasta murni, putra Tabanan ini mengapresiasinya secara positif dan Pemprop mendukungnya.

Sesuai dengan hasil Rapat Koordinasi Nasional (Rakornas) tentang pemulihan pariwisata Bali yang berlangsung di Nusa Dua, 22-23 Oktober 2002 telah diagendakan sejumlah program. Terbagi dalam empat tahapan yakni rescue, rehabilitasi, normalisasi dan instansi. Masing-masing program telah ditentukan penangung-jawab yang meliputi unsur kemerinterian/deperteman, BUMN, Pemda Bali dan industri pariwisata serta swasta lainnya.

Sejauh ini sebagian besar program tersebut belum terealisasi karena keterbatasan dana. Bali Tourism Board (BTB) yang mengklaim mendapat mandat dari Rakernas Nusa Dua sempat mengeluhkan kelambanan pengucuran dana untuk menafasi berbagai program dimaksud. Lembaga dengan sembilan stake holder itu bahkan sempat merasa ditinggalkan sendirian oleh Pemda Bali. Namun, setelah melalui suatu pertemuan muncul kesamaan persepsi untuk sama-sama memperjuangkan pencairan dana untuk recovery Bali.

Di tingkat nasional juga dibentuk Tim Koordinasi Pemulihan Kepariwisataan Nasional (TKPKN) yang ditandai terbitnya keputusan bersama yang ditandatangani Menko Polkam Susilo Bambang Yudhoyono, Menko Perekonomian Dorodjatun Kuntjoro Jakti dan Menko Kesra Jusuf Kalla. Dalam salah satu poin keputusan bersama yang ditetapkan pada 29 Nopember 2002 itu disebutkan segala pembiayaan untuk mendukung kegiatan TKPKN dibebankan kepada anggaran Kemenko Kesra dan depertemen masing-masing. (056)

 

CUACA


ACARA TV & RADIO


Radio Global FM 99,15 (LIVE)