Ketua PWI
Tarman Azzam:
Pers yang
Sehat hanya 20 Persen
Denpasar (Bali Post) -
Belakangan
ini pertumbuhan pers nasional luar biasa. Tak hanya di
pusat, tetapi merata di seluruh daerah, termasuk di Bali
yang sangat maju persnya.
Ketua PWI Pusat Haji Tarman Azzam saat upacara peresmian
Gedung Pers Bali Ketut Nadha, di Jalan Kebo Iwa 63 A
Denpasar, Minggu (5/1) kemarin mengatakan, sejak
menggelindingnya era reformasi, pertumbuhan media cetak di
Indonesia sepuluh kali lipat. Sebelum reformasi, katanya,
pers di Indonesia hanya 300, dan belakangan berkembang
menjadi sekitar 3.000 media.
''Tetapi, memang proses euforia reformasi itu
menyebabkan kematian lebih dari 50 persen media massa.
Sekarang, penerbitan secara nasional hanya sekitar 1.000.
Memprihatinkan, dari jumlah itu yang sehat hanya sekitar
20 persen,'' ujarnya.
Mengapa ini terjadi, kata Tarman, karena euforia
mendorong masyarakat untuk ingin terjun ke dunia pers,
tetapi kurang didukung profesionalisme. Kendati demikian,
secara kualitas pers di Indonesia cukup bagus.
Bukan hanya media cetak, katanya, media elektronik
mengalami kemajuan pesat. Malah televisi swasta mengalami
pertumbuhan luar biasa. Dulu, Indonesia hanya memiliki
TVRI, sekarang di pusat sudah ada 11 stasiun televisi. Di
daerah-daerah juga akan bertumbuh beberapa stasiun
televisi lokal seperti di Medan, Riau, Pekanbaru.
Tak kalah pentingnya Bali. Bali sudah memiliki televisi
lokal yakni Bali TV. Keberadaan Bali TV, menurut Tarman,
menandakan daerah Bali mengalami kemajuan yang luar biasa,
karena berarti telah mengalahkan sejumlah daerah di
Indonesia seperti Jabar, Jateng, Makassar, Banjarmasin dan
lain-lain. Bahkan, Yogyakarta yang masyarakatnya sangat
kreatif dan kulturnya bagus seperti Bali, toh juga
ketinggalan. ''Karena itu berbahagialah Anda di Bali
karena memiliki Bali TV. Banyak daerah tercengang melihat
kemajuan Bali,'' katanya.
HPN di Bali
Di sisi lain, Tarman Azzam mengatakan, Bali akan
dipilih untuk menyelenggarakan Hari Pers Nasional (HPN)
8-10 Februari 2003 mendatang. Presiden Megawati menurut
rencana akan hadir saat itu.
Masing-masing delegasi akan hadir lebih dari sepuluh
orang. Malahan PWI akan mengundang sekitar 50 wartawan
asing dari berbagai negara seperti Cina, Jepang,
Australia, Eropa dan lain-lain.
''Kita ingin menjadikan Bali sebagai basis untuk
menggugah integrasi nasional. Oleh karena itu, nanti akan
diselenggarakan suatu dialog publik mengenai bersatulah
bangsaku. Di samping itu, akan didialogkan kebangkitan
pariwisata nasional, bukan saja Bali,'' katanya sembari
menyebut pariwisata di luar Bali, kondisinya jauh lebih
parah dibandingkan di Bali. Karena itu, PWI akan mencoba
membahas pariwisata secara nasional. (08/kmb14)
|