kembali ke halaman depan

 

 

 

 

Selasa Umanis, 31 Desember 2002

 Bali


Fraksi PDI-P Dihadiahi Kacamata dan Pembersih Kuping

Pendukung Tjok. Ace Protes

Gianyar (Bali Post) -
Terjegalnya Tjok. Oka Sukawati dari Rakercabsus PDI-P mengundang protes pendukungnya. Tetapi protesnya dalam bentuk pemberian hadiah kacamata hitam dan pembersih kuping kepada anggota Fraksi PDI Perjuangan Gianyar, Senin (30/12) kemarin. Hadiah yang terkesan menyindir itu diterima Ketua Fraksi Wayan Surat disaksikan Ketua DPRD Gianyar Wayan Ardhita, S.H.

Penyerahan hadiah itu, inisiatif kader PDI-P dari sejumlah ranting. Mereka menghadiahi kacamata hitam dan pembersih telinga, lantaran Fraksi PDI-P itu tak aspiratif menyerap aspirasi masyarakat. ''Andaikata anggota Fraksi PDI-P tanggap, niscaya dukungan real kepada Tjok. Oka Sukawati sebagai Bupati Gianyar periode 2003-2008 terwadahi. Tjok. Ace (panggilan akrab Tjok. Oka Sukawati) mestinya muncul dalam Rakercabsus PDI-P Jumat lalu,'' keluh mereka.

Kedatangan ratusan pengunjuk rasa itu cukup mengejutkan banyak pihak. Mereka diantar 12 truk, 6 colt dan sisanya menggunakan kendaraan pribadi. Begitu tiba, mereka menuju halaman depan Kantor DPRD. Saat itu, baru sebagian anggota Dewan hadir. Para pengunjuk disambut dengan kekeluargaan oleh Kadek Diana. Beberapa saat kemudian datang Ketua Wayan Ardhita. Ketika hendak dialog, Korlap Ngakan Sutha minta dialog jangan dilanjutkan sebelum semua anggota Dewan datang. Setelah dipanggil berulangkali, akhirnya hanya 14 anggota Dewan yang bersedia menemui para pengunjuk rasa.

Di antara ke-14 anggota Dewan itu, tampak Dewa Wardana. Calon wakil bupati berpasangan dengan Agung Beratha itu namanya diteriakkan berulangkali. Setelah dihitung secara cermat hanya anggota fraksi dari Tegallalang yang tak tampak batang hidungnya.

Ngakan Sutha yang mengawali dialog sangat menyesalkan sikap Fraksi PDI-P yang tidak tanggap terhadap aspirasi masyarakat. Ia menilai, rakercabsus lalu lebih dimuati kepentingan pribadi. Sementara kepentingan partai diabaikan. ''Bagaimana mau meraup suara lebih banyak pada Pemilu 2004 mendatang, kalau prosesnya begini,'' ujarnya disambut gemuruh tepuk tangan rekannya yang lain.

Sekarang ini unjuk rasanya belum seberapa. Kalau di tingkat fraksi nama Tjok. Ace kembali tidak diserap, tak menutup kemungkinan akan terjadi unjuk rasa yang lebih besar. ''Tak hanya Fraksi PDI-P, pejabat eksekutif yang menjegal Tjok. Ace akan kami datangi,'' tambahnya.

Bela yang Bayar

Wayan Ardhita berusaha menjawab. Sebelum menjawab tuntas, para pengunjuk rasa tanpa dikomando langsung menyanyikan lagu ''Maju tak Gentar''. Ketika menginjak pada bait membela yang benar, mereka mempelesetkan menjadi membela yang bayar.

Menurut Ardhita, proses rakercabsus sepenuhnya kewenangan DPC. Sebagai Ketua DPRD dirinya tak ikut campur. Namun menurutnya, proses tersebut baru tahap permulaan dari sebuah mekanisme. Selanjutnya masih ada satu tahapan lagi, yakni kewenangan fraksi dalam menentukan paket yang akan diajukannya.

Hal serupa dilontarkan Ketua Fraksi PDI-P Wayan Surat. ''Rakercabsus berlangsung lancar. Saat voting berlangsung, semuanya berjalan sesuai aturan,'' katanya. Mengenai pemunculan paket calon, semuanya tergantung pada kebijakan pribadi masing-masing anggota fraksi dan pengurus DPC.

Setelah dialog sekitar satu jam lebih, para pengunjuk rasa perlahan-lahan membubarkan diri. Sebelum bubar, mereka sempat membagi-bagikan bunga kepada anggota Dewan. (015)

 

CUACA


ACARA TV & RADIO


Radio Global FM 99,15 (LIVE)