kembali ke halaman depan

 

 

 

 

Selasa Umanis, 31 Desember 2002

 Ekonomi


2003, Target Kunjungan Wisman 4,56 Juta

Jakarta (Bali Post) -
Pemerintah melalui Badan Pengembangan Kebudayaan dan Pariwisata mentargetkan kunjungan wisatawan mancanegara pada tahun 2003 mencapai 4,56 juta orang dengan perolehan devisa 3,2 milyar dolar AS. Target sebesar itu dengan catatan harus ada program pemulihan dan revitalisasi bidang pariwisata yang serius diiringi langkah yang kongkret. ''Memang target sebesar itu mengalami penurunan yang sangat dratis atau kita mengalami kemunduran 10 tahun yang lalu. Namun inilah kenyataan yang kita hadapi setelah kejadian peledakan bom di Bali,'' ungkap Kepala Badan Pengembangan Kebudayaan dan Pariwisata, Setyanto P. Santosa kepada wartawan di Kantor Kemnterian Kebudayaan dan Pariwisata Jakarta, Senin (30/12) kemarin.

Meski demikian, lanjut dia, pemerintah dan dunia usaha pariwisata harus melakukan langkah konsolidasi bersama dan berbuat langkah yang kongkret agar pemulihan bisa berlangsung cepat, dan tidak selalu terhanyut oleh kesedihan akibat peledakan bom di Bali. ''Kalau Indonesia tidak berbuat secara konkret, kemungkinan kunjungan wisman tahun 2003 hanya mencapai 3,8 juta orang dengan perolehan devisa 2,7 milyar dolar AS. Dan lama tinggal wisman dari biasanya 10 hari diperkirakan menjadi tujuh hari, disamping pengeluaran 110 dolar AS per orang menjadi hanya 100 dolar AS. Namun bila sebaliknya yakni bekerja keras maka target itu bisa dilampaui sampai 5 juta wisman,'' ungkap mantan Dirut Telkom. Dijelaskan salah satu faktor yang membuat pemerintah lebih optimis menyambut kunjungan wisman tahun 2003, adanya fakta bahwa ternyata dampak bom Bali terhadap jumlah kunjungan wisatawan asing tahun 2002 tidak terlampau mengalami penurunan yang sangat drastis. ''Penurunan paling besar hanya terjadi di Bali, yaitu sebesar 44,6 persen. Untuk bulan Oktober jumlah kunjungan langsung ke Bali mencapai 86 ribu wisman, dari sebelumnya bulan September sebanyak 156 ribu wisatawan asing,'' katanya.

Pada November, jumlah wisman yang datang ke Bali turun lagi menjadi 32,4 ribu kunjungan. "Hingga tanggal 15 Desember kemarin, kunjungan langsung wisatawan asing ke Bali 26,3 ribu. Sampai akhir bulan diperkirakan akan mencapai 53 ribu," jelas Setyanto. Namun, lanjut dia, di luar Bali, penurunan jumlah kunjungan wisatawan asing pasca bom Bali relatif sangat tipis. Di pintu masuk Bandara internsional Soekarno-Hatta, misalnya pada bulan Oktober hanya terjadi penurunan 8,7 persen. Demikian halnya di 13 pintu masuk utama.

Sementara, di luar pintu masuk utama, penurunan mencapai 17 persen. Sampai akhir tahun ini, total wisatawan mancanegara ke Indonesia diperkirakan akan mencapai 4,9 juta. Jadi cuma kurang 10 persen dari target. Untuk tahun 2002, pemerintah memasang target jumlah kunjungan wisatawan asing 5,4 juta orang dengan perolehan devisa 5,4 milyar dolar AS.

Meski dari segi jumlah hanya turun 10 persen dari target, kata Setyanto, tapi dari perolehan devisa pemerintah akan kehilangan sekitar 2 milyar dolar AS dari target. Diperkirakan jumlah devisa yang dapat digaet dari wisatawan asing tahun ini hanya 3,4 milyar dolar AS, hal ini dikarenakan wisman memperpendek lama kunjungan dan mengurangi jumlah pengeluarannya, ungkapnya. Menurutnya, untuk memulihkan pariwisata Indonesia yang terpukul tragedi Bali, pemerintah menerapkan empat tahap kebijakan.

Dari bulan Oktober lalu hingga akhir tahun ini, pemerintah mengalokasikan dana Rp 10 milyar untuk program rescue. Diantara agendanya adalah promosi ke luar negeri, program kemanusiaan bagi para korban, dan pembangunan pusat media. Selanjutnya, dari bulan Januari hingga Juni, program rehabilitasi, dan dari Juli hingga Desember 2003, pemerintah telah mempersiapkan program normalisasi. Tahun 2004, diharapkan pariwisata Indonesia telah kembali pulih dan siap ekspansi. "Namun kita harus mewaspadai Pemilu 2004 nanti, dan pra pemilu pada tahun 2003 dimana suhu politik mulai memanas dan sangat berdampak pada kunjungan wisatawan asing," pesannya. (034)

 

CUACA


ACARA TV & RADIO


Radio Global FM 99,15 (LIVE)