Rp
600 M untuk Bandara Palembang Picu Kecemburuan NTB
Mataram
(Bali Post) -
Ketua
DPD Asita NTB Ir. H. Misbach Mulyadi mengemukakan, kucuran
dana pusat sebesar Rp 600 milyar untuk pengembangan
Bandara Sultan Salahudin Mahmud di Palembang bisa memicu
kecemburuan NTB. Pasalnya, NTB telah lama mendambakan
pembangunan bandara internasional menyusul keunggulan di
sektor pariwisata.
"Jika bandara
internasional belum direalisasikan, kita sulit melepaskan
ketergantungan dari Bali. NTB akan selalu menunggu
limpahan wisatawan dari sana karena akses kita tidak ada,"
papar Misbach, Senin (30/12) kemarin. Setidaknya, 80
persen wisatawan yang datang ke NTB berasal dari Bali.
Ia mengatakan, NTB
memiliki potensi yang cukup besar dalam mendukung
pembangunan bandara internasional. Sebagaimana alasan
petinggi di Palembang tentang faktor pendukungnya, kata
Misbach, potensi NTB pun tidak kalah, meliputi tingginya
jamaah haji, TKI/TKW dan aset periwisata. "Bahkan
kami memiliki keunggulan lebih. Faktor pendukung itulah
yang menjadi alasan bagaimana agar bandara internasional
segera diwujudkan," tukasnya.
Perjuangan
Setengah Hati
Menurut Misbach,
belum terwujudnya cita-cita membangun bandara
internasional yang diimpikan sejak hampir sepuluh tahun
lalu disebabkan perjuangan setengah hati yang dilakukan
elite NTB. "Permintaan perhatian hanya dilakukan
secara lisan pada forum tertentu, tetapi tidak pernah
secara all out ada permintaan serius dengan mendatangi
langsung Dephub di Jakarta," kata Misbach.
Ketika bertemu
mediator investor dari Prancis beberapa waktu lalu, kata
Misbach, hal itu sempat menjadi keluhan. Khususnya DPRD
NTB, ternyata tidak pernah secara khusus dan konseptual
membicarakan masalah bandara kepada Dephub. "Kalaupun
ada statemen di koran, itu secara temporal dan tidak
digarap secara sungguh-sungguh. Di sisi lain, nampaknya
kita tidak punya orang untuk melakukan bargaining,"
katanya.
Kendati lahan untuk
bandara seluas 750 hektar telah ada di Lombok Tengah,
akhirnya areal tersebut terbengkalai. Padahal dalam konsep
awal, tahun 2004 sudah berada dalam tahap konstruksi.
Namun demikian, krisis yang terjadi tidak boleh menjadi
kambing hitam. Terbukti Palembang bisa melakukan
pendekatan sehingga gubernur maupun DPRD agar lebih
proaktif memperjuangkan pembangunan bandara internasional.
Misbach mengatakan,
sektor pariwisata NTB akhirnya harus menunggu tanda-tanda
pulihnya kepariwisataan Bali sebagai barometer pariwisata
nasional. Peran Bali sangat menentukan nasib NTB dalam
dunia pariwisata. Di samping itu, dibutuhkan sikap dalam
memandang pariwisata sebagai penyelamat ekonomi. Sebab
masih banyak yang perlu dibenahi untuk membangun
pariwisata masa depan. (045)
|