2003,
Target Kunjungan Wisman 4,56 Juta
Jakarta
(Bali Post) -
Pemerintah melalui Badan Pengembangan Kebudayaan dan
Pariwisata mentargetkan kunjungan wisatawan mancanegara
pada tahun 2003 mencapai 4,56 juta orang dengan perolehan
devisa 3,2 milyar dolar AS. Target sebesar itu dengan
catatan harus ada program pemulihan dan revitalisasi
bidang pariwisata yang serius diiringi langkah yang
kongkret. ''Memang target sebesar itu mengalami penurunan
yang sangat dratis atau kita mengalami kemunduran 10 tahun
yang lalu. Namun inilah kenyataan yang kita hadapi setelah
kejadian peledakan bom di Bali,'' ungkap Kepala Badan
Pengembangan Kebudayaan dan Pariwisata, Setyanto P.
Santosa kepada wartawan di Kantor Kemnterian Kebudayaan
dan Pariwisata Jakarta, Senin (30/12) kemarin.
Meski demikian,
lanjut dia, pemerintah dan dunia usaha pariwisata harus
melakukan langkah konsolidasi bersama dan berbuat langkah
yang kongkret agar pemulihan bisa berlangsung cepat, dan
tidak selalu terhanyut oleh kesedihan akibat peledakan bom
di Bali. ''Kalau Indonesia tidak berbuat secara konkret,
kemungkinan kunjungan wisman tahun 2003 hanya mencapai 3,8
juta orang dengan perolehan devisa 2,7 milyar dolar AS.
Dan lama tinggal wisman dari biasanya 10 hari diperkirakan
menjadi tujuh hari, disamping pengeluaran 110 dolar AS per
orang menjadi hanya 100 dolar AS. Namun bila sebaliknya
yakni bekerja keras maka target itu bisa dilampaui sampai
5 juta wisman,'' ungkap mantan Dirut Telkom. Dijelaskan
salah satu faktor yang membuat pemerintah lebih optimis
menyambut kunjungan wisman tahun 2003, adanya fakta bahwa
ternyata dampak bom Bali terhadap jumlah kunjungan
wisatawan asing tahun 2002 tidak terlampau mengalami
penurunan yang sangat drastis. ''Penurunan paling besar
hanya terjadi di Bali, yaitu sebesar 44,6 persen. Untuk
bulan Oktober jumlah kunjungan langsung ke Bali mencapai
86 ribu wisman, dari sebelumnya bulan September sebanyak
156 ribu wisatawan asing,'' katanya.
Pada November,
jumlah wisman yang datang ke Bali turun lagi menjadi 32,4
ribu kunjungan. "Hingga tanggal 15 Desember kemarin,
kunjungan langsung wisatawan asing ke Bali 26,3 ribu.
Sampai akhir bulan diperkirakan akan mencapai 53 ribu,"
jelas Setyanto. Namun, lanjut dia, di luar Bali, penurunan
jumlah kunjungan wisatawan asing pasca bom Bali relatif
sangat tipis. Di pintu masuk Bandara internsional
Soekarno-Hatta, misalnya pada bulan Oktober hanya terjadi
penurunan 8,7 persen. Demikian halnya di 13 pintu masuk
utama.
Sementara, di luar
pintu masuk utama, penurunan mencapai 17 persen. Sampai
akhir tahun ini, total wisatawan mancanegara ke Indonesia
diperkirakan akan mencapai 4,9 juta. Jadi cuma kurang 10
persen dari target. Untuk tahun 2002, pemerintah memasang
target jumlah kunjungan wisatawan asing 5,4 juta orang
dengan perolehan devisa 5,4 milyar dolar AS.
Meski dari segi
jumlah hanya turun 10 persen dari target, kata Setyanto,
tapi dari perolehan devisa pemerintah akan kehilangan
sekitar 2 milyar dolar AS dari target. Diperkirakan jumlah
devisa yang dapat digaet dari wisatawan asing tahun ini
hanya 3,4 milyar dolar AS, hal ini dikarenakan wisman
memperpendek lama kunjungan dan mengurangi jumlah
pengeluarannya, ungkapnya. Menurutnya, untuk memulihkan
pariwisata Indonesia yang terpukul tragedi Bali,
pemerintah menerapkan empat tahap kebijakan.
Dari bulan Oktober
lalu hingga akhir tahun ini, pemerintah mengalokasikan
dana Rp 10 milyar untuk program rescue. Diantara agendanya
adalah promosi ke luar negeri, program kemanusiaan bagi
para korban, dan pembangunan pusat media. Selanjutnya,
dari bulan Januari hingga Juni, program rehabilitasi, dan
dari Juli hingga Desember 2003, pemerintah telah
mempersiapkan program normalisasi. Tahun 2004, diharapkan
pariwisata Indonesia telah kembali pulih dan siap ekspansi.
"Namun kita harus mewaspadai Pemilu 2004 nanti, dan
pra pemilu pada tahun 2003 dimana suhu politik mulai
memanas dan sangat berdampak pada kunjungan wisatawan
asing," pesannya. (034)
|