Mengenal
Ketombe dan Penyebabnya
Oleh : dr. A.A.A. Made Citrarasmi, DSpKK
KETOMBE
juga dikenal sebagai dandruf, adalah keadaan kulit kepala yang
ditandai dengan pelepasan lapisan korneum secara luas dari kulit
kepala. Menurut Kligman pengelupaskan kulit kepala tersebut
tidak disertai proses radang.
Dari aspek medik, ketombe
masih kurang mendapat perhatian, tetapi ditinjau dari aspek
kosmetik, ketombe merupakan salah satu persoalan yang berarti
sehingga banyak dijumpai kosmetika yang bertujuan memberantas
ketombe. Faktor-faktor yang diduga sebagai penyebab atau faktor
resiko dalam timbulnya ketombe adalah:
1. Pergantian Sel
Epidermis (Lapisan Kulit)
Dalam keadaan normal lapisan kulit keratin (lapisan korneum)
akan diganti oleh sel-sel lapisan di bawahnya. Sel-sel keratin
akan membentuk suatu gumpalan dan bila diameter gumpalan lebih
besar dari 0,2 mm baru ketombe akan terlihat.
2. Mikroorganisme
Mikroorganisme yang diduga sebagai penyebab ketombe adalah:
Pityrosporum Ovale, Aeriboc Coagulase Negative Stophylocoeci,
Propionebacterium Acnes. Mikroorganisme Pityrosporum Ovale (P.
Ovale) merupakan penghuni normal kulit kepala, tetapi pada orang
yang ketombe jumlah P. Ovale akan meningkat dan anti bodi P.
Ovale pada orang ketombe pun akan meningkat,
3. Sabun, Shampoo,
Kosmetik, Minyak Rambut
Beberapa jenis sabun, shampoo, kosmetik diduga berperanan dalam
timbulnya ketombe. Minyak rambut yang mengandung mustad atau
minyak kelapa dapat menimbulkan ketombe. Jika dilakukan
pemeriksaan pada orang yang berketombe ini didapatkan P. Ovale
dan P. Orbiculare dalam jumlah berlebihan. Diduga minyak kelapa
merupakan media yang baik bagi P. Ovale, karena P. Ovale
bersifat oleophilic sehingga untuk pemakaian minyak kelapa
diperlukan pengolahan khusus dengan temperatur tertentu sehingga
tidak menimbulkan ketombe.
4. Makanan
Lemak yang dimakan jika berlebihan dapat mencapai kelenjar
sebasea dan akhirnya menjadi bahan pembentuk sabun. Menurut Van
Abbe menduga bahwa trigliserida pada sebum dapat diuraikan oleh
P. Ovale menjadi fatty acid yang bersifat iritan bagi kulit
kepala dan menimbulkan ketombe.
5. Lain-lain
Hormon juga berpengaruh pada timbulnya ketombe. Adanya
ketidakseimbangan hormon juga berperan dalam timbulnya ketombe.
Hormon Androgen diduga juga berpengaruh.
Ada beberapa penyakit yang dapat mempengaruhi timbulnya ketombe,
misalnya:
a. Dermatitis Seboroik
Timbul sisik berwarna kekuningan di kulit kepala. Selain itu
sisik ini juga terdapat di belakang telinga, atas alis, tepi
bibir, buah zakar.
b. Penyakit Parkinson
Pada penyakit ini terjadi peningkatan produksi sebum dan
pembesaran kelenjar sebasea.
Ada beberapa penyakit lain yang menimbulkan kelainan kulit
kepala dan bentuk kelainannya seperti ketombe, yaitu:
1. Pitriasis
Steatoides
Kulit berminyak, tampak kulit lebih merah, sisik basah dan lebih
kasar dan keropeng-keropeng akibat cairan kulit yang mengering.
2. Psoriasis
Penyakit ini selain mengenai kulit kepala juga dapat mengenai
kulit lainnya, kuku tulang dan ginjal. Penyakit ini terjadi
karena pergantian lapisan kulit terlalu cepat (ñ 4 hari),
normal pergantiannya 28 hari. Bentuk kelainannya berupa sisik
tebal, berlapis-lapisa warna putih, lebih kasar, mengkilat
seperti mika.
3. Tinea Kapitis
Penyakit kulit kepala yang disebabkan oleh jamur dan penyakit
ini sembuh bila diobati. Akibat dari ketombe ini akan mengganggu
pertumbuhan rambut dan menimbulkan kerontokan.
Tips menghindari
ketombe
1. Cuci rambut paling lambat dalam 2 hari.
2. Bilas dengan air berulang kali sampai bersih.
3. Pada konsumen dengan hasil pemeriksaan trigliserida tinggi,
kurangi makanan berlemak.
4. Bila masih ada ketombe, segeralah berkonsultasi dengan
ahlinya, karena mungkin ada penyebab lain dan perlu pemeriksaan
dan penanganan khusus.
* Puri Kecantikan Citra
|