kembali ke halaman depan

 

 

 

 

Selasa Umanis, 31 Desember 2002

 Ekonomi


Kurangi Pos Belanja...........

Pemkab Badung Tekan Biaya Perjalanan Dinas

Denpasar (Bali Post) -
Rencana Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (RAPBD) Badung 2003 mengurangi pos anggaran perjalanan dinas dan bantuan kepada masyarakat. Pun belanja modal berupa pembangunan proyek fisik juga akan mengalami pengurangan yang cukup besar. Kondisi ini akan menyebabkan para pejabatnya tidak bisa terlalu banyak melakukan perjalanan ke luar negeri maupun ke luar daerah seperti yang telah menjadi kebiasaan selama ini. Semua itu tergambar dalam RAPBD Badung 2003 yang disampaikan Bupati Badung dalam Rapat Paripurna DPRD Badung, Senin (30/12) kemarin di Hotel Intan Kerobokan.

Karena estimasi Pendapatan Daerah Tahun 2003 menurun, maka Pemkab Badung melakukan efesiensi di semua belanja. Efesiensi tersebut seperti menunda pembelian pakaian bagi seluruh pegawai di lingkungan Pemkab Badung, menunda pembelian barang dan jasa untuk keperluan kantor, belanja pemeliharaan dan belanja perjalanan dinas hanya dianggarkan sebesar 50 persen dari anggaran tahun 2002. Dalam belanja modal tetap memberi perhatian kepada belanja publik seperti sarana prasaran kesehatan, jalan, sekolah dan terminal.

Pendapatan APBD Badung 2003 dirancang Rp 314 milyar lebih, sementara belanjanya dirancang Rp 375,7 milyar lebih. Dengan demikian terjadi defisit sebesar Rp 61,3 milyar lebih. Dalam laporannya Bupati Badung AA Oka Ratmadi menyampaikan bahwa defisit ini akan ditutupi dari pos pembiayaan yang bersumber dari sisa lebih perhitungan tahun 2002.

Dengan ''tubuh'' birokrasi yang cukup besar dimana pegawai yang dimiliki juga cukup banyak, alokasi anggaran untuk belanja pegawai di Pemkab Badung juga cukup besar. Dari Rp 375 milyar belanja yang dianggarkan, hanya Rp 16 milyar yang digunakan untuk belanja di luar belanja modal proyek fisik. Sisanya yang hampir mencapai Rp 359 milyar digunakan untuk belanja administrasi umum dan operasional yang di dalmnya terdapat belanja pegawai, belanja barang dan jasa serta belanja transper.

Dalam kondisi PAD yang diprediksi anjlok, Pemkab Badung melakukan pemotongan dan penundaan dalam beberapa pos anggaran. Yang mungkin akan banyak berpengaruh adalah terhadap dana bantuan yang biasanya diberikan pemkab Badung kepada masyarakat karena pada pos ini juga mengalami pengurangan dari tahun-tahun sebelumnya. Artinya pengajuan permohonan bantuan dana dari masyarakat yang memerlukan untuk menunjang pembangunan maupun aktivitas sosial kemasyrakatannya akan berkurang.
Pos pendapatan yang dirancang Rp 314, 4 milyar lebih berasal dari Pendapatan Asli Daerah Rp 112 milyar lebih dan Dana Perimbangan Rp 199 milyar lebih. Sumber dana perimbangan sebagian besar berasal dari Dana Alokasi Umum pemerintah Pusat Rp 162, 4 milyar lebih. (kmb14)

 

CUACA


ACARA TV & RADIO


Radio Global FM 99,15 (LIVE)