kembali ke halaman depan

 

 

 

 

Kamis Pon, 15 Agustus 2002

 BALI


Mengintip Demo Gaib Ngurah Harta-Mangku Teja (1)

Leak Gaul yang bisa Direkam ''Handycam''

PENASARAN . Kata itulah yang mengawali mendengar ada demo leak. Beberapa orang yang sangat penasaran mengenai fenomena alam gaib, ingin membuktikan bahwa leak yang menjadi momok masyarakat Bali itu benar-benar ada. Rasa penasaran mereka akhirnya terobati dengan sebuah kesempatan emas nan langka, Senin Kliwon (12/8) tengah malam lalu. Pinisepuh Perguruan Kebatinan Sandhi Murti Indonesia Drs. I Gusti Ngurah Harta bersama tokoh leak Mangku Teja dari Bambang, Bangli bersedia membuktikan bahwa leak itu benar-benar ada, bisa disaksikan dengan mata kepala telanjang dan direkam dengan handycam dari jarak sekitar 3 meter.

Tidak ada yang istimewa sore itu, kecuali rasa suntuk kami akibat lelah menjalankan tugas sehari-hari. Satu kalimat, ''jadi demonya?'' menggelitik telinga. Rasa penasaran pun berkembang mengundang pertanyaan, ''demo apa?'' Mengingat baru tadi siangnya terjadi demo ke salah satu media cetak di daerah ini. ''Demo leak Pak Ngurah Harta,'' bisik salah seorang kerabat. Tak pelak, kami pun mengontak tokoh kebatinan tersebut dan mendapat jawaban, ''Iya, ayo ikut.''

Tempat dan waktu demo tetap dirahasiakan sampai kami datang ke rumah Ngurah Harta, bahkan setelah mobil kami berangkat ke arah timur dari Denpasar. Kami hanya tahu tempat demo itu di sebuah pekuburan di daerah Bambang. Sebelum berangkat, Ngurah Harta menyuruh salah seorang rekan mengabsen berapa orang yang ikut untuk mencegah jika terjadi sesuatu yang tidak diinginkan. Jumlah kami 27 orang, termasuk beberapa orang di antaranya wartawan dari beberapa media. Perlengkapan berupa sebuah handycam pun tidak dilupakan. Sementara Ngurah Harta berangkat sendiri dengan mobil Kijangnya.

Sepanjang perjalanan, kami sudah dihantui rasa penasaran dan takut tidak karuan. Apalagi di dalam mobil, beberapa rekan mulai bercerita berbagai kejadian mistik menyangkut leak. Mobil berhenti di kegelapan yang ternyata persis di depan pekuburan, sekitar pukul 23.30 tengah malam. Ngurah Harta sudah menunggu bersama Mangku Teja yang mengenakan pakaian serba loreng hitam putih. Dua orang pendamping Mangku Teja membawa sarana berupa banten, tikar dan sejenisnya. Kami menunju tempat pembakaran jenazah di kuburan yang di kanan kirinya diapit jurang. Anggota rombongan sudah mulai ketar-ketir saling toleh pantat masing-masing. Apalagi suasananya benar-benar gelap, hanya nyala dupa dan kerlip kunang-kunang yang menerangi malam.

Mangku Teja mulai prosesinya. Banten diturunkan dan ditempatkan di atas tikar sesuai susunan sakral. Dari pinggangnya, dia kemudian mengeluarkan sebuah sabuk poleng dan mengurai saput polengnya. ''Jung, Jung (panggil Mangku Teja pada Ngurah Harta-red), amunapa Bapa jagi icen wates (seberapa saya akan dikasi pembatas-red),'' tanya Mangku Teja pada Ngurah Harta yang berdiri persis di belakangnya.

Ngurah Harta pun kemudian menyuruh kami agak sedikit mundur, sekitar 3 meter dari jarak duduk Mangku Teja. Salah seorang pendamping Mangku Teja kemudian menaruh dupa yang sudah dinyalakan di depan kami sebagai garis pembatas. Selanjutnya, Mangku Teja mulai mengerudungi kepalanya dengan saput poleng yang dipakainya dan mengucapkan berbagai mantra. Suaranya pun mulai berubah seperti parau dan orang tercekik. Semua mata tak mau berkedip untuk melewatkan adegan langka itu.

Tiba-tiba dari tubuh Mangku Teja meletup bola api warna merah kehijau-hijauan. Hanya sekejap memang, namun kuku-kuku dan telapak Mangku Teja tampak menyala kuning keemasan. Demikian pula rambutnya, nyalanya kadang redup, kadang agak terang. Sementara suaranya seperti orang tercekik terus keluar dari mulut Mangku Teja. Selang beberapa saat, letupan api kembali terjadi. Mangku Teja pun mengakhiri prosesinya menjadi ''leak gaul'' yang disaksikan banyak orang dan direkam dengan teknologi canggih masa kini, sebuah handycam.

Bagaimana dengan Ngurah Harta, apa yang dilakukannya? Berubah jadi apa dia? Wartawan Bali Post Winata dan Sugiarta yang mengikuti demo leak itu akan menyajikan dalam tulisan berikutnya. (*)

CUACA


ACARA TV & RADIO


Radio Global FM 99,15 (LIVE)