kembali ke halaman depan
bunga2.gif (1033 bytes)  Minggu Umanis, 18 Agustus 2002 tarukan valas
 

GEBYAR


Bleganjur, Damai di Bumi Bali

* Catatan ''Lomba Bleganjur Sekolah 2002"

Bleganjur kini identik dengan gairah menggelora generasi muda masa kini Bali. Simaklah "Lomba Bleganjur Sekolah se-Bali 2002" di panggung Ardha Chandra, Taman Budaya Denpasar, Jumat (16/8) lalu. Kompetisi Bleganjur yang diselenggarakan Bali Post serangkaian dengan HUT ke-54-nya ini hadir penuh gairah dan sarah dengan rasa percaya diri yang tinggi anak muda.

EMPAT belas grup Bleganjur tampil dengan semangat menyala-nyala. Disaksikan dengan antusias oleh tidak kurang dari lima ribu pelajar dan masyarakat umum penggemar bleganjur.

Padahal, jika ditenggok ke belakang, dulu Bleganjur hanya seonggok nilai seni dan budaya masyarakat Bali yang tak begitu banyak dilirik. Ia hanya dibutuhkan sebagai pelengkap ritual adat dan keagamaan. Tetapi kini, siapa pun barangkali tak menduga, Bleganjur mencuat dan ngetrend. Gairah ber-Bleganjur-ria mengemuka sekitar 15 tahun terakhir ini. Lomba-lomba bleganjur dari tingkat desa hingga sepulau Bali menggelinding dengan konsistensi yang kian menggebu-gebu.

Dalam konteks adat dan agama Hindu di Bali, Bleganjur adalah semacam musik pengiring. Namun dalam perkembangannya, kini selain tetap hadir dengan identitasnya sebagai sebuah musik tradisi, belakangan ia menguak menjadi seni pertunjukan yang amat layak untuk ditonton. Tengoklah kembali penampilan sejumlah sekaa Bleganjur remaja di panggung Ardha Candra itu. Sebagian besar para peserta mampu memukau penonton.

Penampilan bleganjur SMU 1 Denpasar hadir penuh greget. Berbekal kemampuan teknis yang tangkas, grup ini mampu menampilkan garapan musik bleganjur yang kreatif dan atraktif. Secara musikal, mereka menyuguhkan eksplorasi seni bunyi yang masih berakar dari gilak Bleganjur. Namun dalam penyajiannya, dengan tata gerak dan olah konfigurasi nan variatif, sekaa SMU 1 Denpasar ini unjuk kebolehan dengan begitu apiknya. Selama hampir 10 menit mereka berhasil tampil penuh ceria dan energik mengayun penonton.

Yang tidak kalah pesonanya adalah grup Bleganjur SMU 3 Denpasar. Olah musiknya dibingkai secara ekspresif dengan dengan sebuah cuplikan epos Ramayana. Secara estetik, perpaduan antara garapan musik yang rapi dan pesan naratif yang ingin dilontarkan, tampak cukup inovatif. Para pemain, sembari memainkan instrumennya masing-masing menunjukkan karakter tokoh-tokoh tertentu. Dua pemain kendang, dengan skil yang cukup tinggi, lewat jalinan pukulan instrumen yang digendongnya mengaksentuasikan dengan gerak mimik figur Subali dan Sugriwa.

Grup Bleganjur dari peserta tingkat SLTP yang cukup menonjol adalah apa yang ditampilkan oleh SLTP 6 Denpasar. Dengan gesit remaja-remaja belia ini menunjukkan kebolehannya. Dengan penampilan yang kompak dan harmonis, kemampuan teknis bermusik yang ditampilkan cukup mencengangkan. Jika mendapat pembinaan yang konsisten, sekaa Bleganjur remaja ini akan kian hebat pada masa-masa yang akan datang.

Pada masa-masa yang akan datang kita memang membutuhkan generasi penerus yang hebat. Hebat sebagai pewaris masa depan bangsa, termasuk mewarisi dan mengembangkan seni budaya sendiri. Berolah Bleganjur, bisa jadi merupakan wahana ekspresi diri dan estetik yang mampu menangkal, misalnya "setan narkoba" yang kini bergentayangan di sekitar kita. Pekik dan derap semangat seni pertunjukan Bleganjur, mudah-mudahan mampu menstimulasi optimisme hidup, kedamaian di hati dan di bumi masyarakat Bali.

* Kadek Suartaya
Juara Lomba Bleganjur Sekolah 2002

Juara I SMU 1 Denpasar
Juara II SMU 3 Denpasar
Juara III SMU 7 Denpasar
Juara Harapan I SLTP 6 Denpasar
Juara Harapan II SMU 2 Denpasar
Juara Harapan III SLTP PGRI 2 Denpasar
Juara Favorit SLTP PGRI 3 Denpasar
Juara Masa Depan SLTP 2 Semarapura

 


ke atas

 
LIVE RADIO GLOBAL
Live Radio Global FM Kinijani

 

CUACA

www.bali-travelnews.com