kembali ke halaman depan
bunga2.gif (1033 bytes)  Minggu Wage, 29 Desember 2002 tarukan valas
 

GEBYAR


Ni Nyoman Wiwik Artati

Diimbangi Urusan Rias

BERBEDA dengan tahun sebelumnya, Ni Nyoman Wiwik Artati penari Bali yang selalu banyak pesanan menari di akhir tahun, kini tengah beristirahat di rumah. Dulu, ketika belum menikah, tamatan STSI tahun 2000 ini setiap menjelang Natal dan Tahun Baru, selalu banyak pesanan menari di hotel ataupun restoran. Hampir setiap malam ia menjajaki hotel-hotel di kawasan Nusa Dua, Kuta, ataupun di daerah Sanur. Bahkan Wiwik -- begitu panggilannya, biasa menari dua kali dalam satu hari di tempat dan waktu yang berbeda. Ia juga sering menolak karena terlalu banyak orang yang mempercayai untuk membawakan seni tradisional yang menarik wisatawan itu. Sehingga, wajar saja anak bungsu dari tiga bersaudara ini jarang berada di rumah, karena dipercaya menampilkan salah satu unsur dari kebudayaan Bali ini.

Namun sekarang, penari dan foto model yang baru beberapa bulan melangsungkan pernikahan ini mengaku berhenti melakukan kegiatan seni tari. Bukan karena bosan ataupun jenuh atau juga karena tidak ingin melestarikan budaya Bali. Terus, apa karena tragedi Kuta? "Tidak, saya hanya ingin menjaga kesehatan saja. Maklum saya sedang mengandung. Menurut cerita orang tua, kan bahaya kalau sedang mengandung melakukan pekerjaan berat. Ini hanya untuk sementara saja. Kalau sudah melahirkan saya akan kembali menekuni seni gerak tari yang sudah menjadi bagian dari hidup saya," kata dengan wajah pasrah.

Penari Bali yang sering menampilkan kelincahan gerak tarinya di luar negeri ini mengaku sangat berat melakukan "brata" tidak menari ini. Sering ia uring-uringan di dalam kamar dengan hanya mendengarkan musik gamelan Bali lewat tape recorder. Bahkan tanpa disadari, ia menari mengikuti lagu dari musik gamelan itu. "Saya merasa sangat tersiksa dan terasa ada yang kurang jika tidak melakukan gerak tari. Kadang tangan terasa gatal kepingin bergerak. Sehingga saya seperti orang gila yang menari di dalam kamar tanpa ada musik pengiring," katanya.

Tetapi, istri I Kadek Joniarta yang tinggal di Banjar Kediri, Selakarang, Singapadu Gianyar ini tidak mau menyerah begitu saja. Untuk menghilangkan perasaan tidak menentu itu, ia sengaja mengimbangi dengan menyibukkan diri ke urusan rias-merias -- rias penari Bali ataupun rias pengantin. Dalam hal ini Wiwik tidak main-main, ia langsung membuka salon yang diberi nama Salon Kecantikan Pink-Pink. "Untung saja saya masih mempunyai kesibukan mengurus salon. Dengan begitu saya cukup merasa terhibur dan terhindar dari stres," ujar pelatih tari anak SD ini. (buda)

 


 

ke atas

 
LIVE RADIO GLOBAL
Live Radio Global FM Kinijani

Acara TV 
& Radio

CUACA

www.bali-travelnews.com