kembali ke halaman depan

 

 

 

 

Rabu Pon, 22 Januari 2003

 Budaya


Hindu Sulit Dipelajari, Tapi Mudah Dilaksanakan

KETIDAKMAMPUAN memahami dan membedakan filasat dan ajaran hindu, jika dipandang dari sudut agama--diakui atau tidak, telah mengakibatkan terjadinya tarik menarik pengaruh India dengan Bali. Di Bali, agama Hindu yang dikenali adalah agama praktek--dalam artian perasaan beragama yang dirasakan secara tradisional. Hal tersebut ditunjukkan dalam upacara-upacara yang dilakukan orang Bali. Secara terus menerus mengangkat sesaji-sesaji dari janur dengan mempersiapkan makanan spiritual yang rumit serta berbaris dalam arakan massal. Bahkan tidak jarang terjadi kerauhan secara mendadak. Secara historis, adakah hubungan Hindu di India dengan Hindu di Bali? Nah, untuk antisipasi adanya pengaruh-pengaruh dari India, langkah apa yang semestinya dilakukan umat Hindu di Bali?

Prof.Dr. I Gusti Putu Phalgunadi,MA,D,Litt., menilai, tatanan dan filsafat Hindu di Bali masih sangat kuat. Masih dilaksanakannya prosedur-prosedur Hindu secara efektif. Agama Hindu merupakan agama yang sulit dipelajari namun gampang dilaksanakan. Hal itu disebabkan kompleksnya kitab atau sastra agama yang dipelajari.

Dengan kompleksnya buku dan sastra agama dimiliki Hindu, apakah ini merupakan kelemahan atau kekuatan bagi umat hindu? Phalgunadi mengatakan tentu saja ini merupakan kekuatan Hindu. Sebab, apa yang termuat di dalam sastra-stara agama semuanya terdapat di Weda. ''Semua yang disebut dalam sastra Weda merupakan kekuatan yang dimiliki hindu,'' ujar cendikiawan Hindu ini tegas.

Masih menurut Phalguna perkembangan Hindu di India sangat pesat. Ia mengatakan perkembangan tersebut mulai dari jaman weda sampai jaman baru. Jaman weda berkembang menimbulkan jaman Purana. Selanjutnya dari jaman purana akan timbul jaman gerakan bhakti. Setelah itu, akan muncul kembali agama hindu baru yang berakhir munculnya agama spiritual.

Lebih lanjut Phalgunadi mengatakan agama Hindu di India telah mengalami evolusi--perubahan dengan perkembangan secara dinamik. Sedangkan hindu di Bali tidak pernah berevolusi. Hindu di Bali seolah-olah berkembang secara statis. Ia mengatakan, pergeseran dan perubahan agama Hindu di India, disebabkan adanya pengaruh dari luar seperti Yunani, daerah-daerah islam (Afganistan) pada abad ke-10, serta Iran. Sementara Agama Hindu di Bali, unsur-unsur teologi dan filsafatnya masih tertata rapi dan asli--tanpa perubahan. ''Di India, hindu sudah berubah hingga enam periode. Perubahan tersebut dinamakan wesnawa,'' katanya.

Wesnawa itu sendiri juga berbeda sesuai dengan keberadaan jamannya. Wesnawa saat ini pasti akan jauh bedanya dengan wesnawa jaman berikutnya, terutama menyagkut masalah teologi dan filsafatnya.

Sekitar abad ke-3 sebelum masehi, weda tersebut sudah ada dan diakui. Pengakuan penafsiran weda itu, berdasarkan Jnana Kanda (filsafat), Karma Kanda (upacara atau spiritual). Semua itu, terdapat dalam ajaran Hindu. Dan, semuanya terdapat pula dalam sekte-sekte.

Di mana letak kelemahan Hindu dalam penyebaran agama, sehingga akhirnya bisa terdesak dan bahkan sampai hilang? Dosen sekaligus peneliti yang 25 tahun bermukim di India ini menyampaikan bahwa tidak ada kelemahan dalam Hindu. Di kitab suci agama Hindu--weda, semuanya sudah dipaparkan secara jelas. Hal tersebutlah yang dapat dijadikan kekuatan bagi Hindu ke depan. ''Apapun pertanyaan-pertanyaan yang ada di dunia, akan mampu dijawab berdasarkan sastra-satra Hindu tersebut,'' katanya.

Phalgunadi mengatakan, jika dipandang dari sudut sejarah, Hindu memang kuat. Tapi disalahgunakan oleh generasi berikutnya dengan penafsiran modern, bahkan oleh penafsiran yang sama sekali tidak sesuai dengan apa yang dimaksud dalam weda tersebut. Ia mengatakan, agama Hindu merupakan suatu agama yang sangat fleksibel, agama yang paling demokratis karena mampu menyesuaikan diri dan mampu mengikuti perkembangan jaman.

Hindu juga merupakan agama yang kekal dan tidak akan pernah goyah. Sehingga muncul adanya anggapan sana tana dharma--agama tua yang langgeng. ''Agama yang akan tetap hidup dari jaman apa dan sampai kapan pun,'' tandasnya. Lalau langkah apa yang perlu dikenbangkan?

Menurutnya, langkah yang perlu dijalankan untuk pengembangan agama Hindu terkait dengan minoritas pemeluk hindu, tetap meyakinkan diri kita pada agama Hindu. ''Kita mesti yakin, dan tetap berusaha mempertahankan dan terus melakukan pengembangan,'' katanya. (bal)

 

CUACA


ACARA TV & RADIO


Radio Global FM 99,15 (LIVE)