Fraksi PDI-P Dihadiahi Kacamata dan
Pembersih Kuping
Pendukung Tjok. Ace Protes
Gianyar
(Bali Post) -
Terjegalnya Tjok. Oka Sukawati dari Rakercabsus PDI-P
mengundang protes pendukungnya. Tetapi protesnya dalam
bentuk pemberian hadiah kacamata hitam dan pembersih
kuping kepada anggota Fraksi PDI Perjuangan Gianyar, Senin
(30/12) kemarin. Hadiah yang terkesan menyindir itu
diterima Ketua Fraksi Wayan Surat disaksikan Ketua DPRD
Gianyar Wayan Ardhita, S.H.
Penyerahan hadiah
itu, inisiatif kader PDI-P dari sejumlah ranting. Mereka
menghadiahi kacamata hitam dan pembersih telinga, lantaran
Fraksi PDI-P itu tak aspiratif menyerap aspirasi
masyarakat. ''Andaikata anggota Fraksi PDI-P tanggap,
niscaya dukungan real kepada Tjok. Oka Sukawati sebagai
Bupati Gianyar periode 2003-2008 terwadahi. Tjok. Ace (panggilan
akrab Tjok. Oka Sukawati) mestinya muncul dalam
Rakercabsus PDI-P Jumat lalu,'' keluh mereka.
Kedatangan ratusan
pengunjuk rasa itu cukup mengejutkan banyak pihak. Mereka
diantar 12 truk, 6 colt dan sisanya menggunakan kendaraan
pribadi. Begitu tiba, mereka menuju halaman depan Kantor
DPRD. Saat itu, baru sebagian anggota Dewan hadir. Para
pengunjuk disambut dengan kekeluargaan oleh Kadek Diana.
Beberapa saat kemudian datang Ketua Wayan Ardhita. Ketika
hendak dialog, Korlap Ngakan Sutha minta dialog jangan
dilanjutkan sebelum semua anggota Dewan datang. Setelah
dipanggil berulangkali, akhirnya hanya 14 anggota Dewan
yang bersedia menemui para pengunjuk rasa.
Di antara ke-14
anggota Dewan itu, tampak Dewa Wardana. Calon wakil bupati
berpasangan dengan Agung Beratha itu namanya diteriakkan
berulangkali. Setelah dihitung secara cermat hanya anggota
fraksi dari Tegallalang yang tak tampak batang hidungnya.
Ngakan Sutha yang
mengawali dialog sangat menyesalkan sikap Fraksi PDI-P
yang tidak tanggap terhadap aspirasi masyarakat. Ia
menilai, rakercabsus lalu lebih dimuati kepentingan
pribadi. Sementara kepentingan partai diabaikan. ''Bagaimana
mau meraup suara lebih banyak pada Pemilu 2004 mendatang,
kalau prosesnya begini,'' ujarnya disambut gemuruh tepuk
tangan rekannya yang lain.
Sekarang ini unjuk
rasanya belum seberapa. Kalau di tingkat fraksi nama Tjok.
Ace kembali tidak diserap, tak menutup kemungkinan akan
terjadi unjuk rasa yang lebih besar. ''Tak hanya Fraksi
PDI-P, pejabat eksekutif yang menjegal Tjok. Ace akan kami
datangi,'' tambahnya.
Bela yang
Bayar
Wayan Ardhita
berusaha menjawab. Sebelum menjawab tuntas, para pengunjuk
rasa tanpa dikomando langsung menyanyikan lagu ''Maju tak
Gentar''. Ketika menginjak pada bait membela yang benar,
mereka mempelesetkan menjadi membela yang bayar.
Menurut Ardhita,
proses rakercabsus sepenuhnya kewenangan DPC. Sebagai
Ketua DPRD dirinya tak ikut campur. Namun menurutnya,
proses tersebut baru tahap permulaan dari sebuah mekanisme.
Selanjutnya masih ada satu tahapan lagi, yakni kewenangan
fraksi dalam menentukan paket yang akan diajukannya.
Hal serupa
dilontarkan Ketua Fraksi PDI-P Wayan Surat. ''Rakercabsus
berlangsung lancar. Saat voting berlangsung, semuanya
berjalan sesuai aturan,'' katanya. Mengenai pemunculan
paket calon, semuanya tergantung pada kebijakan pribadi
masing-masing anggota fraksi dan pengurus DPC.
Setelah dialog
sekitar satu jam lebih, para pengunjuk rasa perlahan-lahan
membubarkan diri. Sebelum bubar, mereka sempat
membagi-bagikan bunga kepada anggota Dewan. (015)
|