kembali ke halaman depan

 

 

 

 

Senin Paing, 6 Januari 2003

 Bali


Ketua PWI Tarman Azzam: 
Pers yang Sehat hanya 20 Persen

Denpasar (Bali Post) -
Belakangan ini pertumbuhan pers nasional luar biasa. Tak hanya di pusat, tetapi merata di seluruh daerah, termasuk di Bali yang sangat maju persnya.
Ketua PWI Pusat Haji Tarman Azzam saat upacara peresmian Gedung Pers Bali Ketut Nadha, di Jalan Kebo Iwa 63 A Denpasar, Minggu (5/1) kemarin mengatakan, sejak menggelindingnya era reformasi, pertumbuhan media cetak di Indonesia sepuluh kali lipat. Sebelum reformasi, katanya, pers di Indonesia hanya 300, dan belakangan berkembang menjadi sekitar 3.000 media.

''Tetapi, memang proses euforia reformasi itu menyebabkan kematian lebih dari 50 persen media massa. Sekarang, penerbitan secara nasional hanya sekitar 1.000. Memprihatinkan, dari jumlah itu yang sehat hanya sekitar 20 persen,'' ujarnya.

Mengapa ini terjadi, kata Tarman, karena euforia mendorong masyarakat untuk ingin terjun ke dunia pers, tetapi kurang didukung profesionalisme. Kendati demikian, secara kualitas pers di Indonesia cukup bagus.

Bukan hanya media cetak, katanya, media elektronik mengalami kemajuan pesat. Malah televisi swasta mengalami pertumbuhan luar biasa. Dulu, Indonesia hanya memiliki TVRI, sekarang di pusat sudah ada 11 stasiun televisi. Di daerah-daerah juga akan bertumbuh beberapa stasiun televisi lokal seperti di Medan, Riau, Pekanbaru.

Tak kalah pentingnya Bali. Bali sudah memiliki televisi lokal yakni Bali TV. Keberadaan Bali TV, menurut Tarman, menandakan daerah Bali mengalami kemajuan yang luar biasa, karena berarti telah mengalahkan sejumlah daerah di Indonesia seperti Jabar, Jateng, Makassar, Banjarmasin dan lain-lain. Bahkan, Yogyakarta yang masyarakatnya sangat kreatif dan kulturnya bagus seperti Bali, toh juga ketinggalan. ''Karena itu berbahagialah Anda di Bali karena memiliki Bali TV. Banyak daerah tercengang melihat kemajuan Bali,'' katanya.

HPN di Bali

Di sisi lain, Tarman Azzam mengatakan, Bali akan dipilih untuk menyelenggarakan Hari Pers Nasional (HPN) 8-10 Februari 2003 mendatang. Presiden Megawati menurut rencana akan hadir saat itu.

Masing-masing delegasi akan hadir lebih dari sepuluh orang. Malahan PWI akan mengundang sekitar 50 wartawan asing dari berbagai negara seperti Cina, Jepang, Australia, Eropa dan lain-lain.

''Kita ingin menjadikan Bali sebagai basis untuk menggugah integrasi nasional. Oleh karena itu, nanti akan diselenggarakan suatu dialog publik mengenai bersatulah bangsaku. Di samping itu, akan didialogkan kebangkitan pariwisata nasional, bukan saja Bali,'' katanya sembari menyebut pariwisata di luar Bali, kondisinya jauh lebih parah dibandingkan di Bali. Karena itu, PWI akan mencoba membahas pariwisata secara nasional. (08/kmb14)

 

CUACA


ACARA TV & RADIO


Radio Global FM 99,15 (LIVE)