kembali ke halaman depan

 

 

 

 

Selasa Umanis, 31 Desember 2002

 Bali


Bangun Dermaga Nusa Penida

Membebaskan Nusa Penida dari isolasi dan keterpurukan, Gubernur Bali Dewa Made Beratha mendukung komitmen Pemkab Klungkung mempercepat proses pembangunan dermaga yang representatif di Nusa Penida. Apa buktinya?....hal 3 Agenda ini dinilai sangat urgen membebaskan masyarakat di pulau itu dari selubung isolasi serta keterpurukan selama bertahun-tahun.

Buktinya, Pemprop Bali siap mengucurkan dana sekitar Rp 1,5 milyar pada APBD Bali 2003. Hal itu ditegaskan Gubernur Beratha di sela-sela kunjungan kerjanya di Klungkung, Senin (30/12) kemarin.

Pihaknya satu bahasa dengan Pemkab Klungkung dalam menyikapi urgensi pembangunan dermaga representatif di Nusa Penida. Ditegaskan, dirinya sudah meminta Bupati Klungkung Ir. Tjokorda Gde Ngurah agar mempersiapkan langkah nyata ke arah terealisasinya dermaga yang sudah lama dinanti-nantikan warga. Bahkan, dia juga berjanji berjuang ke pemerintah pusat untuk mendapatkan tambahan dana.

Ditambahkan, pembangunan dermaga itu menjadi prioritas utama untuk direalisasikan. Setelah itu terealisasi, baru dilanjutkan dengan memikirkan pengadaan sarana transportasi laut berupa kapal penyeberangan yang aman, nyaman dan tarifnya bisa dijangkau masyarakat luas.

Di hadapan Gubernur Beratha dan Ketua DPRD Bali IBP Wesnawa, Bupati Klungkung Ir. Tjokorda Gde Ngurah kembali mempertegas sikapnya untuk mempercepat proses pembangunan dermaga representatif di Nusa Penida. Menurut dia, pembangunan dermaga itu diperkirakan menelan dana Rp 25 milyar. Dia tidak menampik bahwa akselerasi pembangunan di Nusa Penida tidak sesukses daerah lain di Klungkung daratan. Masalahnya, bukan karena Pemkab Klungkung tidak bersikap adil dalam membagi "kue" pembangunan untuk masyarakatnya. Tetapi, handycap (hambatan-red) berupa lautan luas yang memisahkan Nusa Penida merupakan sandungan terbesar untuk menyejahterakan masyarakat di pulau tandus ini. Apalagi, hingga saat ini belum ada dermaga yang representatif di Nusa Penida. Jika Pemkab Klungkung serius ingin mengentaskan keterpurukan di segala sektor yang membelit mereka, tiada pilihan lain selain menciptakan akses transportasi tersebut. Sebab, akar masalah di Nusa Penida ketiadaan dermaga yang representatif itu.

Langkah ke arah itu, kata dia, sudah dirintisnya sejak beberapa waktu lalu. Melihat "bandrol" dermaga itu mencapai Rp 25 milyar, jelas bak jauh panggang dari api jika hanya mengandalkan kemampuan pendapatan asli daerah (PAD) Klungkung yang belum beranjak dari hitungan Rp 10 milyar hingga Rp 11 milyar. Jika tetap memaksakan diri hanya mengandalkan "kantong" sendiri, dibutuhkan waktu bertahun-tahun untuk menuntaskan pembangunan dermaga itu. Keterbatasan kemampuan keuangan daerah memaksa Pemkab Klungkung mohon bantuan dana kepada pemerintah pusat. Untuk memuluskan pencairan bantuan itu, pihak eksekutif bersama legislatif di Klungkung telah melakukan serangkaian "lobi" ke pusat. "Syukurlah, permohonan bantuan dana itu sudah mendapat lampu hijau dari Dirjen Perhubungan Darat. Mudah-mudahan, semuanya bisa dianggarkan dalam APBN 2003 mendatang," katanya. Pihaknya sudah mengalokasi dana Rp 1,9 milyar pada perubahan APBD Klungkung 2002 lalu. Secara rinci, dana sebesar itu dialokasikan untuk pembebasan lahan Rp 1 milyar, pembuatan detail engineering design (DED) senilai Rp 500 ribu dan sisanya untuk pembuatan amdal.

Pada kunjungan kerja di Klungkung kemarin, Gubernur Beratha dan Ketua DPRD Bali IBP Wesnawa meninjau 21 proyek pembangunan yang tersebar di Kecamatan Klungkung, Banjarangkan dan Dawan. (kmb13)

 

CUACA


ACARA TV & RADIO


Radio Global FM 99,15 (LIVE)