Griya Kediri
Diteror Bom
Semarapura
(Bali Post) -
Ternyata bukan hanya warga Denpasar dan Badung menjadi
sasaran teror bom. Teror serupa menyebar sampai ke
Klungkung. Uniknya, teror bom bukan menyasar perkantoran
pemerintah, tetapi Griya Kediri Dawan Kaleran, Klungkung.
Sabtu (4/1) malam sekitar pukul 20.15, Ida Bagus Sweca
saat menonton televisi menjadi panik begitu mendapat
peringatan dari seorang penelepon yang mengatakan di areal
griya ada bom yang sewaktu-waktu bisa meledak.
Bom itu diletakkan
di bawah tempat tidur. Tak pelak seluruh penghuni Griya
Kediri kalang kabut karena merasa terancam keselamatan
jiwanya. Dia tak menyangka keluarga Griya Kediri akan
mendapatkan "hadiah" tahun baru sedashyat itu.
Saat asyik menonton televisi, tiba-tiba telepon rumahnya
berdering. Begitu diangkat, terdengar suara renyah seorang
wanita yang mengaku dari kepolisian. Wanita itu
memperingatkan seluruh keluarga griya untuk berhati-hati
karena sebuah bom yang sudah diletakkan di bawah tempat
tidur sewaktu-waktu bisa meledak. ''Saya sempat terkejut
juga.
Jangan-jangan
anak-anak saya yang sedang berbelanja ke Klungkung
mengalami kecelakaan. Saya hanya mengingatkan agar
berhati-hati karena bom yang sudah ditaruh di bawah tempat
tidur sewaktu-waktu bisa meledak," tuturnya.
Di tengah kepanikan
tersebut, dia sempat menanyakan identitas si penelepon
yang mengaku bernama Wati. Namun dia tak mau menceritakan
maksud memasang bom itu di areal griyanya. Wanita itu
bungkam serta buru-buru menutup teleponnya.
Sweca yang tinggal
dan bekerja di Denpasar itu langsung menghubungi Polsek
Dawan. Selanjutnya, aparat di Polsek Dawan mengontak
rekan-rekannya di Polres Klungkung untuk melakukan
pengamanan bersama di TKP. Sekitar sepuluh menit kemudian,
sejumlah aparat kepolisian yang dipimpin Kasat IPP Polres
Klungkung Iptu Jacob Rande didampingi Kapolsek Dawan Iptu
I Ketut Sutaman "merapat" di TKP. Dengan sigap,
aparat langsung mengobok-obok TKP untuk melakukan
penyisiran. Seluruh ruangan di Griya Kediri diperiksa
intensif untuk mendapatkan barang-barang yang dianggap
mencurigakan. Pencarian aparat kepolisian ini berlangsung
sekitar 30 menit, tetapi tidak ditemukan adanya
barang-barang mencurigakan apalagi sebuah bom.
Kolong-kolong tempat tidur yang diklaim penelepon sebagai
tempat "bersarangnya" bom juga aman-aman saja. (kmb
13)
|