kembali ke halaman depan

 

 

 

 

Selasa Pon, 20 Agustus 2002

 NUSA TENGGARA


Pencopet Tewas Dianiaya Massa

Mataram (Bali Post) -
Nasib apes menimpa Bohari Mahmud (23) warga RT 05 Desa Renda, Kecamatan Belo, Bima. Laki-laki yang tidak memiliki pekerjaan tetap itu, ditemukan tewas dengan sejumlah luka bacok di sekujur tubuhnya. Korban dianiaya massa setelah sebelumnya tertangkap basah mencopet tas seorang ibu rumah tangga di Desa Roi, Kecamatan Belo, Bima.

Informasi yang berhasil dihimpun menyebutkan, Minggu (18/8) sekitar pukul 10.30 wita, salah seorang warga Desa Roi, Kecamatan Belo, menjadi korban pencopetan. Korban langsung berteriak minta tolong dan warga di sekitarnya langsung mengejar pencopet tersebut.

Tidak jauh dari tempat kejadian perkara (TKP) beberapa warga yang melakukan pengejaran akhirnya berhasil menangkap pencopet tersebut. Dalam waktu bersamaan, sejumlah warga yang mengetahui ada pencopet tertangkap langsung berhamburan keluar. Ketika salah seorang warga melampiaskan kekesalannya dengan cara memukul pelaku, warga lainnya yang jumlahnya mencapai puluhan orang ikut melontarkan jotosan.

Korban yang sudah dalam keadaan tak berdaya tidak hanya dipukul, warga lainnya menyerang dengan senjata tajam. Serangan senjata tajam tersebut mengakibatkan Bohari Mahmud mengalami luka tusuk di bagian punggung hingga tembus dada, di bagian telinga kiri bagian bawah hingga tembus ke dagu serta luka bacok di bagian kepala atas. Akibat luka yang dideritanya, akhirnya korban tewas di TKP.

Sesdispen Polda NTB AKP Dra. Tri Budi Pangastuti didampingi Perwira Seksi Penerangan Satuan (Pasi Pensat) Ipda Tjok. Puspagana ketika diminta konfirmasinya, Senin (19/8) kemarin membenarkan adanya kejadian tersebut. Setelah menerima adanya laporan tersebut, petugas Polsek Belo langsung mengangkut korban ke RSU Mataram untuk dimintakan visum. "Kasus penganiayaan tersebut, kini sedang dalam penyelidikan polisi setempat," jelasnya. (049)

 

CUACA


ACARA TV & RADIO


Radio Global FM 99,15 (LIVE)