|
Program Acara
BALI
TV
Sabtu, 18 Januari 2003
17.00 Wita Taman Sari
TK Puri
Gading Jimbaran Bag.2
17.30 Wita Dharma Wecana
Dharma
Susila Bag.1
18.00 Wita Puja Trisandya
18.05 Wita Samatra Artis Bali
18.30 Wita Seputar Bali
19.00 Wita De Koh Ngomong
19.15 Wita Info Bisnis
''PT Angkasa Pura''
19.30 Wita Orti Bali
20.00 Wita Ramayana
20.30 Wita Ganesha
21.00 Wita Dunia Pendidikan
*
Kiat SMU 1 Denpasar Mengatasi Narkoba
21.30 Wita Misteri
*
Misteri Pepengkah
22.00 Wita Dhyana/Meditasi
23.00 Wita Penutup
Ganesha
Episode kali ini menceritakan pada suatu hari di tengah
perjalanan Dewa Rishi Narad mohon pada Sri Maha Ganesha
agar para Dewa mendapat perlindungan dari
kesewenang-wenangan raksasa Tarkasur. Sri Maha Ganesha
yang muncul di hadapannya mengutarakan bahwa saat ini
Kumar Kartike telah berada di Kailash. Putra Shiva
tersebut telah mendapat berkah dan kesaktian dari Dewa
Brahma, Wisnu serta berbagai kesaktian lain untuk
menghancurkan keangkuhan kaum raksasa. Sri Maha Ganesha
juga mengatakan bahwa dalam waktu tidak terlalu lama, dia
akan menjelma sebagai putra Parwati. Karena Kumar Kartike
telah dianggap sebagai kakaknya sendiri, maka dia akan
selalu siap untuk membantunya. Sementara itu di Kailash,
Kumar Kartike telah siap untuk berperang menghadapi
Tarkasur. Semua para Dewa yang hadir di sana memberi
kekuatan dan kesaktian agar dia dapat memenangkan
pertempuran tersebut. Di tempat lain Dewi Diti sangat
mencemaskan nasib cucunya raksasa Tarkasur. Dia lalu minta
bantuan pada suaminya Rishi Keshav agar Tarkasur dapat
terselamatkan. Namun Rishi Keshab mengatakan padanya bahwa
Tarkasur telah diberitahu oleh gurunya Shuklacharya agar
bisa terhindar dari maut. Cucunya itu disarankan supaya
mau minta ampun dan berbakti pada Dewa Shiva, serta mau
tinggal selamanya di dasar laut.
Ramayana
Episode
kali ini menceritakan di tempat kerajaannya Sugriwa
memerintahkan kepada semua prajuritnya agar membantu Sri
Rama dengan mengerahkan segala kemampuan dan kekuatan
untuk membebaskan Sita dari tangan raksasa Rahwana, Sri
Rama sangat terharu dan berterima kasih mendengar kesiapan
prajurit-prajurit Sugriwa untuk membantu dirinya itu.
Setelah membagi tugas masing-masing, prajurit-prajurit
Sugriwa tersebut segera pergi untuk melaksanakan perintah
rajanya.
Pada saat itu Sri
Rama menitipkan cincin pada Hanoman agar memberi istrinya
Sita sebagai tanda cintanya yang tulus. Sri Rama juga
berpesan pada Hanoman bahwa tidak lama lagi dia pasti akan
menjemputnya karena dia sangat rindu dan sayang terhadap
istrinya tersebut. Pada akhirnya tidak lupa Sri Rama
mendoakan perjalanan Hanoman dan prajurit-prajurit Sugriwa
agar dalam menjalankan tugasnya itu dapat berhasil dengan
baik.
|