kembali ke halaman depan
bunga2.gif (1033 bytes)  Minggu Umanis, 1 Desember 2002 tarukan valas
 

TREND


Mengenal Ketombe dan Penyebabnya

Oleh : dr. A.A.A. Made Citrarasmi, DSpKK

KETOMBE juga dikenal sebagai dandruf, adalah keadaan kulit kepala yang ditandai dengan pelepasan lapisan korneum secara luas dari kulit kepala. Menurut Kligman pengelupaskan kulit kepala tersebut tidak disertai proses radang.

Dari aspek medik, ketombe masih kurang mendapat perhatian, tetapi ditinjau dari aspek kosmetik, ketombe merupakan salah satu persoalan yang berarti sehingga banyak dijumpai kosmetika yang bertujuan memberantas ketombe. Faktor-faktor yang diduga sebagai penyebab atau faktor resiko dalam timbulnya ketombe adalah:

1. Pergantian Sel Epidermis (Lapisan Kulit)
Dalam keadaan normal lapisan kulit keratin (lapisan korneum) akan diganti oleh sel-sel lapisan di bawahnya. Sel-sel keratin akan membentuk suatu gumpalan dan bila diameter gumpalan lebih besar dari 0,2 mm baru ketombe akan terlihat.

2. Mikroorganisme
Mikroorganisme yang diduga sebagai penyebab ketombe adalah:
Pityrosporum Ovale, Aeriboc Coagulase Negative Stophylocoeci, Propionebacterium Acnes. Mikroorganisme Pityrosporum Ovale (P. Ovale) merupakan penghuni normal kulit kepala, tetapi pada orang yang ketombe jumlah P. Ovale akan meningkat dan anti bodi P. Ovale pada orang ketombe pun akan meningkat,

3. Sabun, Shampoo, Kosmetik, Minyak Rambut
Beberapa jenis sabun, shampoo, kosmetik diduga berperanan dalam timbulnya ketombe. Minyak rambut yang mengandung mustad atau minyak kelapa dapat menimbulkan ketombe. Jika dilakukan pemeriksaan pada orang yang berketombe ini didapatkan P. Ovale dan P. Orbiculare dalam jumlah berlebihan. Diduga minyak kelapa merupakan media yang baik bagi P. Ovale, karena P. Ovale bersifat oleophilic sehingga untuk pemakaian minyak kelapa diperlukan pengolahan khusus dengan temperatur tertentu sehingga tidak menimbulkan ketombe.

4. Makanan
Lemak yang dimakan jika berlebihan dapat mencapai kelenjar sebasea dan akhirnya menjadi bahan pembentuk sabun. Menurut Van Abbe menduga bahwa trigliserida pada sebum dapat diuraikan oleh P. Ovale menjadi fatty acid yang bersifat iritan bagi kulit kepala dan menimbulkan ketombe.

5. Lain-lain
Hormon juga berpengaruh pada timbulnya ketombe. Adanya ketidakseimbangan hormon juga berperan dalam timbulnya ketombe. Hormon Androgen diduga juga berpengaruh.
Ada beberapa penyakit yang dapat mempengaruhi timbulnya ketombe, misalnya:
a. Dermatitis Seboroik
Timbul sisik berwarna kekuningan di kulit kepala. Selain itu sisik ini juga terdapat di belakang telinga, atas alis, tepi bibir, buah zakar.

b. Penyakit Parkinson
Pada penyakit ini terjadi peningkatan produksi sebum dan pembesaran kelenjar sebasea.
Ada beberapa penyakit lain yang menimbulkan kelainan kulit kepala dan bentuk kelainannya seperti ketombe, yaitu:

1. Pitriasis Steatoides
Kulit berminyak, tampak kulit lebih merah, sisik basah dan lebih kasar dan keropeng-keropeng akibat cairan kulit yang mengering.

2. Psoriasis
Penyakit ini selain mengenai kulit kepala juga dapat mengenai kulit lainnya, kuku tulang dan ginjal. Penyakit ini terjadi karena pergantian lapisan kulit terlalu cepat (ñ 4 hari), normal pergantiannya 28 hari. Bentuk kelainannya berupa sisik tebal, berlapis-lapisa warna putih, lebih kasar, mengkilat seperti mika.

3. Tinea Kapitis
Penyakit kulit kepala yang disebabkan oleh jamur dan penyakit ini sembuh bila diobati. Akibat dari ketombe ini akan mengganggu pertumbuhan rambut dan menimbulkan kerontokan.

Tips menghindari ketombe
1. Cuci rambut paling lambat dalam 2 hari.
2. Bilas dengan air berulang kali sampai bersih.
3. Pada konsumen dengan hasil pemeriksaan trigliserida tinggi, kurangi makanan berlemak.
4. Bila masih ada ketombe, segeralah berkonsultasi dengan ahlinya, karena mungkin ada penyebab lain dan perlu pemeriksaan dan penanganan khusus.
* Puri Kecantikan Citra


 

ke atas

 
LIVE RADIO GLOBAL
Live Radio Global FM Kinijani

Acara TV 
& Radio

CUACA

www.bali-travelnews.com